Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

burger pancake

Edisi malas ke supermarket beli roti burger,, yaaa jadilah si pancake ini....🍔🍔🍔🍔🍔😄

Burger Pancake

Resep
Bahan :
* 2 telur utuh (suhu ruang)
* 4 sdm gula pasir ( bisa dikurangi kl ga suka.  manis)
* 7 sdm tepung terigu
* 1 bks susu bubuk dancow original
* 1/4 sdt baking powder double action
* 10 sdm susu cair (SKM di cairkan)
Carbut :
Siapkan wadah, masukkan telur dan gula pasir, aduk rata, lalu masukkan terigu, susu bubuk, baking powder ( diayak), aduk..lalu masukkan susu cair, aduk rata sampai tidak menggumpal (lembut), diamkan adonan slama 15 menit, setelah 15 menit, aduk lagi...panaskan teflon dng api kecil, tuang adonan pake sendok sayur, jika sdh bergelembung, balik....pancake siap di hias.. 🍔🍔🍔🍔 Let's get cooking

Note : selain burger, pancake ini bisa diisi telur mata sapi, selai coklat dan selai lainnya..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ice cream isntan

Pengen ngemil ice cream yang mirip di Cafe.....😄😄😄🍨🍧🍨🍧🍨🍦🍦

Ice cream Banana Split
Bahan :
* bubuk ice cream instant
* air es 150 ml atau susu dingin kalo mau lebih padat ice creamnya

Carbut :
- campur bahan ice cream dng air dingin atau susu dingin, mixer slama 5-6 menit
- kalo sdh mengental, masukkan kulkas, bekukan slama 6-8 jam
Untuk banana splitnya:
- pisang ambon
- aneka toping sesuai selera...
" Let's get cooking"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep soes vla vanila

Cemilan pagi, siang, sore, malam...😄😄😄😄

Soes vla Vanila

Resep
Bahan soes:
* 250 ml air putih
* 100 grm margarine
* 1/4 sdt baking powder
* sedikit garam
* 9 sdm full terigu segitiga
* 3 telur utuh ( suhu ruang)
Carbut :
- Liat Video ya......

Bahan Vla Vanila:
* 750 ml susu cair (SKM di cairkan)
* 1 kuning telur
* Gula pasir secukupnya (rasakan manisnya)
* Tepung maizena 4 sdm
* Tepung terigu 2 sdm
* 2 sdm full margarine
Carbut :
- masak susu cair 500 ml (jng mendidih ya), beri gula secukupnya ( icip icip manisnya),aduk...   Diwadah lain, tuang sisa susu 250 ml ke wadah, masukkan kuning telur, aduk rata pake sendok aja, masukkan tepung maizena dan terigu,aduk rata sampai halus tidak menggumpal, lalu tuang sedikit demi sedikit sambil di aduk ke dalam susu cair yg dimasak tadi, kalo sdh mengental,masukkan margarine, aduk rata lagi...matikan kompor....diamkan vla, kalo sdh hangat, masukkan kulkas, dlm keadaan dingin, semprotkan ke soes..."Let's get cooking"

Note : sebelum bikin kue sus, lbh baik bikin adonan vla nya dulu, krn vla sus lbh enak disajikan pada saat dingin...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara bikin mozarella kw

Keju Mozzarella KW...😄😄😄😄😉

Bahan :
* 1 bks susu real good perisa cheese 150 ml
* 1 kotak susu UHT 250 ml
* 1 bks keju cheddar
* 1 bks nutrijell tanpa rasa/ agar agar
* 2 1/2 sdm tepung tapioka
* 1/2 sdt garam
Carbut :
Lihat video

Roti gulung mozzarella
Bahan :
* roti tawar
* keju mozzarella KW...
Carbut:
Lihat video......" Let's get cooking" 😉😉😉

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

klapert

Kalpertart

Resep :
- Susu UHT 1 liter,
- 4 kuning telur (kocok pake sendok), - - 100 grm Maizena,
- 50 gram terigu,
- 100 grm gula pasir,
- 1sdt vanili cair,
- 100 margarine,
- 3 buah daging kelapa,
- 100 grm kacang almond,
- 60 grm keju parut,
- 50 grm kismis (potong 2),
- bubuk kayu manis,
- Rhum (sy ga pake krn mengandung alkohol)

Cara membuat

1.Panaskan 750 ml susu UHT dan gula pasir di panci/wajan bersih,
2.Campurkan sisa susu UHT sebanyak 250 ml dng kuning telur yg sdh dikocok dan maizena serta terigu,aduk rata (kalo menggumpal,disaring),
3.setelah susu mendidih,
masukkan adukan kuning telur tadi secara perlahan, sedikit demi sedikit sambil di aduk rata
4.masukkan vanili cair, margarine dan parutan keju,aduk hingga rata,masukkan setengah kacang almond,kismis dan daging kelapa,aduk rata,matikan api,
5.diamkan sejenak,
6.lalu masukkan ke wadah (pyrex), bisa juga mangkok alumunium foil, taburi sisa kacang almond dan kismis,lalu taburi bubuk kayu manis.
7.panggang di oven 180 dc 25 menit...setelah di oven..diamkan sampai agak dingin setelah itu masukkan kulkas....ready to eat...😉😉😉😉

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

patin kuah kuning

.😄😄😄
🐠🐟
Resep :
I ekor ikan patin potong agak besar (ikan bandeng jg bisa)
1 buah tomat potong kecil kecil buang bijinya
1 ikat daun kemangi
2 batang daun bawang
1 batang sereh keprek
1 ruas langkwas keprek
3 daun jeruk
3 daun salam
Sedikit asam jawa kasih air saring

Bumbu

10 cabe rawit (krn buat anak,sy pake 7)
7 bawang merah
5 bawang putih
1 ruas kunyit
Sedikit jahe
Garam / royco

Semua bumbu di ulek biar sedep (sy di blender tp ga halus) . Lalu tumis setelah bumbu harum dan matang masuk kan daun salam & jeruk langkwas sereh kasih air secukup / sesuai selera kalo sudah mendidih masuk kan ikan patin nya masak hinga ikan patin nya matang terahir masuk kan air asam jawa . Masuk kan juga tomat daun kemangi & daun bawang nya . Pindang patin Siap untuk di santap

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

resep bawang gorang renyah

cara bikin bawang goreng

Bahan dan Carbut :
Kupas bawang merah,iris pake alat (dipasar sdh ada dijual yg sdh diiris), cuci 2-3x tiriskan lalu taburi garam (tingkat asinnya sesuai selera bunda), aduk rata,diamkan dikulkas slama 2 jam,lbh juga ga apa 😅, ( tips: kalo mau lbh crispy, setelah diberi garam,diamkan 2 jam lalu taburi tepung beras ato maizena sebanyak 1-1 1/2 sdm,(utk 1 kilo bawang), aduk rata,diamkan 15 menitan) lalu goreng dng api sedang, sering sering diaduk ya spy matang merata,kalo sdh kekuningan,angkat dan tiriskan, simpan di wadah yg sdh dilapisi tisu makanan (tisu penyerap minyak)..... 😉 let's get cooking

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

resep Ayam rendang

🐓🐓 Ayam Rendang 🐓🐓 rasa Nendang...😀😀😀😀😀😀
Resep :
* Ayam 2 ekor
* Santan kara 1 (200 ml) cairkan dng 1 gls air
* 20 cabe rawit (+ klo suka pedes)
* 20 cabe keriting
* 15 bawang merah
* 10 bawang putih
* jahe secukupnya
* Lengkuas secukupnya
* ketumbar biji 1 sdt
* kunyit secukupnya
* merica 1 sdt    * garam secukupnya
* Gula merah iris halus 1 sdm
Bahan Cemplung :
Serreh, daun jeruk,daun salam, daun kunyit

Cara buat :
Ayam di rebus sebentar aja pake air garam dan di beri sedikit merica / pake bumbu ayam goreng 1 bks  juga bisa (sy kalo masak ayam,sy rebus dulu tuk hilangin kejahatannya dan mengurangi lemaknya 😄), kalo sdh masak tiriskan, lalu blender halus semua bahan bumbu kecuali bahan cemplung 😉 lalu tumis hingga aromanya keluar, kalo bumbu sdh agak berminyak, masukkan bahan cemplung lalu masukkan ayamnya,aduk rata, biarkan sesaat agar bumbu meresap diayam, lalu beri air  3 gelas, aduk pelan, kemudian masukkan santan kara yg sdh di beri air segelas, aduk lagi... sering di aduk pelan ya spy ga gosong di bawah...tunggu sampai kuah bumbunya meresap......🐓🐓🐓🐔 rendang ayam siap di santap.....let's get cooking 😉😃😃
NOTE :
saya hny pakai santan kara yg 200 ml di campur air segelas krn ga mau terlalu banyak makan santan 😷😌💆

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bakso resep bakso

Bakso bakso baksooo......... 😀😀 bakso anti gagal.....😉😉😉😉

Resep.....
Bahan :
* 1/2 ayam fillet
* 1/2 daging sapi
Bahan cemplung :
* 1 putih telur ayam
* 1/2 sdm garam
* 1 sdm merica bubuk
* 8 siung bawang putih/ 1 sdm bubuk b.putih
* 1 sdm bawang merah goreng
* 1/2 soda kue/ baking powder
* 1 bks agar agar plain (spy kenyal)
* 1 bks royco sapi
Bahan tepung :
* 120 gram tepung tapioka (kurang lebih)
Cara Buat :
- Rebus air dipanci biarkan mendidih,matikan api
- potong kecil kecil ayam dan daging lalu blender sedikit sedikit (gunakan es batu saat blender ) kondisi daging hrs dingin terus
- setelah semua daging dan ayam diblender,pindahkan ke wadah, beri es batu secukupnya lalu masukkan bahan cemplung, aduk rata/uleni sampai kalis.
- masukkan tepung tapioka sedikit sedikit sambil di aduk/diuleni pake tangan hingga kalis
- bentuk adonan seperti di video lalu masukkan ke air mendidih (sendoknya dibasahi dulu), kalo sdh mengambang, angkat....😉😉😉
" Let's get cooking"

Bisa juga buat Bakso beranak,bakso atom dsbnya...yg lg ngetrend sekarang....😄😄

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Martabak teflon ala tenri

Martabak manis teflon.... 🍴🍠🍳🍫🍴

Resep :
Bahan A
* 250 gr terigu 🔼 /15 sdm
* 1/2 sdt baking powder
* 3 1/2 sdm gula halus/pasir
* 1 bks vanili bubuk
* garam seujung sendok teh
Bahan Cair
* 350 ml susu cair/ Susu UHT
* 1 butir telur agak besar
Bahan terakhir
* 1/4 sdt soda kue
CARBUT :
- campur semua bahan A (terigu & gula halus diayak), aduk rata lalu masukkan bahan cair,aduk rata sampai tidak menggumpal
- diamkan adonan slama 30-45 menit, tutup adonan
- setelah didiamkan, panaskan teflon dng api sedang
- aduk adonan lalu masukkan soda kue, aduk rata
- tuang ke teflon, jika sdh timbul lubang (sarang), taburi gula pasir, lalu tutup, tunggu hingga matang.... " Let's get cooking"

Tips : tes panasnya teflon dng menggunakan air, jika air diteteskan di teflon langsung hilang maka adonan siap dituang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa mustajab Dibulan ramadhan

*WAKTU MUSTAJAB DO'A SAAT RAMADHAN yang jarang diketahui orang*✨

Ada suatu waktu yg mustajab utk berdoa, dimana doa tsb tidak akan ditolak oleh Allah Subhanahu wata'ala, yaitu BERDO'A saat MENJELANG BERBUKA PUASA dan menjelang makan SAHUR.

Di Mekkah & Madinah, satu jam sebelum adzan maghrib orang2 sudah menengadahkan tangan ke langit berdoa untuk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mereka berdoa dengan syahdu sepenuh keyakinan, sampai2 air mata mereka mengalir deras..
Ya, berdoa meminta kepada Allah yg Maha Kaya...

Kesalahan yang dilakukan kaum muslimin kita disini (Indonesia) yaitu dengan menyia2 kan waktu yang sangat mustajab ini dengan cara ngabuburit menjelang adzan maghrib, kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka, & mereka sudah merasa cukup dengan hanya membaca doa buka puasa saja, padahal hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur.

Setelah kita memahaminya, hendaknya *minimal 10 ~ 15 menit sebelum adzan maghrib*_(sudah dalam keadaan berwudhu)_ kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dengan  didahului puji2an kepada Allah & ber shalawat atas Nabi),
Karena Allah menggaransi bahwa doa2 tersebut akan dikabulkan.. *"Allah sesuai prasangka hamba kepada-Nya"*

Manfaatkanlah waktu ini, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka.
Berdo'alah untuk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, saudara kita,sahabat kita, negeri kita...

Musuh2 islam tahu betapa hebat ummat Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam bila mereka berdo'a kpd Rabb-nya disaat menjelang berbuka.

Karena itu, mereka buat tipu daya utk melalaikannya dengan program2 tv & media lainnya di *waktu2 yang mustajab yaitu: menjelang berbuka & menjelang sahur (2/3 malam).*

Sehingga ummat ini, mereka makan-minum, berpuasa, namun tak sempat untuk berdoa.

Semoga nasehat yg singkat ini bermanfaat bagi umat yg belum mengetahuinya._

..أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ..

*Mari MEMBIASAKAN Yang Benar*
*BUKAN Membenarkan Yang Biasa*

---Selamat menjalankan ibadah puasa Romadhon thn 2017, semoga kita semua diberi Allah kesehatan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik, dan mendapat lailatul qodarNya... Aamiin

Ustadz Irfan Lc

Diposting kembali oleh grup WhatsApp *Bahir Community*
Semoga bermanfaat.

*Bahir_id*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penyebab Batalnya Shaum atau Puasa

🌸 *رمضان المبارك* ❄

_Seri Fiqh Ramadlan - 5 : Hal hal yang Membatalkan Shaum_

Yang Membatalkan Shaum dan Wajib Qodlo :

🌱 *1. Makan dan Minum dengan sengaja*

Jika seseorang makan karena lupa, khilaf atau terpaksa; maka tidak wajib baginya qodlo dan kifarat. Dari Abu Hurairah RA. bahwasanya Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam bersabda,

مَنْ نَسِيَ ، وَهُوَ صَائِمٌ، فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ، فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ؛ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللّٰه وَ سَقَاهُ

_"Barangsiapa lupa, padahal ia shaum, kemudian makan dan minum, maka hendaklah ia tetap sempurnakan shaumnya. Sesungguhnya Allaah telah memberinya makan dan minum"_ (HR. Bukhari [3/40], Muslim No. 171, At-Tirmidzi No. 721, dan ia berkata, "hadits hasan shohih")

Rasulullaah SAW juga bersabda,

مَنْ أَفْطَرَ فِيْ رَمَضَان نَاسِيًا، فَلَا قَضَاء عَلَيْهِ، وَ لَا كَفَّارَة

_"Barangsiapa yang berbuka karena lupa, maka tidak wajib baginya Qodlo, atau Kifarat"_ (HR. Al-Bayhaqi No. 8074. Ibn Hajar berkata : sanadnya shohih)

Madzhab Hanafi dan Maliki memandang, seseorang yang makan dan minum di bulan Ramadlan tanpa udzur dan dengan sengaja, wajib baginya qodlo dan kifarat. (Al Mawsu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 60/28)

🌱 *2. Muntah dengan sengaja( _al qoy-u 'amdan/القَيْءُ عَمْدًا_ )*

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, Rasul SAW bersabda,

مَنْ ذَرَعَهُ القَيْءُ، فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاء، وَمَنْ اسْتَقَاءَ عَمْدًا، فَلْيَقْضِ.

_"Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya qodlo(jika sedang shaum); namun yang muntah dengan sengaja, maka wajib baginya qodlo"_ (HR. Ahmad No.10463, At-Tirmidzi No. 720. Dishahihkan oleh Al Hakim)

🌱 *3. Haidl dan Nifas*

Dari Mu'adzah, ia berkata : Aku bertanya pada 'Aisyah r.anha, "Mengapa haidl mengharuskan seorang perempuan meng-qodlo shaumnya, tapi tidak meng-qodlo sholatnya?". Ibunda 'Aisyah menjawab,
كَانَ يُصِيْبُنَا ذلك مع رسول الله، فنؤمر بقضاء الصوم، و لا نؤمر بقضاء الصلاة.

_"Hal itu(haidl) pernah  menghinggapi kami tatkala bersama Rasulullaah SAW, dan kami diperintahkan untuk meng-qodlo shaum, tetapi tidak diperintahkan untuk meng-qodlo sholat"_ (HR. Bukhari[1/88], Muslim No. 69, At-Tirmidzi No. 130)

🌱 *4. Berlezat-lezat hingga keluar mani( _al Istimna/الإستمناء_ )*

Maksudnya, jika keluar mani disebabkan suami mencium istrinya, atau memeluk serta merabanya, maka batal shaumnya dan wajib qodlo. Termasuk dalam hal ini onani/masturbasi; dengan tangan sendiri, tangan istrinya atau dengan alat alat. Itu semua membatalkan shaum dan mewajibkannya qodlo (lihat, Kifayatul Akhyar, Kitab As-Shiyam, Hal. 202)

Menurut madzhab Maliki, tidak hanya wajib qodlo, namun juga wajib kifarat (Al Mawsu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 28/32)

Adapun keluar mani sebab khayalan atau sekedar memandang, maka tidak membatalkan shaum. Tapi tentu akan merusak pahala shaum, jika sengaja.

🌱 *5. Memasukkan barang apapun ke dalam bagian lubang dalam tubuh, seperti telinga, hidung, dubur dan qubul.*

Termasuk diantaranya merokok, atau _ihtiqon_(berobat dengan memasukkan sesuatu ke dalam dubur) menurut mayoritas 'ulama membatalkan shaum. (Al Mawsu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 38/28)

🌱 *6. Niat membatalkan shaum*

Meski tidak makan dan minum, namun jika ia berniat membatalkan shaumnya, maka batallah shaumnya. Sebab, niat adalah rukun shaum(Fiqh As-Sunnah, Hal. 527); dan niat bagian dari amal, sebagaimana hadits riwayat 'Umar "Sesungguhnya amal tergantung niatnya". (lihat, Al Mawsu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 61/28)

🌱 *7. Jima' (Berhubungan badan) dengan sengaja. Tidak hanya wajib qodlo, namun juga wajib kifarat*

Wajib bagi mereka yang berjima' dengan sengaja, qodlo dan kifarat. Baik laki laki(suami) maupun perempuan(istri). Hal ini berdasarkan hadits, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

_"Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” Dia berkata,”Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.” (Dalam riwayat lain berbunyi : aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadlan). Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam berkata,”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?” Dia menjawab,”Tidak!” Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi,”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia menjawab,”Tidak.” Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” Dia menjawab,”Tidak.” Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini, Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam diberi satu ‘aroq berisi kurma –Al aroq adalah alat takaran- (maka) Beliau berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?” Dia menjawab,”Saya orangnya.” Beliau berkata lagi: “Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!” Kemudian orang tersebut berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian (Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berka “Berilah makan keluargamu!”_(Muttafaq 'Alayhi).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara membaca Al-Quran

*KIAT-KIAT DALAM MEMBACA AL-QUR'AN AL-KARIM AGAR LEBIH KHUSYUK*✨

Dr. Muhammad Abdullah al-Muhaisini وفقه الله وحفظه

هذه وصايا أثناء قراءة القران أود البوح بها لك يامحب ..

Berikut beberapa kiat saat membaca Al-Qur'an yang ingin saya ketengahkan untuk Anda wahai sobat

١- لاتعطي القرآن فضلة وقتك بل خصص له وقت محدد لاينازعك عليه أحد .

1. Jangan pernah Anda berikan Al-Qur'an waktu senggang (untuk membacanya), akan tetapi khususkan waktu baginya, dimana diwaktu tersebut tidak ada seorang pun yang akan mengganggu Anda.

٢- قبل القراءة جدد وضؤك ، واستقبل القبلة ، وابدأ بالاستعاذة ثم البسملة ، واستحضر فضل قراءة القرآن .

2. Sebelum membaca, perbaharuilah wudhu Anda, hadapkan (badan) ke kiblat, mulai dengan ta'awudz kemudian basmallah, hadirkan (dalam hati) akan keutamaan membaca Al-Qur'an.

٣- ليكن صوتك وسطاً لامرتفعاً فتتعب وتزعج ولامنخفظاً فتمل وتنعس ، ولتكن سرعتك وسطاً لاسريعة فتهذ ولابطيئةً فتسئم

3. Bacalah dengan suara sedang, tidak terlalu tinggi yang akan membuatmu capek dan bosan. Tidak pula terlalu lirih yang akan membuatmu malas dan mengantuk. Bacalah dengan kecepatan sedang tidak terlalu cepat hingga terpelecok, atau terlalu lambat hingga menjadi jemu.

٤- للقرآن هيبة ووقار ، ومن عظم القرآن في قلبه عظم الله مكانته بين الناس ، فلا تقطع قراءتك بالكلام مع فلان وفلان

4. Al-Qur'an memiliki wibawa dan martabat, barangsiapa mengagungkan Al-Qur'an dalam hatinya, maka ALLAH akan meninggikan kedudukannya diantara manusia. Maka janganlah Anda potong bacaan Al-Qur'an hanya untuk berbicara dengan fulan atau fulan.

٥- كان السلف إذا شرع أحدهم في قراءة سورةٍ لايقطعها حتى يتم السورة ، وهذا من الأدب مع كلام الله ، والبعض يقطع الآيات !

5. Adalah para salaf, jika seorang diantara mereka memulai untuk membaca suatu surat, maka ia tidak akan pernah memotongnya hingga selesai surat tersebut. Ini merupakan adab terhadap firman ALLAH. Sedang sebagian kita (ringan saja) memotong ayat (hanya untuk berbicara dengan orang).

٦- إذا بدأت قراءتك فلا تلتفت لأحد وإذا أراد أحدهم الحديث معك فأشر بيدك له معتذراً ، وهذا من تعظيمك لكتاب الله .

6. Jika Anda telah memulai bacaan Al-Qur'an, maka jangan sekali-kali menoleh kepada seorang pun, dan jika ada orang lain yang ingin berbicara dengan Anda, maka isyaratkanlah dengan tangan kepadanya sebagai permohonan maaf. Hal ini merupakan bentuk pengagungan Anda terhadap Kitabullah.

٧- إن كنت ولابد قاطعاً تلاوتك لحديثك لأحدهم ، فلاتجبه فور حديثه بل لينتظرك حتى تقف على رأس الآية في موقف مناسب .

7. Jika Anda memang harus memotong tilawah Al-Qur'an untuk menjawab pembicaraan orang lain, maka jangan Anda jawab seketika ia selesai berbicara, namun tunggulah hingga Anda merampungkan bacaan pada awal ayat, atau berhenti di tempat yang sesuai.

٨- يجب عليك تحريك لسانك أثناء القراءة ، أما قراءة العين فهي لاتجزئ ولاتعبر قارئاً هكذا أفتى العلامة بن باز رحمه الله

8. Wajib bagi Anda menggerakan lisan saat membaca Al-Qur'an, adapun hanya sebatas membaca dengan mata, maka hal tersebut tidaklah cukup, dan tidak dianggap sebagai tilawah, demikianlah al-Allamah Ibnu Baz rahimahullah memfatwakan.

٩- من عدم احترامك لكلام ربك أن تقرأ آيات يسيرة ثم تتابع تويتر وتليجرام و..و..و ثم تعود ، ثم تتصفح وهكذا !

9. Termasuk (dikatakan) tidak hormat dengan firman ALLAH, manakala Anda baru membaca beberapa ayat kemudian menyelanya dengan twiter, telegram, dan semisalnya... kemudian kembali membaca, setelahnya Anda kembali membuka (medsos) dan begitu seterusnya..

١٠- أنصحك أن تذهب لمسجد بعيد لامعارف لك به وأن تذهب الأخت لغرفة منعزلة ، لتخلوا بكتاب ربك فتذوق حلاوته وتتدبر آياته

11. Saya sarankan kepada Anda untuk pergi ke Masjid yang lumayan jauh, yang tiada seorang pun mengenal Anda, dan bagi saudariku untuk menyendiri di sebuah kamar, agar Anda sekalian dapat berkhalwat dengan Kitabullah, hingga Anda mampu merasakan manisnya Al-Qur'an dan merenungi ayat-ayatnya.

١١-مهمة:
شر جليس لك في قراءتك هاتفك !

فأنصحك أن تتركه في المنزل أو السيارة وتذهب للقراءة وحدك حتى لايدخل منه الشيطان

11. PENTING!.
Sejelek-jelek teman dudukmu saat membaca Al-Qur'an adalah Hape.

Maka saya nasihatkan kepada Anda agar meninggalkannya di rumah ataupun di mobil, menyendirilah dalam membaca Al-Qur'an, hingga setan tidak akan menyibukkanmu dengan (hape).

١٢- أثناء قراءتك ستمر عليك آيات رحمة ووعيد قف عند بعضها وارفع يديك واسأل الله من فضله فلها أثر على القلب كبير

12. Selama Anda membaca, maka Anda akan melewati ayat-ayat rahmat dan ayat-ayat ancaman, berhentilah pada sebahagiannya, kemudian angkatlah kedua tanganmu, mintalah kepada ALLAH dari karunia-NYA, yang demikian itu memiliki pengaruh yang LUAR BIASA bagi hati.

١٣- إن كنت بطيئ القراءة أو لاتحسنها فأعلم أن أجرك مضاعف فلك الأجر مرتين .. وأوصيك بتحميل القرآن صوتياً بهاتفك وتابعه

13. Jika Anda termasuk lambat dalam membaca Al-Qur'an, atau tidak terlalu piawai, maka ketahuilah bahwa pahala Anda akan dilipatkan. Bagi Anda pahala dua kali lipat.

Dan saya sarankan agar Anda mendownload audio bacaan Al-Qur'an di hape, untuk Anda simak.

١٤- ختم قراءتك على أواخر السور أكمل وأفضل من ختمها على أواخر الأجزاء.
-ابن عمر إذا شرع في سورة لايقف حتى يختمها

14. Menutup tilawah Anda pada akhir surat itu lebih baik dan lebih sempurna, daripada menutupnya pada setiap akhir juz.

Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma jika telah memulai bacaan suatu surat, maka ia tidak akan berhenti hingga ia merampungkan (surat tadi).

١٥-لايشغلنك قطع الأجزاء عن التدبر ومما يساعدك عليه تكرار الآية مرتين وثلاث وعشر حتى يلين لها قلبك ، تقبل الله منا ومنك.

15. Jangan Anda terlalu fokus menyelesaikan juz-juz (bacaan) hingga melalaikan tadabbur. Dan diantara metode yang dapat membantumu dalam mentadaburi (Al-Qur'an) yakni dengan mengulang-ulang ayat sebanyak dua, tiga atau puluhan kali, hingga dengannya hatimu menjadi lembut.

Mudah-mudahan ALLAH menerima amalan saya dan amalan Anda.

ماسبق خمسة عشر وصية ، كتبتها لك ، عسى الله أن ينفعني وإياك بكتابه، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم ....

Demikianlah lima belas petuah yang bisa saya tuliskan untuk Anda, mudah-mudahan dengan tulisan ini ALLAH memberikan kemanfaatan pada diri saya dan Anda. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada Nabi kita Muhammad beserta keluraga dan para sahabat beliau.

Dialihbahasakan oleh :
Abu Ukasyah S.B.

Diposting kembali oleh Grup Whatsapp *Bahir Community*
Semoga bermanfaat.

*Bahir_id*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

wanita Terikhlas didunia

*Jadilah Istri dan Ibunda Tauladan*
Bagaimana cara menjalankan peran? Saudariku sesama muslimah… hal yang perlu kita pahami dan yakini adalah peran kita sebagai seorang wanita seluruhnya merupakan bentuk penghambaan diri kepada Allah. Semuanya …

*Bagaimana cara menjalankan peran?*

Saudariku sesama muslimah… hal yang perlu kita pahami dan yakini adalah peran kita sebagai seorang wanita seluruhnya merupakan bentuk penghambaan diri kepada Allah. Semuanya adalah bentuk peribadahan kita kepada Allah semata. Dan dalam menjalankan ibadah, ada dua prinsip pokok yang harus kita pegang, yaitu:
Dilandasi keikhlasan karena Allah semata dan dijalankan dengan ittiba’ sesuai tuntunan Rasulullah shallahu alaihi wa sallam.

فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas dalam menjalankan agama untuk-Nya (semata).” (QS. Az Zumar : 2)

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perkara (tuntunan) kami padanya, maka tertolak.” (HR. Muslim)

Maka sudah jelas bagi kita semua, kaum wanita, untuk menjalan peran-peran tersebut di atas dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

*Jalankan Dengan Ikhlas*

Untuk menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah maka salah satu cara yang paling mendasar adalah dengan mengetahui pentingnya keikhlasan dalam beribadah kepada Allah. Begitu juga dengan menumbuhkan keikhlasan seorang wanita dalam menjalankan berbagai peran dalam hidupnya.

Sebagai seorang hamba Allah, hendaknya setiap wanita sadar akan tujuan penciptaannya. Hendaknya ia bersyukur kepada Sang Pencipta atas anugerah kesempatan untuk hidup di dunia, menjalankan berbagai aktivitas agar dapat kembali ke sisi Allah dengan perjumpaan yang indah. Dengan begitu ia akan melakukan ibadah dengan tulus dan ikhlas.

Sebagai seorang istri bagi suami, hendaknya ia bersyukur kepada Allah diberi ladang beribadah melalui suami agar dapat dengan mudah meraih surga-Nya. Tidakkah kita, wahai wanita, merasa bahagia dengan kabar berikut ini?

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklan dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka’.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban, shahih)

Hanya dengan empat perkara di atas maka kita dapat memilih memasuki surga Allah dari pintu surga manapun yang kita inginkan. Oleh karena itu jadikanlah bentuk peran kita sebagai istri bagi suami merupakan salah satu kesempatan agar semakin dekat di sisi Allah Subhanahu wa Ta‘ala

Sedangkan sebagai seorang ibu, hendaknya ia memahami bahwa setelah Allah adalah ia yang mempunyai peran besar dalam pendidikan anak dengan didampingi suaminya. Ibu merupakan tombak kejayaan Islam. Sentuhan lembut tangan seorang ibu kepada anaknya adalah kobaran api untuk meraih peradaban Islam. Dan ketulusan kasih yang ia beri ke anaknya adalah tonggak sejarah baiknya generasi penerus Islam. Ibu memiliki peran besar dalam mendidik bibit-bibit penerus Islam.

Sebelum menjadi seorang ibu, alangkah baiknya ketika seorang wanita yang belum menikah telah paham akan besarnya peran yang harus ia tanggung dalam mendidik anak. Setelah kesadaran itu ada, hendaknya ia mempersiapkan diri untuk menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anaknya. Dengan begitu ketika ia sedang menjadi seorang ibu, ia telah mempuyai cukup bekal untuk mendidik dan membesarkan anaknya. Tentu saja dengan terus memperbaiki diri agar menjadi ibu yang lebih baik lagi.

Beberapa kisah tauladan ibu-ibu tangguh dalam mendidik anak-anaknya adalah ibunda tiga imam besar berikut, ibunda Imam Ats Tsauri, ibunda Imam Malik bin Anas, dan ibunda Imam Asy Syafi’i. Tiga ibunda ulama besar di atas telah memahami betapa pentingnya peran mereka dalam mendidik anak. Mereka tumbuh menjadi seorang muslimah yang shalihah, cerdas, dan tegas dalam mengasuh anak-anaknya. Mereka rela mengorbankan berbagai bentuk pengorbanan demi kebaikan anaknya. Mereka mengorbankan hartanya, usahanya, waktunya agar anaknya dapat menjadi ulama besar.

Ibu Sufyan Ats Tsauri selalu menyemangati, menasihati, dan mengawasi anaknya agar semangat menggapai pengetahuan. Ia tegaskan kepada anaknya bahwa menuntut ilmu adalah suatu perjuangan yang tidak boleh disia-siakan. Butuh pengorbanan yang keras dalam menuntut ilmu, tidak dapat dilakukan dengan bermalas-malasan. Ia juga rela membanting tulang mencari uang agar Sufyan Ats Sauri dapat menuntut ilmu dengan baik.

Sedangkan Ibunda Imam Malik bin Anas menegaskan kepada Imam Malik bin Anas bahwa mempelajari akhlak dan adab itu lebih utama daripada mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Ia selalu senantiasa memotivasi dan mengantarkan Imam Malik bin Anas ketika kecil untuk menuntut ilmu.

Begitu juga dengan Ibunda Imam Syafi’i yang harus membesarkan, mendidik, dan memperhatikan Imam Asy Syafi’i seorang diri dikarenakan suaminya telah meninggal dunia. Sungguh beban yang sangat berat bagi seorang wanita. Akan tetapi ia justru membawa Imam Syafi’i hijrah ke berbagai tempat agar dapat menuntut ilmu dengan baik. Ia memberikan perhatian yang luar biasa terhadap pendidikan anaknya.

Itulah rahasia sukses ketiga ibunda imam besar di atas. Hendaknya kita sebagai seorang wanita mencontoh apa yang mereka lakukan. Semoga kita diberi petunjuk dan kekuatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sumber : muslimah.or.id
Repost by : bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Arti berpuasa

*ARTINYA BER-PUASA*

▶ *PUASA itu bukan saja hanya menahan :*
> Lapar,
> Haus,
> Jima’ (hubungan suami istri).

👉🏾 _Akan tetapi, PUASA yang sebenarnya adalah menjaga :_

> *Hati, dari pikiran-pikiran yang buruk,*
> *Mata, dari melihat hal-hal yang haram,*
> *Lisan, dari bicara yang kotor, jelek, dusta, adu domba, mencela,*
> *Telinga, dari mendengar perkataan keji dan buruk*
> *Tangan dari melakukan maksiyat,*
> *Kaki dari melangkah ke dalam perbuatan dan tempat maksiyat,*

👉🏾 Jagalah dari itu semua, *agar puasa kita berkualitas dan menghasilkan pahala yang luar biasa besar.*

● Kalau puasa hanya menahan makan, minum dan hubungan suami istri, itu baru puasa dhahir saja,

▪ _Karena hakikatnya puasa itu_ adalah *MENGEKANG HAWA NAFSU SELURUH TUBUH AGAR TUNDUK KEPADA ALLAH TA'ALA.*

❌ Orang yang berpuasa, tapi hanya menahan makan, minum, jima’ saja, *ia tidak mendapatkan pahala puasa.*

🌿 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

_“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”_

📚 (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa.

Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).

🌿 Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

_“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”_
📚 (HR. Bukhari no. 1903).

💐  Agar puasa kita berkualitas,  sekali lagi,

✔ *Jagalah Mata:*
– _Jangan menonton acara televisi dan video yang di dalamnya orang yang membuka aurat,_
– _Jangan melihat foto atau gambar yang terbuka aurat atau fitnah yang tersebar di medsos._

✔ *Jagalah lisan :* - _Jangan menggunjing, mencela, berkata jorok, menfitnah, Jangan beradu mulut, dll_

✔ Jagalah telinga : - _Jangan mendengarkan perkataan buruk, mendengarkan musik, dll_

✔ *Jagalah hati dan seluruh badan dari perbuatan maksiyat dan sia-sia..*

→ *Justru gunakanlah panca indera kita untuk beramal shalih;*
→ *membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdakwah, amar ma’ruf nahi munkar, dll*

💐 Agar puasa kita berkualitas dan berisi, sehingga kita insyaAllah bisa menuai pahala besar di sisi Allah Ta’ala dan mendapatkan ampunan dariNya.

🖊 Penulis:
Ustadz Agus Santoso, Lc. M.P.I

By Bahir Community
Ig Bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

puasa sejati

🌱TAUSIYAH PAGI🌱

Oleh Ustadz 'Abdullāh Zaen, Lc. MA (BimbinganIslam.Com)

*PUASA SEJATI*✨

Dikisahkan pada suatu hari Imam Ahmad Ibnu Hanbal rahimahullāh sedang berpuasa. Menjelang berbuka dengan 2 potong roti kering, datanglah seorang pengemis ke rumah beliau untuk meminta-minta.

Imam Ahmad merasa iba dengan pengemis tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Imam Ahmad?

Ternyata 2 potong roti kering yang beliau siapkan untuk berbuka puasa diberikan semuanya ke pengemis tersebut sehingga tidak ada makanan tersisa di dalam rumah beliau.

Lantas beliau berbuka dengan apa? Beliau berbuka dengan segelas air putih dan keesokan harinya bersahurpun dengan segelas air putih. Luar biasa bukan?
Begitulah sosok orang-orang yang puasanya telah mempengaruhi perilaku kesehariannya.

Dan puasa bagaimanakah yang akan mempengaruhi perilaku seorang hamba?
Yaitu puasa yang bukan sembarang puasa yaitu PUASA SEJATI.

Apakah PUASA SEJATI itu?

Puasa sejati bukanlah hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi makna puasa lebih luas dari itu.

Sebagaimana yang diisyaratkan oleh shahābat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang bernama Jābir bin 'Abdullāh radhiyallāhu 'anhu:

إذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك

"Jika engkau berpuasa hendaklah telingamu ikut berpuasa, lisanmu ikut berpuasa dan matamu ikut berpuasa." (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 3/3)

Jadi, Jābir bin 'Abdullāh memberikan sebuah makna yang sangat dalam dari ibadah puasa. Ternyata puasa itu bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar.

• Apa itu PUASA MATA?

Yaitu menjaga mata ini dari melihat hal-hal yang diharamkan Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

Demi mengamalkan firman Allāh Subhānahu Wa Ta'āla:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ

"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada kaum mu'minin agar mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka." (An-Nūr 30)

Dan Allāh berkata kepada kaum mu'mināt:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada kaum mu'mināt, hendaklah mereka senantiasa menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka." (An-Nūr 31)

Jadi Allāh menjelaskan didalam ayat ini bahwa mata digunakan untuk sesuatu yang tidak dimurkai oleh Allāh.

Kita terkadang heran dengan perilaku sebagian orang yang berpuasa, biasanya pada sore hari duduk-duduk (ngabuburit) di jalan-jalan.

• Apa itu PUASA LISAN?

Puasa lisan adalah menggunakan lisan ini dalam hal-hal yang diridhai Allāh Subhānahu Wa Ta'āla. Jika tidak bisa mengatakan kata-kata yang baik, maka diamlah.

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت 

"Barangsiapa yang beriman kepada Allāh dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Aneh sekali jika orang yang berpuasa tapi masih menggunjing orang lain, berbohong, mencaci orang lain.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menegaskan dalam sebuah hadits shahīh:

فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

"Orang yang berpuasa kemudian tidak meninggalkan perkataan dusta, Allāh tidak butuh dengan laparnya dan dahaganya." (HR. Bukhari)

Ini peringatan keras dari Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwa orang yang berpuasa tapi masih menggunjing orang lain, gemar berdusta, suka mencaci dan menghina orang lain maka orang-orang seperti ini puasanya tidak dibutuhkan Allāh. Dan bisa sampai tidak diterima oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla seandainya dia tidak memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun puasa.

• Apa itu PUASA TELINGA?

Yaitu kita berusaha untuk tidak memasukkan ke dalam telinga kita kecuali sesuatu yang baik.

Maka jangan habiskan waktu berpuasa kita (dan juga ketika tidak berpuasa) untuk mendengarkan gosip/aib oranglain & nyanyian. Habiskan waktu kita untuk mendengarkan bacaan Al-Qurān, pengajian.

Maka, puasa sejati adalah orang yang telah berpuasa bukan hanya perutnya saja tapi juga berpuasa dengan telinga, mata dan lisannya bahkan seluruh anggota tubuhnya (tangan, kaki, hati).

SELAMAT BERPUASA DENGAN PUASA YANG SEJATI.
Download audio: bit.ly/BiAS-Tmk-AZ-PuasaSejati
Sumber: https://youtu.be/9nlDLLHgNGc
____________________________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi *Donatur Rutin Program Dakwah & Sosial Cinta Sedekah*

1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia
4. Operasional Dakwah & Kegiatan Sosial

Silakan mendaftar di :
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

*Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah*
www.cintasedekah.org
https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
youtu.be/P8zYPGrLy5Q
_______

Diposting kembali oleh *Bahir Community Whatsapp Group*
Semoga bermanfaat.

*Bahir_id*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ceramah Tarawih

*Apa hukum ceramah tarawih?*

*Pertanyaan*

_Apa hukum memberikan nasehat disela shalat  tarawih, atau kadang dilakukan di tengah-tengah pelaksanaan shalat tarawih secara rutin?_

*Jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin:*

Tidak terlarang. Jika setelah salam lalu imam berdiri untuk shalat berikutnya, kemudian ia melihat shaf agak kurang lurus, atau ma’mum terpisah-pisah hingga terdapat rongga, maka hendaknya imam memberi nasihat: “Luruskan dan rapatkan!”. Hal ini tidak terlarang. Sedangkan nasihat yang berbentuk ceramah, sebaiknya tidak dilakukan. Jika ada sesuatu yang perlu disampaikan atau suatu keperluan, sebaiknya setelah tarawih selesai. Jika melaksanakan ceramah tarawih tersebut dimaksudkan sebagai ibadah, maka ini bid’ah. Dan salah satu pertanda, ceramah tersebut dimaksudkan sebagai ibadah adalah dengan melaksanakannya secara rutin setiap malam.

Namun aku ingin bertanya: Saudaraku, mengapa engkau mengadakan ceramah disela tarawih? Bukankah sebagian orang memiliki kesibukan sehingga ia ingin segera menyelesaikan shalat tarawih karena mengaharapkan pahala yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

‎من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة

_“Orang yang shalat tarawih bersama imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.”_

Apabila anda senang mendengarkan atau memberikan ceramah, atau juga misalnya setengah dari jamaah pun suka mendengarkan ceramah, atau bahkan tiga per empat jamaah menyukainya, maka janganlah membuat jamaah yang seperempat lagi merasa ‘terpenjara di masjid’, karena mengedepankan kesenangan dari tiga perempat jamaah lainnya. Bukankah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, yang kurang lebih lafazhnya:

‎إذا أمّ أحدكم الناس فليخفف فإن من ورائه ضعيف والمريض وذي الحاجة

_“Jika seseorang menjadi imam, hendaknya ia ringankan shalatnya. Karena di barisan ma’mum terdapat orang lemah, orang sakit dan orang yang memiliki keperluan.”_

Maksudnya, janganlah samakan keadaan orang lain dengan keadaanmu atau keadaan orang yang lainnya yang senang mendengarkan ceramah. Hendaknya terapkan standar yang membuat semuanya merasa lega. Maka imamilah tarawih sampai selesai, jika anda selesai dan ma’mum pun sudah selesai, silakan sampaikan apa yang hendak anda sampaikan.

Kita memohon kepada Allah agar Ia menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat serta amal shalih.Ajaklah mereka dengan bahasa yang menyenangkan untuk menghadiri majelis ilmu

‎من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة

_“Orang yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu,maka Allah akan permudah jalannya menuju surga.”_

‎والحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Kaset Liqaa Bab Al-Maftuh No.118

Sumber: http://www.islamqa.com/paging_fatawa.php?bid=2264&tid=3309

*Jawaban Syaikh Abdur Rahman bin Nashir Al Barraak:*

Alhamdulillah. Mengajarkan perkara agama kepada manusia, disyariatkan di setiap waktu. Karena hal tersebut adalah da’wah ilallah dan merupakan usaha penyebaran ajaran agama. Namun sebaiknya anda melihat masing-masing kondisi manusia, atau memilih waktu yang tepat sehingga umumnya mereka siap menerima materi. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam serta para sahabat. Dan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam biasa memperhatikan kesiapan orang yang diberi ceramah karena khawatir mereka jengkel. Ini para sahabat, dan guru mereka adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Demikian juga, terdapat riwayat tentang Ibnu Mas’ud bahwa beliau juga memperhatikan kesiapan orang yang diberi ceramah. Demikian teladan dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Dan tidak ada contoh dari para sahabat dan tabi’in dalam mengkhususkan ceramah tertentu di bulan Ramadhan. Mereka bersepakat untuk memperbanyak membaca Al Qur’an dan menunda kesibukan lain seperti belajar agama atau banyak mengobrol sampai bulan Ramadhan selesai.

Berkaitan dengan hal tersebut, yaitu masalah ceramah tarawih yang dilakukan disela-sela atau setelahnya secara rutin, ini menyebabkan sebagian makmum merasa jengkel. Maka sebaiknya tidak terlalu banyak melakukannya. Yang baik, hendaknya menyampaikannya sebelum shalat fadhu atau setelah selesai tarawih, namun jangan dilakukan secara rutin, juga jangan terlalu lama.

Namun menurutku, tidak perlu diadakan ceramah tarawih sedikitpun, agar meringankan orang yang berharap agar shalat tarawih segera selesai karena memiliki keperluan. Selain itu juga, adanya ceramah tarawih ini juga dapat menghambat orang untuk melakukan aktivitas membaca Al Qur’an, yang mereka prioritaskan untuk mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan. Karena mereka sudah memprogramkan untuk meng-khatam-kan Al Qur’an dalam waktu tertentu.

Dan perlu diketahui, ada imam-imam masjid yang berlomba-lomba memperbanyak acara pengajian dengan berbagai macam tema, ada juga yang menguranginya. Kita memohon kebaikan kepada Allah atas niat dan usaha mereka.

‎وأن ينفعنا بما علمنا، وأن يلهمنا هدي نبينه الكريم صلى الله عليه وسلم

Sumber: http://islamlight.net/index.php?option=com_ftawa&task=view&Itemid=0&catid=349&id=27817

*Keterangan dari saya:*

Bagi yang membaca dengan seksama, penjelasan beliau berdua ini bukanlah membid’ahkan ceramah tarawih. Mereka menganjurkan sebaiknya tidak perlu diadakan dengan alasan:

1. Shalat tarawih itu rakaatnya banyak dan dilakukan berjamaah, bagi sebagian orang ini sudah berat. Apalagi ditambah dengan adanya ceramah. Dan ini kita lihat sendiri pada realita, kebanyakan orang terkantuk-kantuk ketika mendengarkan ceramah tarawih. Selain itu untk meringankan makmum yang memiliki keperluan. Karena Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menganjurkan para imam untuk meringankan makmumnya.
2. Adanya ceramah ditengah tarawih membuat jengkel sebagian orang dan ia keluar dari jamaah sebelum shalat selesai semua, misalnya keluar setelah 8 rakaat dan mengerjaan witirnya di rumah. Padahal jika tidak ada ceramah mungkin ia akan ikut sampai selesai dan mendapatkan keutamaan pahala shalat semalam suntuk.
3. Tidak ada teladan dari para sahabat dan ulama terdahulu
4. Agar umat muslim bisa menyibukkan diri membaca Al Qur’an

Saya juga berprasangka, bisa jadi berkurangnya jamaah shalat tarawih dari hari-ke-hari dikarenakan adanya ceramah ini. Andaikan shalat tarawih dilakukan tanpa ceramah tentu lebih cepat dan ringan sehingga orang-orang semangat melakukannya.

Kemudian beliau berdua membolehkan ceramah tarawih dengan syarat:

1. Tidak dimaksudkan sebagai ibadah. Dengan kata lain, tidak boleh berkeyakinan bahwa ada ceramah itu lebih afdhal, dan jika tidak ada merasa ada yang kurang.
2. Ceramahnya tidak lama
3. Sebaiknya dilakukan setelah shalat selesai semua
4. Tidak dilakukan secara rutin setiap hari

Ceramah tarawih bisa terjerumus ke dalam bid’ah jika diniatkan dalam rangka ibadah tersendiri. Walau niat adalah masalah hati, namun ada indikasi yang dapat dikenali misalnya berkeyakinan bahwa ada ceramah itu lebih afdhal, dan jika tidak ada merasa ada yang kurang, tanda yang lain adalah melaksanakannya secara rutin setiap hari.

Imbauan ini sejatinya bagi para pengurus masjid atau orang yang berkewenangan terhadap kegiatan masjid. Jadi, jika anda pengurus masjid, sebaiknya dipertimbangkan lagi dalam menyelenggarakan ceramah tarawih. Atau jika anda jamaah masjid, anda bisa memberikan masukan kepada pengurus masjid tentang hal ini.

Wallahu’alam.

Sumber: kangaswad.wordpress.com

Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN:D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/BOHXZjF0YnC5OKov560dnO
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/Cplp2pJiPMs6C9POGojM1X

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TADABUR AYAT

🌷One Day One Ayat🌷

*Tadabbur Ayat*

Jangan Malas Meminta Pada-Nya

Allah azza wajalla berfirman:

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (٣٦) قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (٣٧) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (٣٨)

“Berkata Iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguhan, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hijr: 36-38)

Faidah:

1. Ayat ini menunjukkan bahwa hendaknya seorang mu’min tidak malas berdoa dan meminta kepada Allah azza wajalla.

2. Allah mengabulkan permintaan Iblis yang telah mengingkari perintah-Nya hingga menjadi seburuk-buruk makhluk-Nya. Karena itu hendaknya seorang hamba juga tidak merasa pesimis atas doa yang ia panjatkan karena khawatir Allah tidak mengabulkan permintannya. Jika Iblis yang merupakan makhluk-Nya terburuk Allah kabulkan, maka bagaimana dengan seorang mu’min yang taat kepada-Nya?

Syaikh Prof. Dr. Nashir Ibn Sulaiman al-Umar hafizhahullah ketika mentadabburi ayat ini ia berkata:

إذا وسوس الشيطان لك بأن الله لن يجيب دعاءك بسبب ذنوبك فقل قد استجاب لك وأنت شر خلقه : قال ربي فأنظرني إلى يوم يبعثون * قال فإنك من المنظرين

“Apabila Syaithan memberi was-was kepadamu bahwa Allah tidak akan pernah mengabulkan permintaanmu karena dosa-dosamu, maka katakanlah (pada syaithan itu) bahwa Allah telah mengabulkan permintaanmu sedang engkau adalah seburuk-buruk makhluk-Nya. Allah azza wajallan berfirman: “Iblis berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.” (Salah satu cuitan Twiter Syaikh Prof. Dr. Nashir Ibn Sulaiman al-Umar tertanggal: 17-11-2016)

3. Jika doa-doa yang kita panjatkan belum juga dikabulkan oleh Allah, maka berhusnuzhanlah pada-Nya, bersabar, terus berdoa, dan jangan berpuutus asa dari keluasan rahmat-Nya. Sebab Allah azza wajalla pasti akan menagabulkan doa setiap hamba-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ الْعَبْدَ لِيَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ فَيُعْرِضُ عَنْهُ وَيَدْعُوهُ فَيُعْرِضُ عَنْهُ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيَقُولُ لِمَلائِكَتِهِ أَبَى عَبْدِي أَنْ يَدْعُوَ غَيْرِي يَدْعُونِي فَأُعْرِضُ عَنْهُ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدِ اسْتَجَبْتُ لَهُ

“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya ada seorang hamba yang berdoa kepada Allah azza wajalla, namun Allah sedang marah padanya sehingga Allah menolak doanya, lalu hamba itu berdoa lagi, namun Allah masih juga menolaknya, lalu kemudian hamba itu berdoa lagi hingga Allah berkata kepada para Malaikat-Nya: “Hamba-Ku enggan untuk berdoa kepada selain-Ku, ia selalu berdoa dan Aku menolaknya, maka persaksikanlah kali ini aku telah mengabulkan doanya.” (HR. Thabarani)

By bahir community
Ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa berbuka puasa yg shahih

*#DOA BUKA BUKA PUASA YANG SHAHIH#*

Doa Berbuka Puasa yg Terkenal di Tengah Masyarakat:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت
...
“Allahumma laka shumtu (wa bika aamantu) wa ‘ala rizqika afthortu” 

Artinya:
Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka.

Haditsnya : 
“Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya jika Nabi saw berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka)”. (HR. Abu Daud 2/316, no. 358)

Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perowi dho’if yaitu Daud bin Az Zibriqon, dia adalah seorang perowi matruk (yg dituduh berdusta). Jadi riwayat ini juga dho’if.

‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan ‘wa bika aamantu‘ adalah tambahan yg tidak diketahui sanadnya dan tidak jelas serta ada Rawi yg lemah dan pendusta".

Mua’dz ini tidaklah dianggap sebagai perawi yg tsiqah (dipercaya). Keterangan lainnya menyebutkan bahwa Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sanad yg terputus.

KESIMPULANNYA : Do’a tsb tidak bisa diamalkan krn berasal dari hadits dhoif/lemah.

Tapi, ada sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa dari Rasulullah Saw,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

DZAHABAZH ZHOMA’U. WABTALLATIL ‘URUQU WA TSABATAL AJRU INSYA ALLAH

"Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki"

(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 467 8)

Dibaca setelah dibatalkan/berbuka, sedangkan saat akan membatalkan/berbuka membaca Bismillah. YANG SHAHIH#*

Doa Berbuka Puasa yg Terkenal di Tengah Masyarakat:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت
...
“Allahumma laka shumtu (wa bika aamantu) wa ‘ala rizqika afthortu” 

Artinya:
Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka.

Haditsnya : 
“Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya jika Nabi saw berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka)”. (HR. Abu Daud 2/316, no. 358)

Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perowi dho’if yaitu Daud bin Az Zibriqon, dia adalah seorang perowi matruk (yg dituduh berdusta). Jadi riwayat ini juga dho’if.

‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan ‘wa bika aamantu‘ adalah tambahan yg tidak diketahui sanadnya dan tidak jelas serta ada Rawi yg lemah dan pendusta".

Mua’dz ini tidaklah dianggap sebagai perawi yg tsiqah (dipercaya). Keterangan lainnya menyebutkan bahwa Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sanad yg terputus.

KESIMPULANNYA : Do’a tsb tidak bisa diamalkan krn berasal dari hadits dhoif/lemah.

Tapi, ada sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa dari Rasulullah Saw,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

DZAHABAZH ZHOMA’U. WABTALLATIL ‘URUQU WA TSABATAL AJRU INSYA ALLAH

"Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki"

(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 467 8)

Dibaca setelah dibatalkan/berbuka, sedangkan saat akan membatalkan/berbuka membaca Bismillah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Shalat tarawih bagi wanita

🌠Shalat Tarawih bagi Wanita Lebih Baik di Masjid Ataukah Di Rumah?*
🌠

Manakah yang lebih baik bagi wanita, shalat tarawih di masjid ataukah di rumah?
Terlebih dahulu kita lihat bersama penjelasan para ulama mengenai shalat tarawih bagi wanita.
Fatwa Komisi Tetap dalam Riset Ilmiyyah dan Fatwa di Saudi Arabia
Soal: Apakah boleh bagi seseorang melaksanakan shalat tarawih sendirian jika dia luput dari shalat berjama’ah? Dan apakah shalat tarawih untuk wanita lebih baik di rumah ataukah di masjid?
Jawab: Disyariatkan untuk laki-laki –apabila luput dari shalat jama’ah tarawih-, maka dia menunaikannya sendirian. Adapun shalat tarawih untuk wanita lebih baik dilakukan di rumah daripada di masjid. Wa billahi taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam.
Yang menandatangani fatwa ini: Abdullah bin Qo’ud dan Abdullah bin Ghudayan sebagai anggota, ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai Wakil Ketua, dan ‘Abdul Aziz bin Baz sebagai Ketua. [1]
Penjelasan Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy
Jika menimbulkan godaan ketika keluar rumah (ketika melaksanakan shalat tarawih), maka shalat di rumah lebih utama  bagi wanita daripada di masjid. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummu Humaid, istri Abu Humaid As Saa’idiy. Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata bahwa dia sangat senang sekali bila dapat shalat bersama beliau. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ … وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى
”Aku telah mengetahui bahwa engkau senang sekali jika dapat shalat bersamaku. …  Shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” [2]
Namun jika wanita tersebut merasa tidak sempurna mengerjakan shalat tarawih tersebut di rumah atau malah malas-malasan, juga jika dia pergi ke masjid akan mendapat faedah lain bukan hanya shalat (seperti dapat mendengarkan nasehat-nasehat agama atau pelajaran dari orang yang berilmu atau dapat pula bertemu dengan wanita-wanita muslimah yang sholihah atau di masjid para wanita yang saling bersua bisa saling mengingatkan untuk banyak mendekatkan diri pada Allah, atau dapat menyimak Al Qur’an dari seorang qori’ yang bagus bacaannya), maka dalam kondisi seperti ini, wanita boleh saja keluar rumah menuju masjid. Hal ini diperbolehkan bagi wanita asalkan dia tetap menutup aurat dengan menggunakan hijab yang sempurna, keluar tanpa memakai harum-haruman (parfum), dan keluarnya pun dengan izin suami. Apabila wanita berkeinginan menunaikan shalat jama’ah di masjid (setelah memperhatikan syarat-syarat tadi), hendaklah suami tidak melarangnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ
“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat di rumah mereka (para wanita) tentu lebih baik.” [3]
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ
“Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” [4]. Inilah penjelasan Syaikh Musthofa Al Adawi hafizhohullah yang penulis sarikan. [5]
Menarik Pelajaran
Dari penjelasan para ulama di atas dapat kita simpulkan bahwa shalat tarawih untuk wanita lebih baik adalah di rumahnya apalagi jika dapat menimbulkan fitnah atau godaan. Lihatlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih mengatakan bahwa shalat bagi wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjidnya yaitu Masjid Nabawi. Padahal kita telah mengetahui bahwa pahala yang diperoleh akan berlipat-lipat apabila seseorang melaksanakan shalat di masjid beliau yaitu Masjid Nabawi.
Namun apabila pergi ke masjid tidak menimbulkan fitnah (godaan) dan sudah berhijab dengan sempurna, juga di masjid bisa dapat faedah lain selain shalat seperti dapat mendengar nasehat-nasehat dari orang yang berilmu, maka shalat tarawih di masjid diperbolehkan dengan memperhatikan syarat-syarat ketika keluar rumah. Di antara syarat-syarat tersebut adalah:
Pertama, menggunakan hijab dengan sempurna ketika keluar rumah sebagaimana perintah Allah agar wanita memakai jilbab dan menutupi seluruh tubuhnya selain wajah dan telapak tangan.
Kedua, minta izin kepada suami atau mahrom terlebih dahulu dan hendaklah suami atau mahrom tidak melarangnya.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ
“Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR. Muslim). An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Keluarnya wanita ke masjid, jika tidak menimbulkan fitnah dan selama tidak menggunakan harum-haruman.”
Ketiga, tidak menggunakan harum-haruman dan perhiasan yang dapat menimbulkan godaan.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلاَ تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الآخِرَةَ
“Wanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kami.” (HR. Muslim)
Zainab -istri ‘Abdullah- mengatakan bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada para wanita,
إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيبًا
“Jika salah seorang di antara kalian ingin mendatangi masjid, maka janganlah memakai harum-haruman.” (HR. Muslim)
Keempat, jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur yang terlarang antara pria dan wanita) ketika masuk dan keluar dari masjid.
Dalilnya adalah hadits dari Ummu Salamah:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salam dan ketika itu para wanita pun berdiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap berada di tempatnya beberapa saat sebelum dia berdiri. Kami menilai –wallahu a’lam- bahwa hal ini dilakukan agar wanita terlebih dahulu meninggalkan masjid supaya tidak berpapasan dengan kaum pria.” (HR. Bukhari)
Demikian penjelasan kami mengenai shalat tarawih bagi wanita. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita sekalian.

Sumber : rumaysho.com
Repost by : bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jaga Allah maka kamu akan dijaga Allah

🌷Jagalah Allah Niscaya Allah Niscaya Allah Akan Menjagamu* 🌷

Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.Beliau bersabda,
“Nak,aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat:

Jagalah Allah,niscaya Dia akan menjagamu.
Jagalah Allah,niscaya kau dapati Dia di hadapanmu.

Jika engkau hendak meminta,mintalah kepada Allah dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.

Ketahuilah,seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan,maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu.Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu,maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu.Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”
(HR.Trmidzi no.2516

Menjaga Allah artinya menjaga batasan-batasan-Nya(batasan hukum yang telah ditetapkan-Nya),hak-hak, perintah-perintah,serta larangan-larangan-Nya.
Bentuk aplikasinya adalah dengan berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan tidak melampaui batasan yang dilarang oleh-Nya.

Jika semua itu dikerjakan,maka ia termasuk orang yang menjaga Allah sebaik-baiknya

Menurut Ibnu Rajab,penjagaan Allah itu mengandung dua unsur:

Pertama,Allah akan menjaga hamba-Nya yang sholih dengan memenuhi kebutuhan dunianya,seperti terjaga badan,anak, keluarga dan hartanya.

Kedua,Allah akan menjaga agama dan imannya,inilah penjagaan yang paling agung dan mulia.
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)

By : Bahir Whatsapp Group
Ig : Bahir_id

Sumber : Mutiara Islam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

GURU UNTUK ANAK

*GURU BAGI ANAK SENDIRI*✨

Wahai bapak dan ibu, ketika kita dapati anak kita tidak sesuai dengan harapan, maka terlebih dahulu hendaknya kita melihat diri kita. Barangkali pada diri kita masih ada kesalahan atau dosa-dosa yang masih sering kita lakukan. Karena sesungguhnya amalan-amalan yang dilakukan orangtua akan memberi pengaruh terhadap keshalihan anak.

Seorang anak yang melihat ayahnya selalu berdzikir, mengucapkan tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir niscaya akan menirunya mengucapkan kalimat-kalimat tersebut.

Demikian juga seorang anak yang diutus orang tuanya untuk memberi sedekah kepada orang-orang miskin dirumah-rumah berbeda dengan seorang anak yang disuruh orang tuanya membeli rokok dan barang-barang memabukkan. Seorang anak melihat ayahnya berpuasa senin kamis dan melaksanakan shalat jumat dan jama’ah tidak sama dengan anak yang melihat kebiasaan ayahnya nongkrong di kafe, diskotik, dan bioskop.

Kita bisa membedakan antara seorang anak yang sering mendengar adzan dengan seorang anak yang sering mendengar ayahnya bernyanyi. Anak-anak itu pasti akan meniru apa yang sering mereka dengar.

Bila seorang ayah selalu berbuat baik kepada orang tuanya, mendoakan dan memohonkan ampunan untuk mereka, selalu berusaha tahu kabar mereka, menenangkan mereka, memenuhi kebutuhan mereka, memperbanyak berdoa, “rabbighfirli wa li wali dayya..”, berziarah ke kuburan mereka bila telah meninggal, dan bersedekah untuk mereka, serta tetap menyambung hubungan dengan teman-teman mereka dan member hadiah dengan orang-orang yang biasa diberi hadiah oleh mereka dahulu. Maka anak yang melihat akhlak ayahnya seperti ini dengan seizin Allah akan menontohnya dan juga akan memohonkan ampunan untuk orangtuanya.

Seorang anak yang diajari shalat tidak sama dengan anak yang dibiasakan nonton film, musik, dan sepak bola.

Seorang anak yang melihat ayahnya shalat di malam hari, menangis karena takut kepada Allah, membaca Al Qur’an, pasti akan berfikir, “Mengapa ayah menangis, mengapa ayah shalat, untuk apa ayah tidur meninggalkan ranjangnya yang enak lalu berwudhu dengan air dingin di tengah malam seperti ini? Untuk apakah ayah sedikit tidur dan berdoa dengan penuh pengharapan dan diliputi kecemasan?”

Semua pertanyaan ini akan berputar dibenaknya dan akan selalu hadir dalam pikirannya. Selanjutnya dia akan mencontoh apa yang dilakukan ayahnya.

Demikian juga dengan seorang anak perempuan yang melihat ibunya berhijab dari laki-laki yang bukan mahramnya, menutup aurat di hadapan mereka, berhias dengan akhlak malu, ketenangan, dan menjaga kesucian diri. Dia akan mempelajari dari ibunya akhlak tersebut.

Beda dengan seorang anak perempuan yang selalu melihat ibunya bersolek di depan para lelaki bukan mahram, bersalaman, berikhtilat, duduk bersama mereka, tertawa, tersenyum, bahkan berdansa dengan lelaki bukan mahram. Dia akan mempelajari semua itu dari ibunya.

Karena itu takutlah kepada Allah wahai Ayah Ibu, dalam membina anak-anak kalian! Jadilah Anda berdua teladan yang baik, berhiaslah dengan akhlak yang baik, tabiat yang mulia, dan sebelum itu semua berpegang teguh dengan agama ini dan cintailah Allah dan rasul-Nya.

https://www.google.com/url?q=http://qaulan-sadida.blogspot.com/2012/04/guru-bagi-anak-sendiri.html

Repost by bahir_id

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”

(QS. An Najm: 39).

Dari ayat ini, sebagian ulama mengatakan bahwa usaha orang lain tidak akan bermanfaat bagi si mayit. Namun pendapat ini adalah pendapat yang kurang tepat. Syaikh As Sa’di mengatakan bahwa ayat ini hanya menunjukkan bahwa manusia tidaklah mendapatkan manfaat kecuali apa yang telah ia usahakan untuk dirinya sendiri. Ini benar dan tidak ada perselisihan di dalamnya. Namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa amalan orang lain tidak bermanfaat untuk dirinya yaitu ketika orang melakukan amalan untuknya. Sebagaimana pula seseorang memiliki harta yang ia kuasai saat ini. Hal ini tidak melazimkan bahwa dia tidak bisa mendapatkan harta dari orang lain melalui hadiah yang nanti akan jadi miliknya.[1]

Jadi sebenarnya, amalan orang lain tetap bermanfaat bagi orang yang sudah meninggal sebagaimana ditunjukkan pada dalil-dalil yang akan kami bawakan, seperti amalan puasa dan pelunasan utang.

Namun perlu diperhatikan di sini, amalan yang bisa bermanfaat bagi si mayit itu juga harus ditunjukkan dengan dalil dan tidak bisa dikarang-karang sendiri. Jadi tidak boleh seseorang mengatakan bahwa amalan A atau amalan B bisa bermanfaat bagi si mayit, kecuali jika jelas ada dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menunjukkan hal tersebut.

Ketiga: Menunaikan qodho’ puasa si mayit

Pembahasan ini telah kami jelaskan pada tulisan kami yang berjudul “Permasalahan Qodho’ Ramadhan”. Pendapat yang mengatakan bahwa qodho’ puasa bermanfaat bagi si mayit dipilih oleh Abu Tsaur, Imam Ahmad, Imam Asy Syafi’i, pendapat yang dipilih oleh An Nawawi, pendapat pakar hadits dan pendapat Ibnu Hazm.

Dalil dari pendapat ini adalah hadits ‘Aisyah,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya. ”[6] Yang dimaksud “waliyyuhu” adalah ahli waris[7].

Keempat: Menunaikan qodho’ nadzar baik berupa puasa atau amalan lainnya

Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu pernah meminta nasehat pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia mengatakan,

إِنَّ أُمِّى مَاتَتْ وَعَلَيْهَا نَذْرٌ

“Sesungguhnya ibuku telah meninggalkan dunia namun dia memiliki nadzar (yang belum ditunaikan).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan,

اقْضِهِ عَنْهَا

“Tunaikanlah nadzar ibumu.”[8]

Kelima: Segala amalan sholih yang dilakukan oleh anak yang sholih akan bermanfaat bagi orang tuanya yang sudah meninggal dunia

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39). Di antara yang diusahakan oleh manusia adalah anak yang sholih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

“Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua.”[9] Ini berarti amalan dari anaknya yang sholih masih tetap bermanfaat bagi orang tuanya walaupun sudah berada di liang lahat karena anak adalah hasil jerih payah orang tua yang pantas mereka nikmati.

Namun sayang, orang tua saat ini melupakan modal yang satu ini. Mereka lebih ingin anaknya menjadi seorang penyanyi atau musisi –sehingga dari kecil sudah dididik les macam-macam-, dibanding anaknya menjadi seorang da’i atau orang yang dapat memberikan manfaat pada umat dalam masalah agama. Sehingga orang tua pun lupa dan lalai mendidik anaknya untuk mempelajari Iqro’ dan Al Qur’an. Sungguh amat merugi jika orang tua menyia-nyiakan anaknya padahal anak sholih adalah modal utama untuk mendapatkan aliran pahala walaupun sudah di liang lahat.

Keenam: Bekas-bekas amalan sholih (seperti ilmu yang bermanfaat) dan sedekah jariyah yang ditinggalkan oleh si mayit

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang diambil manfaatnya, [3] anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.”[10]

Ketujuh: Sedekah atas nama si mayit

Sedekah untuk mayit akan bermanfaat baginya berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin.[11] Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ – رضى الله عنه – تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ » . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.”
Hukum Menghadiahkan Pahala Bacaan Al Qur’an untuk Si Mayit

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanyakan, “Bagaimana dengan orang yang membaca Al Qur’an Al ‘Azhim atau sebagian Al Qur’an, apakah lebih utama dia menghadiahkan pahala bacaan kepada kedua orang tuanya dan kaum muslimin yang sudah mati, ataukah lebih baik pahala tersebut untuk dirinya sendiri?”

Beliau rahimahullah menjawab:

Sebaik-baik ibadah adalah ibadah yang mencocoki petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan dalam khutbahnya,

خَيْرُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

”Sebaik-baik perkataan adalah kalamullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Setiap bid’ah adalah sesat.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

خَيْرُ الْقُرُونِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelah mereka.”

Ibnu Mas’ud mengatakan,

مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُسْتَنًّا فَلْيَسْتَنَّ بِمَنْ قَدْ مَاتَ ؛ فَإِنَّ الْحَيَّ لَا تُؤْمَنُ عَلَيْهِ الْفِتْنَةُ أُولَئِكَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ

“Siapa saja di antara kalian yang ingin mengikuti petunjuk, maka ambillah petunjuk dari orang-orang yang sudah mati. Karena orang yang masih hidup tidaklah aman dari fitnah. Mereka yang harus diikuti adalah para sahabat Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.”

Jika kita sudah mengenal beberapa landasan di atas, maka perkara yang telah ma’ruf di tengah-tengah kaum muslimin generasi utama umat ini (yaitu di masa para sahabat dan tabi’in, pen) bahwasanya mereka beribadah kepada Allah hanya dengan ibadah yang disyari’atkan, baik dalam ibadah yang wajib maupun sunnah; baik amalan shalat, puasa, atau membaca Al Qur’an, berdzikir dan amalan lainnya. Mereka pun selalu mendoakan mukminin dan mukminat yang masih hidup atau yang telah mati dalam shalat jenazah, ziarah kubur dan yang lainnya sebagaimana hal ini diperintahkan oleh Allah. Telah diriwayatkan pula dari sekelompok ulama salaf  mengenai setiap penutup sesuatu ada do’a yang mustajab. Apabila seseorang di setiap ujung penutup mendoakan dirinya, kedua orang tuanya, guru-gurunya, dan kaum mukminin-mukminat yang lainnya, ini adalah ajaran yang disyari’atkan. Begitu pula doa mereka ketika shalat malam dan tempat-tempat mustajab lainnya.

Terdapat hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan sedekah pada mayit dan memerintahkan pula untuk menunaikan utang puasa si mayit. Jadi, sedekah untuk mayit merupakan amal sholeh. Begitu pula terdapat ajaran dalam agama ini untuk menunaikan utang puasa si mayit.

Oleh karena itu, sebagian ulama membolehkan mengirimkan pahala ibadah maliyah (yang terdapat pengorbanan harta, semacam sedekah) dan ibadah badaniyah kepada kaum muslimin yang sudah mati. Sebagaimana hal ini adalah pendapat Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, sebagian ulama Malikiyah dan Syafi’iyah. Jika mereka menghadiahkan pahala puasa, shalat atau pahala bacaan Qur’an maka ini diperbolehkan menurut mereka. Namun, mayoritas ulama Malikiyah dan Syafi’iyah mengatakan bahwa yang disyari’atkan dalam masalah ini hanyalah untuk ibadah maliyah saja.

Oleh karena itu, tidak kita temui pada kebiasaan para ulama salaf, jika mereka melakukan shalat, puasa, haji, atau membaca Al Qur’an; mereka menghadiahkan pahala amalan mereka kepada kaum muslimin yang sudah mati atau kepada orang-orang yang istimewa dari kaum muslimin. Bahkan kebiasaan dari salaf adalah melakukan amalan yang disyari’atkan yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu, setiap orang tidak boleh melampaui jalan hidup para salaf karena mereka tentu lebih utama dan lebih sempurna dalam beramal. Wallahu a’lam.” –Demikian penjelasan Syaikhull Islam Ibnu Taimiyah–

Catatan: Yang dimaksudkan kirim pahala dari amalan badaniyah ataupun maliyah sebagaimana yang dibolehkan oleh sebagian ulama bukanlah dengan mengumpulkan orang-orang lalu membacakan surat tertentu secara berjama’ah dan ditentukan pula pada hari tertentu (semisal hari ke-7, 40, 100, dst). Jadi tidaklah demikian yang dimaksudkan oleh para ulama tersebut. Apalagi kalau acara tersebut diadakan di kediaman si mayit, ini jelas suatu yang terlarang karena ini termasuk acara ma’tam (kumpul-kumpul) yang dilarang. Seharusnya keluarga mayit dihibur dengan diberi makan dan segala keperluan karena mereka saat itu dalam keadaan susah, bukan malah keluarga mayit yang repot-repot menyediakan makanan untuk acara semacam ini. Lihat penjelasan selanjutnya.

Apakah Mayit Mendengarkan Bacaan Al Qur’an?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Jika ada yang mengatakan bahwa bermanfaat bagi si mayit ketika dia diperdengarkan Al Qur’an dan dia akan mendapatkan pahala jika mendengarnya, maka pemahaman seperti ini sungguh keliru. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah bersabda,

إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia itu mati, amalannya akan terputus kecuali melalui tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang dimanfaatkan, atau [3] anak sholeh yang mendo’akan dirinya. ”

Oleh karena itu, setelah kematian si mayit tidak akan mendapatkan pahala melalui bacaan Al Qur’an yang dia dengar dan amalan lainnya. Walaupun memang si mayit mendengar suara sandal orang lain dan juga mendengar salam orang yang mengucapkan salam padanya dan mendengar suara selainnya. Namun ingat, amalan orang lain (seperti amalan membaca Al Qur’an, pen) tidak akan berpengaruh padanya.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS