Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

Cara menghafal aquran dengan mudah

_Dari ustadz Yazid_

Berikut beberapa hal yang dapat membantu se-orang penuntut ilmu dalam menghafal Al-Qur-an:

1. Berdo’a kepada Allah Ta’ala dengan ikhlas agar diberikan kemudahan dalam menghafalkan Al-Qur-an. Hendaklah menghafal Al-Qur-an dilakukan dengan ikhlas semata-mata mencari keridhaan Allah Ta’ala.

2. Memperdengarkan semampunya ayat-ayat yang telah dihafalnya kepada seorang qari’ yang baik bacaan dan hafalannya.

3. Mengulang-ngulang ayat yang telah dihafal secara terjadwal dan berusaha untuk disiplin.

4. Menggunakan satu mushaf Al-Qur-an agar dapat menguatkan hafalan.

5. Mengulang-ngulang ayat yang dihafal sepuluh kali/dua puluh kali -boleh juga lebih- dengan berdiri, duduk, dan berjalan.

6. Membaca ayat-ayat yang baru dihafalkan dalam shalat karena dapat lebih melekatkan hafalan.

7. Membaca terjemah dan tafsir ayat yang telah dihafalkan.

8. Menjauhi dosa dan maksiyat.

9. Menentukan jadwal yang teratur untuk menentukan batas hafalan harian (apa yang dihafal setiap hari).

Diusahakan untuk tidak menyelisihi aturan atau mengubahnya, kecuali karena ada hal-hal yang darurat untuk dilakukan.

10. Hendaknya ayat yang diahafal sedikit setiap hari agar lebih melekat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

balasan chat customer rekening


1 gamis nipon + ongkir total

Transfer
ke rek. Bank ??
a.n (penjual)
No Rek 

¤ Max transfer 1x24 jam
¤ konfirmasi bukti Transfer
¤Terima kasih sudah belanja diKhairy_syari 😊

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

obat sariawan anak

obat sariawan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

wujudkan keluarga samawa,Kelanggenan suami istri

Faedah Ta'lim "20 KELANGGENGAN SUAMI ISTERI"

Jln. Pelanduk Makassar
19 Agustus 2017

Oleh Al-Ustadz Abdul Malik Al-Buthony

KAIDAH 1:
Hendaknya kita memperbaiki hubungan kita kepada Allah maka Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan manusia.

KAIDAH 2:
Senantiasa taat kepada suami dalam perkara yang ma'ruf.

KAIDAH 3:
Senjata terkuat bagi isteri adalah kelembutannya.

KAIDAH 4:
Senantiasa menjaga kebersihan dan kerapihan.

KAIDAH 5:
Memaafkan kesalahan suami karena luasnya cinta.

KAIDAH 6:
Mencintai orang-orang yg suami cintai terkhusus kedua orangtuanya.

KAIDAH 7:
Kehidupan rumah tangga sebatas konsumsi suami isteri bukan untuk semua orang.

KAIDAH 8:
Hati-hati dengan kufur terhadap kebaikan suami.

KAIDAH 9:
Senantiasa saling memaafkan dan mengakui kesalahan.

KAIDAH 10:
Mengetahui apa2 yg menjadi kewajiban isteri dan apa2 kewajiban suami.

KAIDAH 11:
Jadilah dai (yg menyeru kebaikan) bukan hakim.

KAIDAH 12:
Jadilah Engkau Sebaik-baik Pelayannya Niscaya Ia Akan Menjadi Budak Bagimu

Hendaknya seorang isteri menjadi pelayan bagi suaminya. ketika seorang isteri menjadi pelayan maka akan dilayani. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Ar-rahman:60

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

Kodrat jiwa adalah mencintai orang yang berbuat baik kepada kita. Isteri yang baik adalah isteri yang taat pada suaminya maka jadilah budak/pelayan untuk suamimu maka suamimu akan menjadi pelayan juga bagimu.

#Ada sebuah Kisah: seorang ibu berkata pada putrinya. wahai anakku seandainya saya boleh tidak memberikan nasehat disebabkan karna nasab maka saya tidak akan menasehatimu akan tetapi saya sampaikan sebagai pengingat bagi yg lalai.

#Wahai putriku sesungguhnya engkau akan melangkah dari rumah tempat engkau tinggal menuju rumah orang yg tidak engkau kenal.

#Maka Jadilah engkau bagaikan budak baginya maka ia akan berlaku sebagai budak bagimu.

#Jagalah 10 nasehat ini sebagai penerang dalam rumah tanggamu..

1. Hendaknya bersifat qona'ah/ merasa cukup apa yang suami beri.

jangan meminta lebih maka dadamu akan lapang,perasaanmu akan lega. Syukurilah apa yg suami berikan.

2. Senantiasa setia dan patuh kepada suami.

Ini adalah perintah Allah dan akan mendapatkan ridho Allah dan Allah ridho kepada isteri yg patuh dan taat kepada suami.

3. Senantiasa menjaga pandangan suami kepadamu.

Hendaknya isteri tampil indah dihadapan suami. Isteri pandai berdandan/ mempercantik diri, jangan suamimu melihat hal jelek padamu.

Pada masa ini banyak isteri jika keluar rumah ia berdandan secantik2 mungkin, seseksi-seksi mungkin untuk orang banyak tapi ketika di rumah, ketika dihadapan suaminya???

4. Perhatikan penciuman suami.
Hendaknya seorang isteri selalu bersih/mandi.

5. Menjaga harta dan rumah suami

Ketahuilah memelihara rumah suami maka akan mendatangkan penghormatan suami.

6. Memelihara anak dan menghormati keluarga suami.

7. Jagalah waktu makannya. Jangan biarkan suami terlambat makan. Karena jika suami lapar akan mudah mendatangkan kemarahan suami.

8. Menjaga suami ketika tidur. Menjauhkan hal-hal yg dapat mengganggu tidur suami.

9. Janganlah engkau menyebarkan rahasia suami.

Jika punya masalah maka janganlah kamu ceritakan kepada orang lain karena rahasia suami isteri adalah urusan suami dan isteri bukan urusan orang banyak, bukan konsumsi publik.

10. Tidak boleh melanggar perintah suami.

Taatlah wahai isteri kepada suamimu selama perintah suamimu tidak melanggar syariat. karena rosululloh bersabda :

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ إِنَّمَا الطَّاعَةَ فِي الْمَعْرُوْفِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jika isteri melanggar perintah suami maka akan melahirkan kebencian dihati  suami.

#PENUTUP

🔹Wahai isteri Janganlah kamu bahagia dikala suamimu lagi sedih dan janganlah kamu sedih dikala suamimu lagi bahagia.

🔹Wahai isteri, dahulukan kepentingan bersama diatas kepentinganmu sendiri.

🔹Siapa yg berbuat baik pada suami maka suami juga akan berbuat baik kepada kita.

🔹Terakhir, Lakukanlah semua ini karena Allah ta'ala.

Demikian. Wallohu a'lam.
Semoga Bermanfaat

🍃🌼  Rahma Tanjung 🌼🍃

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa mandi junub

🛁 *DOA MANDI JUNUB* 🛁

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Kami tidak mengetahui adanya doa apapun baik sebelum maupun sesudah mandi junub.

Yang ada adalah membaca basmalah sebelum mandi.

Ulama berbeda pendapat, apakah ada anjuran untuk membaca basmalah sebelum mandi junub?

Terdapat sebuah hadis dari Abu Said al-Khudri radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah) sebelum wudhu.”

Status hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad 11371, Ibnu Majah 429, dan yang lainnya. Dan ulama berbeda pendapat dalam menilai hadis ini. Sebagian ulama menilainya sebagai hadis hasan. Seperti al-Albani. Dan ulama lain menilainya dhaif. Karena dalam sanadnya terdapat perawi bernama Rubaih bin Abdurrahman dan Katsir bin Zaid yang statusnya dhaif jika sendirian.

(Ta’liqat Musnad Ahmad, 17/464).

Bagi ulama yang menshahihkan hadis ini, mereka berbeda pendapat, apakah hukum membaca basmalah sebelum mandi junub?

💠Pertama, sebagian ulama berpendapat bahwa membaca basmalah hukumnya wajib, baik ketika wudhu, mandi, maupun tayamum.

Ini adalah pendapat Imam Ahmad dalam salah satu riwayat, pendapat Abu Bakr, Hasan al-Bashri, dan Ishaq bin Rahuyah.

💠Kedua, basamalah hukumnya anjuran dalam semua kegiatan mensucikan diri dari hadats. Baik wudhu, mandi, maupun, tayammum.

Ini merupakan pendapat Imam Ahmad menurut riwayat yang masyhur. Al-Khallal mengatakan,

الذي استقرت الروايات عنه أنه لا بأس به يعني إذا ترك التسمية

Riwayat-riwayat yang shahih dari Imam Ahmad, bahwa tidak membaca basamalah hukumnya boleh. (al-Mughni, 1/114)

Dan ini pendapat at-Tsauri, Imam Malik, Imam as-Syafii, Abu Ubaid bin Sallam, Ibnul Mundzir, dan ulama Kufah. (al-Mughni, 1/114)

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa membaca basmalah tidak wajib ketika mandi, karena mandi junub tidak sebagaimana wudhu.

Jika kita mengambil pendapat mayoritas ulama, maka di sana ada anjuran untuk membaca basmalah sebelum mandi. Dan boleh saja orang menyebutnya sebagai doa mandi junub.

Allahu a’lam

🔲🔲🔲🔲🔲🔲🔲🔲🔲🔲🔲

🔹Ustadz Ammi Nur Baits
🔹Repost by Komunitas BAHIR
🔹Follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sujud Tilawah


*Sujud Tilawah Ketika Shalat*

Dianjurkan bagi orang yang membaca ayat sajadah dalam shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnah agar melakukan sujud tilawah. Inilah pendapat mayoritas ulama. Hal ini dianjurkan pada shalat jama’ah atau sendirian dan shalat siriyah (shalat dengan suara lirih seperti pada shalat zhuhur dan ashar) atau shalat jariyah (shalat dengan suara keras seperti pada shalat maghrib dan isya).

عَنْ أَبِى رَافِعٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ أَبِى هُرَيْرَةَ الْعَتَمَةَ فَقَرَأَ ( إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ ) فَسَجَدَ فَقُلْتُ مَا هَذِهِ قَالَ سَجَدْتُ بِهَا خَلْفَ أَبِى الْقَاسِمِ – صلى الله عليه وسلم – فَلاَ أَزَالُ أَسْجُدُ بِهَا حَتَّى أَلْقَاهُ

Dari Abu Rofi’, dia berkata bahwa dia shalat Isya’ (shalat ‘atamah) bersama Abu Hurairah, lalu beliau membaca “idzas samaa’unsyaqqot”, kemudian beliau sujud. Lalu Abu Rofi’ bertanya pada Abu Hurairah, “Apa ini?” Abu Hurairah pun menjawab, “Aku bersujud di belakang Abul Qosim (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ketika sampai pada ayat sajadah dalam surat tersebut.” Abu Rofi’ mengatakan, “Aku tidaklah pernah bersujud ketika membaca surat tersebut sampai aku menemukannya saat ini.”
(HR. Bukhari no. 768 dan Muslim no. 578)

Namun bagaimana jika shalatnya adalah shalat siriyah semacam shalat zhuhur dan shalat ashar? Pada shalat tersebut, makmum tidak mendengar kalau imam membaca ayat sajadah.

Sebagian ulama Hanabilah mengatakan bahwa imam terlarang untuk membaca ayat sajadah dalam shalat yang tidak dijaherkan suaranya (dikeraskan suaranya). Jika imam tersebut tetap membaca  ayat sajadah dalam shalat semacam itu,  maka tidak perlu ada sujud. Pendapat ini juga adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Alasan dari pendapat ini adalah agar tidak membuat kebingungan pada makmum.

Namun ulama Syafi’iyah tidaklah melarang hal ini. Karena tugas makmum hanyalah mengikuti imam. Jadi jika imam melakukan sujud tilawah, maka makmum hanya manut saja dan dia ikut sujud. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا

“Sesungguhnya imam itu untuk diikuti. Jika imam bertakbir, maka bertakbirlah. Jika imam sujud, maka bersujudlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu pula apabila seorang makmum tatkala dia berada jauh dari imam sehingga tidak bisa mendengar bacaannya atau makmum tersebut adalah seorang yang tuli, maka dia harus tetap sujud karena mengikuti imam.

Pendapat kedua inilah yang lebih tepat. Inilah pendapat yang juga dipilih oleh Ibnu Qudamah.
(Lihat Al Mughni, 3/104)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

komunitas bercadar

From Ukhti Nurul
Grup Bahir 03

▪🍁▪🍁▪🍁▪🍁▪🍁▪🍁

Komunitas Muslimah Bercadar:
Anjuran mencatat ilmu......

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya”

Bahkan beliau memerintahkan sebagian sahabatnya agar menulis ilmu. Salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amru. Beliau bersabda kepadanya:

اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ

“Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran”

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja

Sampai-sampai Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

“Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS