Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

sarang semut

Cake Sarang Semut by Lis Achmady

Bahan-bahan

200 g gula pasir
200 ml air panas
3 butir telur kocok lepas
75 g terigu
25 g maizena
1 sdt soda kue
1/4 sdt baking powder double acting
1/4 sdt garam
75 ml susu kental manis / boleh coklat
50 g margarin aduk dgn garpu sampai halus

Langkah

Panaskan gula gunakan wadah anti lengket, sampai mencair dan jadi karamel (gunakan api kecil)
Masukkan air panas,, tggu sampai karamel nya cair.. biarkan uap panasnya hilang dlu, lalu saring dan takar sampai 250ml jk tdk cukup tambahin air aja sampai cukup 250ml.
Siapkan wadah, ayak tepung, maizena, garam, BP, soda kue..

Lalu masukkan telur dan karamel secara bergantian aduk pelan sampai rata dan licin
Masukkan margarine aduk rata, menyusul susu kental manisnya. Aduk sampai semua tercampur dgn rata.
Panaskan oven set 180drjt...Siapakan loyan, sy pakai loyan brownis, oles margarin dan terigu tipis2..
Tuang adonan ke loyan oven selama 50 menit / sesuaiin oven masing2 ya moms

Tggu sampai dingin keluaron dr loyan dan iris sesuai selera. Selamat mencoba moms.. happy baking 😍

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/2676955-cake-sarang-semut

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

cheese stick

🍟 Cheese Stick 🍟

by @megapusfhita

Bahan : - 500 gr Tepung Tapioka / Tepung Sagu
- 5 Butir Telur
- 100 gr Margarin
- 175 gr Keju Cheddar Parut
- 1/2 sdt Garam
- Minyak Goreng

Cara :

1. Campur jadi satu dalam blender telur, margarin, garam dan keju parut. Blender hingga halus.
2. Tuang kedalam baskom berisi tepung, uleni hingga kalis.
3. Tuang minyak goreng agak banyak dalam wajan. Bentuk adonan kecil memanjang dengan tangan, masukkan dalam minyak dingin di wajan. Adonan harus terendam minyak ya.
4. Jika sudah agak banyak nyalakan api kompor tunggu hingga mengembang dan terapung (jangan langsung diaduk karena bisa hancur). Bila sudah agak mengeras aduk2 rata dan goreng sampai matang, angkat tiriskan dan masukkan dalam toples. Dinginkan kembali minyak goreng, ulangi hingga adonan habis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 perkara Di Hari Jumat

🌙🍃 5 PERKARA YANG PERLU ANDA KETAHUI PADA HARI JUM'AT

1️⃣ BERPINDAH TEMPAT KETIKA MENGANTUK
🍃 Dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersaba,

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ فَلْيَتَحَوَّلْ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

“Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk pada hari jum'at, hendaknya ia berpindah dari tempat duduknya itu (kepada tempat yang lainnya).”
📖 (Diriwayatkan Abu Daud no.1119 dan at-Tirmidzi no.526, dishahihkan Syaikh Al-Albani)

2️⃣ SATU JUM'AT MENUJU  JUM'AT BERIKUTNYA MERUPAKAN PENEBUS DOSA
🍃 Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

الصَّلَاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Hari jum’at menuju Jum’at berikutnya merupakan penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya, selama tidak terjatuh kepada dosa besar.”
📖 (HR. Muslim no.233)

3️⃣ MEMBACA SURAT AL-KAHFI
🍃 Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at, ia akan diterangi oleh cahaya (pada hari kiamat) sejauh jarak dua jum’at.”
📖 Lihat Shahihul Jami no. 6470)

🍃 Dalam lafazh lain,

من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له النور ما بينه وبين البيت العتيق

"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari jum'at, ia akan diterangi oleh cahaya (pada hari kiamat) sejauh antara dirinya dan baitul 'atiq (Ka'bah)."

4️⃣ MEMPERBANYAK UCAPAN SHALAWAT
🍃 Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا

“Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari jum’at dan malam jum’at. Karena siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.”
📖 (HR. al-Baihaqi dalam Sunannya, lihat Ash-Shahihah no. 1407)

5️⃣ WAKTU MUSTAJAB
➖ Antara Ashar hingga Maghrib
🍃 Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Abul Qosim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ، قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim mencocoki waktu tersebut ketika ia berdo’a meminta kebaikan kepada Allah, melainkan akan Allah kabulkan permintaannya.”
📖 (HR. Muslim no.852)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sayangi anak

_Seri : Umum, Akhlak, Anak_

🌻 *Ternyata Mencium Anak-Anak Mendatangkan Rahmat* 🌻

✍🏽 _Ditulis oleh Al-Ustadz Firanda Andirja, M.A._

💖 *Yang Kadang Terlupakan Oleh Kedua Orang Tua :*

🌼Ternyata Mencium Anak-Anak Mendatangkan Rahmat Allah !!

💔Sering kita dapati seseorang yang mendidik anaknya dengan cara yang keras…dengan menggunakan pukulan..bahkan tendangan…

💔Bahkan jika tangannya telah lelah memukul maka iapun menggunakan tongkat atau cambuk untuk memukul anaknya. Sementara jika bertemu dengan sahabat-sahabatnya jadilah ia orang yang paling lembut dan ramah.

☝🏾Memang benar bahwa boleh bagi seorang ayah atau ibu untuk mendidik anaknya dengan memukul, akan tetapi hal itu keluar dari hukum asal. Karena hukum asal dalam mendidik…bahkan dalam segala hal adalah dengan kelembutan. Kita –sebagai orang tua- tidak boleh berpindah kepada metode pemukulan kecuali jika kondisinya mendesak. Itupun tidak boleh dengan pemukulan yang semena-mena, semau kita, seperti pukulan yang menimbulkan bekas…terlebih lagi yang mematahkan tulang…

🔥Sering syaitan menghiasi para orang tua dengan  menjadikan mereka menyangka bahwa metode kekerasan dalam mendidik anak-anak adalah metode yang terbaik dan praktis serta metode yang singkat dan segera mendatangkan keberhasilan. Karena dengan kekerasan dalam sekejap sang anak menjadi penurut. ‘

‼Ingatlah ini semua hanyalah was-was syaitan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

✨“Tidaklah kelembutan pada sesuatupun kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatupun kecuali akan memperburuknya”
(Dishahihkan oleh Al-Albani)

🌶Memang benar…jika seorang anak disikapi keras maka ia akan nurut dan patuh…akan tetapi hanya sekejap dan sementara…

‼Kenyataan yang ada menunjukan bahwa jika seorang ayah atau ibu yang senantiasa memukuli dan mengerasi anak-anak mereka akan menimbulkan dampak buruk:

🔥Jadilah kedua orang tua tersebut berhati keras…, hilang kelembutan dari mereka, karena mereka telah membiasakan kekerasan dalam hati mereka
Bahkan anak-anak mereka yang sering mereka pukuli pun menjadi keras…, keras dan kasar sikap mereka dan juga keras hati mereka.
Bahkan tidak jarang sang anak yang dikerasi maka semakin menjadi-jadi keburukannya.  Terutama jika sang anak merasa aman dari control kedua orang tuannya. Hal ini menunjukan sikak keras terhadap seringnya tidak membuahkan keberhasilan dalam mendidik anak-anak.
Kalaupun metode kekerasan berhasil merubah sang anak menjadi seorang anak yang “tidak nakal” maka bagaimanapun akan berbeda hasilnya dengan seorang anak yang dibina dengan kelembutan. Seorang anak yang “tidak nakal” yang merupakan buah metode kekerasan tidak akan memiliki kelembutan dalam sikap dan tutur kata serta kelembutan hati yang dimiliki oleh seorang anak yang dididik dengan penuh kelembutan !!.
Adapun jika kedua orang tua bersikap lembut kepada anak-anak mereka, dan tidak memukul kecuali dalam kondisi terdesak, sehingga tidak keseringan…maka akan menimbulkan banyak dampak positif, diantaranya,

💎Kedua orang tua tetap bisa menjaga kelembutan hati keduanya
Kelembutan hati anak-anak mereka juga bisa terjaga, demikian pula akhlak anak-anak mereka menjadi akhlak yang mulia. Karena mereka telah meneladani kedua orang tua mereka yang selalu bersikap lembut dan sayang kepada mereka.
Anak-anak tatkala telah dewasa maka yang mereka selalu kenang adalah kebaikan, kelembutan, ciuman kedua orang tua mereka yang telah bersabar dalam mendidik mereka. Jadilah mereka anak-anak yang berbakti yang selalu ingin membalas budi kebaikan kedua orang tua mereka.
Kedua orang tua akan mendapatkan rahmat Allah dan ganjaran dari Allah karena sikap lembut mereka kepada anak-anak mereka
Abu Hurairah –semoga Allah meridhoinya- berkata :

✨“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati”
(HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Dalam kisah yang sama dari ‘Aisyah –semoga Allah meridhoinya- ia berkata :

✨“Datang seorang arab badui kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Apakah kalian mencium anak-anak laki-laki?, kami tidak mencium mereka”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Allah mencabut rasa rahmat/sayang dari hatimu”
(HR Al-Bukhari no 5998 dan Muslim no 2317)

✨Ibnu Batthool rahimahullah berkata, “Menyayangi anak kecil, memeluknya, menciumnya, dan lembut kepadanya termasuk dari amalan-amalan yang diridhoi oleh Allah dan akan diberi ganjaran oleh Allah. Tidakkah engkau perhatikan Al-Aqro’ bin Haabis menyebutkan kepada Nabi bahwa ia memiliki 10 orang anak laki-laki tidak seorangpun yang pernah ia  cium, maka Nabipun berkata kepada Al-Aqro’ ((Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayang)).

🎀Maka hal ini menunjukan bahwa mencium anak kecil, menggendongnya, ramah kepadanya merupakan perkara yang mendatangkan rahmat Allah. Tidak engkau perhatikan bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggendong (*cucu beliau) Umaamah putrinya Abul ‘Aash (*suami Zainab putri Nabi) di atas leher beliau tatkala beliau sedang sholat?, padahal sholat adalah amalan yang paling mulia di sisi Allah dan Allah telah memerintahkan kita untuk senantiasa khusyuk dan konsentrasi dalam sholat. Kondisi Nabi yang menggendong Umaamah tidaklah bertentangan dengan kehusyu’an yang diperintahkan dalam sholat. Nabi kawatir akan memberatkan Umaamah (*si kecil cucu beliau) kalau beliau membiarkannya dan tidak digendong dalam sholat.

❤Pada sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan teladan yang paling besar bagi kita, maka hendaknya kita meneladani beliau dalam menyayangi anak-anak baik masih kecil maupun yang besar, serta berlemah lembut kepada mereka”
(Syarh Shahih Al-Bukhari karya Ibnu Batthool, 9/211-212)

✨Syaikh Ibnu Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

(Barangsiapa yang tidak merahamati maka tidak dirahmati), yaitu barangsiapa yang tidak merahmati manusia maka ia tidak akan dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla –kita berlindung kepada Allah akan hal ini-, serta Allah tidak memberi taufiq kepadanya untuk merahmati. Hadits ini menunjukan bahwa bolehnya mencium anak-anak kecil karena rahmat dan sayang kepada mereka, apakah mereka anak-anakmu ataukah cucu-cucumu dari putra dan putrimu atau anak-anak orang lain. Karena hal ini akan mendatangakna rahmat Allah dan menjadikan engkau memiliki hati yang menyayangi anak-anak. Semakin seseorang rahmat/sayang kepada hamba-hamba Allah maka ia semakin dekat dengan rahmat Allah. Bahkan Allah mengampuni seorang wanita pezina tatkala wanita pezina tersebut merahmati seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan…

Jika Allah menjadikan rasa rahmat/kasih sayang dalam hati seseorang maka itu merupakan pertanda bahwa ia akan dirahmati oleh Allah…”

“Maka hendaknya seseorang menjadikan hatinya lembut, ramah, dan sayang (kepada anak-anak), berbeda dengan kondisi sebagian orang bodoh. Bahkan tatkala anaknya yang masih kecil menemuinya sementara ia sedang di warung kopi maka iapun membentak dan mengusir anaknya. Ini merupakan kesalahan. Lihatlah bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik dan mulia akhlak dan adabnya. Suatu hari beliau sedang sujud –tatkala beliau mengimami para sahabat- maka datanglah Al-Hasan bin Ali bin Abi Thoolib, lalu –sebagaiman sikap anak-anak-, Al-Hasanpun menaiki pundak Nabi yang dalam kondisi sujud. Nabipun melamakan/memanjangkan sujudnya.

Hal ini menjadikan para sahabat heran.. Mereka berkata :

“Wahai Rasulullah, engkau telah memperpanjang sujudmu, kami mengira telah terjadi sesuatu atau telah diturunkan wahyu kepadamu”),

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka,

“Bukan…, akan tetapi cucuku ini menjadikan aku seperti tunggangannya, maka aku tidak suka menyegerakan dia hingga ia menunaikan kemauannya”
(HR Ahmad no 16033 dengan sanad yang shahih-pen dan An-Nasaai no 1141 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

🚼Yaitu aku tidak ingin segera bangkit dari sujudku hingga ia menyelesaikan keinginannya. Ini buah dari rasa kasih sayang.

🚼Pada suatu hari yang lain Umamah binti Zainab putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih kecil dibawa oleh Nabi ke masjid. Lalu Nabi sholat mengimami para sahabat dalam kondisi menggendong putri mungil ini. Jika beliau sujud maka beliau meletakkannya di atas tanah, jika beliau berdiri maka beliau menggendongnya. Semua ini beliau lakukan karena sayang kepada sang cucu mungil. Padahal bisa saja Nabi memerintahkan Aisyah atau istri-istrinya yang lain untuk memegang cucu mungil ini, akan tetapi karena rasa kasih sayang beliau. Bisa jadi sang cucu hatinya terikat senang dengan kakeknya shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi ingin menenangkan hati sang cucu mungil.

🚼Pada suatu hari Nabi sedang berkhutbah, lalu Al-Hasan dan Al-Husain (yang masih kecil) datang memakai dua baju –mungkin baju baru-. Baju keduanya tersebut kepanjangan, sehingga keduanya tersandung-sandung jatuh bangun tatkala berjalan. Maka Nabipun turun dari mimbar lalu menggendong keduanya dihadapan beliau (di atas mimbar) lalu beliau berkata:

“Maha benar Allah…”Hanyalah harta kalian dan anak-anak kalian adalah fitnah”, aku melihat kedua anak kecil ini berjalan dan terjatuh, maka aku tidak sabar hingga akupun memutuskan khutbahku dan aku menggendong keduanya”
(HR At-Thirmidzi no 2969 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Kemudian beliau melanjutkan khutbah beliau
(lihat HR Abu Dawud no 1016 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

💟Yang penting  hendaknya kita membiasakan diri kita untuk menyayangi anak-anak, demikian juga menyayangi semua orang yang butuh kasih sayang, seperti anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang lemah (tidak mampu) dan selain mereka. Dan hendaknya kita menjadikan dalam hati kita rasa rahmat (kasih sayang) agar hal itu menjadi sebab datangnya rahmat Allah bagi kita, karena kita juga butuh kepada rahmat”
(dari Syarah Riyaad As-Shoolihiin, dengan sedikit perubahan)

⭐Sungguh mulia akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak…beliau menggendong anak-anak…bahkan dalam sholat beliau, karena kasih sayang kepada anak-anak …mencium anak-anak adalah ibadah…mendatangkan rahmat Allah. Bahkan beliau pernah berjalan cukup jauh hanya untuk mencium putra beliau Ibrahim.

✨Anas Bin Malik –semoga Allah meridhoinya- berkata :

“Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih sayang kepada anak-anak dari pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Putra Nabi (yang bernama) Ibrahim memiliki ibu susuan di daerah Awaali di kota Madinah. Maka Nabipun berangkat (*ke rumah ibu susuan tersebut) dan kami bersama beliau. lalu beliau masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam keadaan penuh asap. Suami Ibu susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Nabipun mengambil Ibrahim lalu menciumnya, lalu beliau kembali”
(HR Muslim no 2316)

☝🏾Karenanya…bersabarlah wahai para orang tua dalam mendidik anak kalian…sayangilah mereka…peluklah mereka…ciumlah mereka….semuanya akan mendatangkan pahala  dan rahmat Allah.

***

▫sumber : konsultasisyariah
▫repost by BAHIR Community
▫follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sambel sambel 1 minggu

Copas punya mom Ehara

Bahan-bahan:
- 250 gram cabe-cabean (dicampur antara cabe rawit merah, hijau, orange, biar rame :-p )
- 200 gram bawang merah
- 1 buah tomat merah ukuran sedang
- 1 sdt garam
- sejumput merica
- 1 bungkus terasi ABC (yg bungkus kecil kayak permen)
- 250 ml minyak jelantah / minyak bekas menggoreng (saya pakai minyak bekas ngegoreng udang, karena rahasia sambal bu rudy katanyaaa karena pakai minyak bekas goreng udang. Tapi pakai minyak bekas goreng ikan atau ayam juga gpp, asal jangan bekas goreng pisang aza :-p )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masker tradisional

Photo credit : newsentertainment

Banyak produk masker wajah beredar di pasaran dengan berbagai macam brand dari luar maupun dalam negeri. Khasiatnya pun beragam. Tapi, pernahkah kamu berpikir kandungan apa yang ada didalamnya? Apakah benar-benar baik untuk kulitmu?Tapi, pernah nggak sih kamu terpikir untuk membuat masker buatan sendiri di rumah? Saat weekend, untuk mengisi waktu luang momen ini bisa kamu gunakan untuk membuat masker buatan sendiri. Nggak susah kok! Selain mudah, bahan-bahannya pun lebih alami yang tentunya akan aman untuk kulitmu. Biar kamu bisa buat masker sendiri di rumah, berikut ini resep-resep masker alami yang bisa kamu coba. Check this out!
1. Menyegarkan kulit sebelum tidur

photo credit: RecipeGeek
Kamu hanya butuh 2 bahan sederhana ini, yaitu tomat dan susu tanpa krim. Caranya iris-iris satu buah tomat, kemudian haluskan hingga lembut. Setelah itu, campurkan 2 sendok makan susu tanpa krim ke dalam tomat yang sudah dihaluskan tadi. Sekarang, masker buatanmu sudah siap deh digunakan sebelum tidur. Jadi lebih fresh, kan? Tapi, jangan lupa bersihkan muka dulu ya sebelum tidur.
2. Bikin wajah kamu awet muda

photo credit: homeanddecor
Kamu bisa membuat masker yang bisa bikin wajah kamu awet muda sendiri loh. Siapkan satu buah telur, kemudian campurkan satu sendok teh lidah buaya. Aduk kedua bahan tersebut hingga merata. Maskermu sekarang siap digunakan! Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan masker ini setiap hari. Awet muda terus deh!
3. Wajah bebas noda

photo credit: Tumblr
Tak kalah mudahnya, kamu bisa menghilangkan noda diwajah dengan masker ini. Siapkan 1 telur dan ambil bagian putihnya saja, campurkan dengan satu sendok teh perasan jeruk lemon. Aduk hinga tercampur rata. Noda di wajah hilang, hati jadi senang, kan?
4. Kulit semakin kencang dan merona

photo credit: Amazing Farm
Meskipun masih muda, tapi harus sedini mungkin menjaga kencangnya kulit wajah kamu. Siapkan bahan-bahannya, yaitu dua sendok teh kopi bubuk dan dua sendok teh madu. Aduk hingga tercampur rata. Masker siap deh digunakan! Bye-bye kulit kendur, selamat datang kulit kencang!
5. Pancarkan kulitmu yang bercahaya

photo credit: Beyond Diet
Ingin kulit bercahaya dan berseri-seri seperti cewek-cewek Korea? Masker ini patut kamu bikin nih, Sahabat Trivia. Campur dua sendok makan yoghurt plain dengan dua sendok teh perasan jeruk lemon hingga rata. Gunakan setiap hari untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan bercahaya.
6. Bye-bye kulit berminyak

photo credit: Vemale.
Kamu mempunyai kulit berminyak? Ada kok resep masker handmade-nya untukmu. Siapkan satu sendok teh temulawak dan dua sendok makan lidah buaya. Aduk kedua bahan tersebut sampai merata. Selamat mencoba.
7. Kulit mulus bukan lagi hanya angan-angan

photo credit: StyleCraze
Kamu ingin punya kulit wajah yang mulus? Gampang kok! Campurkan satu sendok teh perasan jeruk lemon dengan dua sendok teh madu sampai merata. Tentu, hasilnya nggak akan langsung instant, kamu harus secara rutin menggunakannya. Jangan kasih kendur!
8. Say no to jerawat!

photo credit: StyleCraze
Kamu lagi jerawatan? Buat masker ini yuk, Sahabat Trivia. Siapkan satu sendok kayu manis bubuk dan dua sendok makan madu, kemudian aduk rata kedua bahan tersebut. Gunakan setiap hari ya, agar jerawat-jerawat hilang dengan cepat.
Gampang banget kan? Praktikan di rumah yuk!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pahala Makan

*Pahala Tanpa Sadar Tatkala Makan*
1. Hendaknya berusaha (memilih untuk) mendapatkan makanan dan minuman yang halal dan baik serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram

2. Meniatkan tujuan dalam makan dan minum untuk menguatkan badan, agar dapat melakukan ibadah, sehingga dengan makan minumnya tersebut ia akan diberikan ganjaran oleh Allah.

3. Mencuci kedua tangannya sebelum makan, jika dalam keadaan kotor atau ketika belum yakin dengan kebersihan keduanya.

4. Hendaknya duduk dengan tawadhu’

5. Hendaknya merasa ridha dengan makanan apa saja yang telah terhidangkan dan tidak mencela-nya.
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan, apabila beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berselera, (menyukai makanan yang telah dihidangkan) beliau memakannya, sedangkan kalau tidak suka (tidak berselera), maka beliau meninggalkannya.

6. Hendaknya makan bersama-sama dengan orang lain, baik tamu, keluarga, kerabat, anak-anak atau pembantu. “Berkumpullah kalian dalam menyantap makanan kalian (bersama-sama), (karena) di dalam makan bersama itu akan memberikan berkah kepada kalian.” [HR. Abu Dawud no. 3764, hasan. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 664

7. Mengucapkan bismillah tatkala ingin makan
“Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismillaah’, dan jika ia lupa untuk mengucapkan bismillaah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaah awwaalahu wa aakhirahu’ (dengan menyebut Nama Allah di awal dan akhirnya).”[4]

8. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa sesudah selesai makan berdo’a: ‘Alhamdulillaahilladzi ath‘amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku),’ niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.”[5]

9. Hendaknya makan dengan tangan kanan.[6]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai anak muda, sebutlah Nama Allah (bismillaah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.”[7]

Read Morer: https://almanhaj.or.id/4005-adab-adab-makan-dan-minum.html
_________
Website : Dakwahsunnah.com
Fan Page Facebook : Dakwahsunnahdotcom
Tune in Radio : Dakwahsunnah
Youtube : http://bit.ly/youtube-ds
Telegram : bit.ly/1QPZAI6

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lidah

~~~Faidah Pagi~~~

🍃🌸  *Ucapan Lidah Juga Akan Dihisab*

🔎 Apa yang diucapkan oleh lidah juga dihisab oleh Allah sebagaimana amalan, lantas kenapa kita begitu berhati-hati dalam beramal namun tidak berhati-hati dalam berucap ?

** Bukankah lidah lebih cepat beraktifitas dibandingkan amalan ? dalam satu menit terlalu banyak kata yang bisa dilontarkan oleh lidah, sedangkan amalan terbatas ruang geraknya.

** Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang sedang hidup maupun yang telah lama meninggal dunia bahkan para ulama (dengan menggibah mereka) ?, adapun amalan hanya bisa menyakiti orang yang masih hidup ?

** Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang tidak dihadapannya bahkan berada di tempat yang jauh di ujung dunia, sementara amalan hanya bisa menyakiti orang yang dihadapannya ?

** Bukankah lisan merupakan salah satu sebab terbesar yang menjerumuskan orang dalam api neraka ?

🍃 Lantas kenapa kita bisa berpikir dan berhati-hati tatkala bertindak sementara tidak berfikir dan berhati-hati dalam berucap ?

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥 Facebook Page :
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel :
Telegram.me/TausiyahBimbinganIslam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Miliki Sifat malu

_Seri : FIKIH WANITA_

🍒 *MILIKILAH SIFAT MALU* 🍒

✍🏽 _ustadz Muhammad Abduh Tuasikal_

🌸Saudariku yang semoga dirahmati oleh Allah …

🌼Seperti yang telah kita ketahui bersama, Islam adalah agama yang sempurna dan tidaklah satu perkara kecil pun melainkan telah diatur oleh Islam. Begitu juga dalam perkara wanita, Islam juga telah mengaturnya. Islam sangat memperhatikannya dan menempatkan para wanita sesuai dengan kedudukannya. Dan agama yang mulia ini juga telah mengatur begaimana adab-adab dalam bergaul, berpakaian, dan sebagainya. Di mana segala yang diperintahkan dan diatur oleh Allah dan Rasul-Nya pasti terdapat maslahah (kebaikan) di balik itu semua. Dan segala yang dilarang pasti ada mafsadah (keburukan) baik mafsadah itu murni ataupun mafsadah itu lebih besar daripada maslahah yang diperoleh.

🍃Sungguh sangat menyedihkan sedikit demi sedikit aturan yang telah dibuat oleh Allah dan Rasul-Nya dilanggar oleh anak Adam khususnya kaum Hawa. Di antara fenomena yang kita saksikan bersama, kaum hawa dewasa ini mulai menanggalkan dan luntur sifat malunya. Mereka tidak merasa malu bergaul bebas dengan kaum Adam! Bahkan yang lebih mengenaskan, banyak dari kaum hawa yang berani mengumbar aurat (berpakaian tapi telanjang) di hadapan umum! Fainna lillahi wa inna ilaihi rooji’un!

🔴 *Lantas bagaimanakah tatanan Islam mengenai sifat malu bagi wanita?*

↘Maka cermatilah kisah yang difirmankan Alloh berikut ini,

“Dan tatkala ia (Musa) sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.”
(Al Qoshosh : 23-24)

⤴Lihatlah bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu berdesak-desakan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya.

💔LALU BAGAIMANA DENGAN WANITA SAAT INI! Sepertinya rasa malu sudah hampir sirna …

💚Tidak cukup sampai di situ kebagusan akhlaq kedua wanita tersebut. Lihatlah bagaimana sifat mereka tatkala datang untuk memanggil Musa ‘alaihis salaam; Allah melanjutkan firman-Nya,

“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan penuh rasa malu, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.’”
(Al Qoshosh : 25).

Dengan penuh rasa
malu, ia memanggil Musa. Sifat yang luar biasa …

💝Ayat yang mulia ini,menjelaskan bagaimana seharusnya kaum wanita berakhlaq dan bersifat malu. Allah menyifati gadis wanita yang mulia ini dengan cara jalannya yang penuh dengan rasa malu dan terhormat.

⭐Amirul Mukminin Umar bin Khoththob radiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Gadis itu menemui Musa ‘alaihis salaam dengan pakaian yang tertutup rapat.”
(Tafsirul Qur’anil ‘Azhiim, Ibnu Katsir).

💟Rasa malunya berarti dengan menutupi dirinya dengan pakaian syar’i yang sempurna.

✅Maka wahai para wanita, sadarlah dari kelalaian ini. Kembalilah ke jalan Rabbmu. Janganlah kalian tertipu dengan jebakan, bujukan, dan propaganda syaithon yang ingin mengeluarkan para wanita dari sifat keasliannya.

⛔Dan batasilah pergaulan antara ikhwan dan akhwat, jangan sampai mudah untuk bergaul bebas walaupun sudah memenuhi pakaian yang syar’i dan sudah menjadi anggota Keluarga Muslim. Dan ingatlah syaithon akan selalu menyesatkan anak Adam, sehingga perkara yang semula dianggap jelek akan dibuat samar oleh syaithon sehingga perkara yang terlarang ini (bergaul tanpa batas antara ikhwan dan akhwat) menjadi kelihatan baik dan dianggap biasa.

❗Ingatlah wejangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits dari Usamah bin Zaid,

“Tidak ada godaan yang kutinggalkan yang lebih dahsyat menggoda para pria selain dari godaan para wanita.”
(HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2741)

_Hanya Allah yang beri taufik. Moga Allah anugerahkan pada kita sifat yang mulia ini._

***

▫remaja islam
▫repost by BAHIR Community
▫follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

menyebarkan berita HOAK

_Seri : AKHLAK_

📺 *Jika Tidak Sengaja Menyebarkan Berita Hoax* 📺

🌴Salah satu yang dibenci oleh Allah adalah terlalu aktif menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Dalam hadis dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

🌼Sesungguhnya Allah membenci 3 hal untuk kalian: [1] menyebarkan berita burung (katanya-katanya); [2] menyia-nyiakan harta; dan [3] banyak bertanya.
(HR. Bukhari 1477 & Muslim 4582).

🍁Terlebih ketika berita itu bisa bikin geger di masyarakat. Allah mencela orang yang suka menyebarkan berita yang membuat masyarakat ribut. Dalam al-Quran, Allah menyebut mereka dengan al-murjifuun (manusia pembuat onar).

🌸Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah, beberapa orang tukang penyebar berita terkadang membuat geger masyarakat. terutama berita yang terkait keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah mengancam, jika mereka tidak menghentikan kebiasaan ini, maka mereka akan diusir dari Madinah.

Allah berfirman,

Jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar.
(QS. al-Ahzab: 60)

✔Sehingga, sebelum menyebarkan, pastikan berita anda benar. Hentikan kebiasaan buruk mudah menyebarkan berita. Tanamkan dalam diri kita, menyebarkan berita itu bukan prestasi… prestasi itu adalah menyebarkan ilmu yang bermanfaat, bukan menyebarkan berita.

🔴 *Bagaimana ketika tidak sengaja menyebarkan berita dusta? Setelah disebarkan, baru diingatkan bahwa ternyata itu hoax.*

🍒 *Pertama*, orang yang melakukan kesalahan tanpa disengaja, maka tidak ada dosa baginya, antara dia dengan Allah. Allah berfirman,

“Tidak ada dosa bagimu terhadap kesalahan yang kalian lakukan tanpa sengaja, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. (QS. al-Ahzab: 5).

Namun jika itu merugikan hak orang lain, maka dia bertanggung jawab atas kerugian itu.

Ketika Nabi Daud menjadi penguasa, ada kasus, hewan ternak milik si A, masuk ke lahan pertanian milik si B dan merusak tanamannya. Akhirnya mereka meminta keputusan Nabi Daud. Beliau memutuskan, hewan si A harus diserahkan ke si B, sebagai ganti dari tanaman yang dirusak.

Sementara Sulaiman memiliki pemahaman berbeda. Beliau memutuskan, hewan si A diserahkan ke si B untuk diperah susunya sampai menutupi nilai kerugian tanaman yang dirusak. Dan Allah memuji keputusan Sulaiman. Allah menceritakan,

(ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat).
(QS. al-Anbiya: 78 – 79)

🍒 *Kedua*, ketika sudah tersebar di forum, berikan penjelasan di forum yang sama bahwa berita itu dusta. Agar anda bisa lepas dari tanggung jawab.

⚫Bagi mereka yang pernah menyebarkan kesesatan, kemudian bertaubat, dia berkewajiban untuk menjelaskan kepada masyarakatnya, tentang kesesatan yang pernah dia ajarkan.

Beberapa ulama yang bertaubat dari kesesatan, mereka mengarang buku  yang membatah pendapat lamanya. Diantaranya Abul Hasan al-Asy’ari. Setelah beliau taubat dari aqidah Kullabiyah, beliau menulis beberapa buku sebagai bantahan untuk aqidah beliau yang lama. Seperti al-Ibanah ‘an ushul diyanah, dan maqalat islamiyin.

Allah menjelaskan,

kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.
(QS. al-Baqarah: 160).

Allahu a’lam.

***

▫konsultasisyariah
▫repost by BAHIR Community
▫follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TERLANJUR BERBUAT DOSA

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

*Apa Yang Dilakukan Bila Berdosa*

Tidaklah ada seorang hamba berbuat suatu dosa, lantas berwudhu dengan sempurna kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat, kemudian membaca istighfar, kecuali pasti diampuni dosanya.

HR. Abu Dawud 2/86, At-Tirmidzi 2/257 dan Al-Albani berpendapat bahwa hadits tersebut shahih dalam Shahih Abu Dawud 1/283.

*Anjuran Memperbanyak Istighfar Dan Taubat*

• Beruntunglah Orang Yang Banyak Istighfar.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak." [1]

• Bertaubat 100x Dalam Sehari.
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya 100x dalam sehari." [2]

• Beristighfar 100x Dalam Sehari.
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya hatiku lupa (tidak ingat kepada Allah) padahal sesungguhnya aku minta ampun kepadaNya dalam sehari 100x." [3]

• Bertaubat Lebih Dari 70x Dalam Sehari.
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah! Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam sehari lebih dari 70x." [4]

[1] HR Ibnu Maajah no 3818, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah.
[2] HR. Muslim 4/2076.
[3] HR. Muslim 4/2075. Ibnul Atsir berkata: "Maksud Nabi lupa", karena beliau senantiasa memperbanyak dzikir, selalu mendekatkan diri kepadaNya dan waspada. Jadi, apabila sebagian waktu yang lewat tidak melakukan dzikir, maka beliau menganggapnya dosa. Kemudian beliau cepat-cepat membaca istighfar. Lihat Jami'ul Ushul 4/386.
[4] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/101.

*Anjuran Memperbanyak Istighfar Di Waktu Sahur*

Allah berfirman, menceritakan tentang sifat ahli surga: "Merekalah orang-orang yang penyabar, jujur, tunduk, rajin berinfak dan rajin istighfar di waktu sahur." (Ali Imran [3]: 17). Ibn Katsir mengatakan: Ayat ini menunjukkan keutamaan memperbanyak istighfar di waktu sahur.

Diriwayatkan, bahwa Nabi Ya'qub 'alaihis salam ketika menasehati anaknya: "Saya akan memohonkan ampun kepada Rabku untuk kalian." (Yusuf [12]: 98). Kemudian Nabi Ya'qub mengakhirkan permohonan ampun itu di waktu sahur. [1]

Anjuran untuk memperbanyak istighfar di waktu sahur juga selaras dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang turunnya Allah ke langit dunia: "Pada setiap malam, Allah ta'ala turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: "Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni." [2]

Untuk itu, kaum muslimin pembaca yang budiman, jangan sia-siakan kesempatan besar ini. Allah telah menawarkan diri-Nya kepada para hamba-Nya untuk memberikan ampunan kepada siapa yang memohon ampun kepada-Nya di waktu sahur. Sungguh sangat disayangkan jika kesempatan ini hanya kita habiskan untuk menyantap makanan atau nonton televisi. Lebih-lebih menghabiskan satu bulir rokok yang memakan waktu cukup lama. Padahal kita sendiri hanya mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu banyak. Sekali lagi, gunakan sisa waktu anda setelah sahur untuk banyak memohon ampunan kepada Allah. Semoga Allah mengampuni setiap kelancangan yang kita lakukan.

Lafal Istighfar:
Anda bisa membaca istighfar dengan lafal-lafal yang anda ketahui, selama tidak berlebihan dan tidak menyimpang dari aturan syariah, karena sebenarnya tidak ada lafal khusus untuk istighfar di waktu sahur.

[1] Tafsir Ibn Katsir, 2/23.
[2] HR. Bukhari 1145 dan Muslim 758.

*Doa Istighfar/Taubat 1*

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal 'azhiima-lladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaih.

Aku minta ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepada-Nya.

HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim, dan menurut pendapatnya hadits di atas adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/511, Al-Albani menyatakan hadits tersebut adalah shahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/182, Jami'ul Ushul li ahaditsir Rasul 4/389-390 dengan tahqiq Al-Arnauth.

Rasul Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca: (doa di atas) maka Allah mengampuninya, sekalipun dia pernah lari dari perang."

*Doa Istighfar/Taubat 2*

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِيْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allaahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiron, wa laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min 'indika, warhamnii, innaka antal ghofuurur-rohiim.

Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705.

*Doa Istighfar/Taubat 3*

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَىَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Robbighfir lii wa tub 'alayya, innaka antat-tawwaabur-rohiim.

Ya Rabbku, ampunilah dosa-dosaku dan terimalah taubat dariku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa'i dalam al-Kubra, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Ibnu Hibban, ath-Thabrani dalam al-Kabiir. Dishahihhkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1342.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HARTA ISTRI

_Seri : FIKIH WANITA_

🍇 *Harta Istri yang Bekerja* 🍇

✍🏽 _ustadz Ammi Nur Baits_

Tanggung jawab terbesar suami yang menjadi hak istri adalah memberikan nafkah.

Terdapat banyak dalil yang menunjukkan tanggung jawab memberi nafkah istri, diantaranya,

“Lelaki adalah pemimpin bagi wanita, disebabkan kelebihan yang Allah berikan kepada sebagian manusia (lelaki) di atas sebagian yang lain (wanita) dan disebabkan mereka memberi nafkan dengan hartanya ….” (Q.S. An-Nisa’:34)

Allah juga berfirman,

“Merupakan kewajiban bapak (orang yang mendapatkan anak) untuk memberikan nafkah kepada istrinya dan memberinya pakaian dengan cara yang wajar ….”
(Q.S. Al-Baqarah:233)

Dalam hadis dari Muawiyah bin Haidah radhiyallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

‘Ya Rasulullah, apa hak istri yang menjadi tanggung jawab kami?’

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Engkau memberinya makan apabila engkau makan, memberinya pakaian apabila engkau berpakaian, janganlah engkau memukul wajah, jangan engkau menjelek-jelekkannya (dengan perkataan atau cacian), dan jangan engkau tinggalkan kecuali di dalam rumah.” (HR. Ahmad 20013, Abu Daud no. 2142, Ibnu Majah 1850, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

🌸 *Nafkah Suami kepada Istri Bernilai Sedekah*

Nafkah yang diberikan suami kepada istrinya, merupakan ibadah terbesar suami terhadap keluarganya. Karena memberikan nafkah keluarga merupakan beban kewajiban syariat untuk para suami.

Dari Abu Mas’ud al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Apabila seorang muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharap pahala darinya maka itu bernilai sedekah.” (HR.Bukhari 5351).

Dalam hadis lain dari Sa’d bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semua nafkah yang engkau berikan, itu bernilai sedekah. Hingga suapan yang engkau ulurkan ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari 2742 dan Muslim 1628).

🌼 *Apa Cakupan Nafkah?*

Dalam Fatawa Islam ditegaskan,

Nafkah mencakup: makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan segala sarana yang menjadi kebutuhan istri untuk hidup dengan layak. (Fatawa Islam no. 3054).

🌾 *Harta Istri*

Berdasarkan keterangan di atas, kita menyimpulkan bahwa dari setiap penghasilan yang diperoleh suami, di sana ada jatah nafkah istri yang harus ditunaikan.

Ini berbeda dengan harta istri. Allah menegaskan bahwa harta itu murni menjadi miliknya, dan tidak ada seorangpun yang boleh mengambilnya kecuali dengan kerelaan istri. Dalil kesimpulan ini adalah ayat tentang mahar,

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 4)

Fatawa Syabakah Islamiyah menjelaskan tafsir ayat ini,

Ayat di atas menjelaskan bahwa suami boleh mengambil harta istri jika disertai kerelaan hati. Dan kerelaan hati itu lebih dari sebatas izin. Karena terkadang ada wanita yang dia menghibahkan atau menghadiahkan hartanya atau semacamnya, disebabkan tekanan suami kepadanya. Sehingga diberikan tanpa kerelaan. Disimpulkan dari sini, bahwa yang menjadi acuan tentang halalnya harta istri adalah adanya kerelaan hati. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32280)

Jika harta mahar, yang itu asalnya dari suami diberikan kepada istrinya, tidak boleh dinikmati suami kecuali atas kerelaan hati sang istri, maka harta lainnya yang murni dimiliki istri, seperti penghasilan istri atau warisan milik istri dari orang tuanya, tentu tidak boleh dinikmati oleh suaminya kecuali atas kerelaan istri juga.

Dalam Fatwa Islam ditegaskan,

”Khusus masalah gaji istri yang bekerja, semuanya menjadi haknya. Suami tidak boleh mengambil harta itu sedikitpun, kecuali dengan kerelaan hati istrinya.”
(Fatwa Islam, no. 126316) .

_Allahu a’lam_

***

▫konsultasisyariah
▫repost by BAHIR Community
▫follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ILMU TENAGA DALAM DAN ISLAM

_SERI AQIDAH_

*ILMU TENAGA DALAM DALAM PERSPEKTIF ISLAM*

📗 _DEFINISI TENAGA DALAM_

☄ *Dari berbagai referensi bisa disimpulkan bahwa yang mereka maksud dengan ilmu tenaga dalam adalah ilmu yang mempelajari cara membangkitkan kekuatan/tenaga dalam (inner power) dengan cara-cara tertentu, antara lain : teknik pernafasan yang disertai dengan jurus-jurus tertentu dan dengan cara meditasi (tafakur).* [Wikipedia]

☄ Dan dari persaksian sebagian mantan praktisi tenaga dalam yang telah meninggalkan keilmuan tersebut dan kembali kepada sunnah menjelaskan bahwa dalam keilmuan tenaga dalam dan ilmu metafisika terdapat bermacam pokok kesesatan dan kesyirikan, antara lain :

🖇 Dengan belajar tenaga dalam (ilmu metafisika) seorang bisa “menjadi sakti” dengan menyalurkan energinya ke bagian tubuh tertentu.

🖇 Dengan kekuatan fungsi jurus bisa mengalahkan musuh dari jarak jauh.

☄ Pada keilmuan tenaga dalam, diajarkan menjadi dukun/paranormal. Di antara bentuk perdukunan yang terdapat dalam keilmuan ini adalah teknik membuat seseorang jatuh cinta, ilmu santet (membuat orang sakit), teknik penyembuhan, mendeteksi barang hilang, teknik mengetahui masa lalu dan masa depan dan teknik mengetahui isi hati orang lain, dll.

👉 Inilah beberapa kesesatan dan penyimpangan yang terdapat dalam keilmuan tenaga dalam dan ilmu metafisika.

📗 _KRITIKAN SECARA GLOBAL TERHADAP ILMU TENAGA DALAM_

✔ *Pertama* : Ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bid’ah dan tidak ada landasan dari al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kepada para sahabatnya.

☄ Padahal saat itu dibutuhkan kekuatan untuk berdakwah. Begitu pula pada masa pemerintahan Khulafaur Rosyidin yang penuh dengan aktivitas jihad.

☄ Mereka tidak pernah mengajarkan keilmuan tersebut kepada para pasukan perang. Seandainya ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bermanfaat untuk pertahanan jiwa dan merobohkan musuh dari jarak jauh, tentu telah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan diwariskan oleh para sahabat kepada generasi sesudahnya. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak pernah terjadi, dengan demikian jelaslah kebatilan dan kesesatan ilmu tersebut.

✔ *Kedua* : Ilmu ini berasal dari luar Islam. *Tenaga dalam atau krachtologi tersusun dari kata krachtos yang berarti tenaga dan logos yang berarti ilmu. Ia sudah dikenal oleh orang-orang Mesir Kuno pada 4000 SM. Dari Mesir, krachtologi berkembang ke Babylon, Yunani, Romawi dan Persia.*

☄ Hal ini memperkuat pernyataan di atas, bahwa ilmu ini adalah ilmu yang bid’ah dan tidak bermanfaat dalam agama Islam. Seandainya keilmuan tersebut dibolehkan tentu Alloh Ta’ala akan menjelaskan kepada Rosul-Nya hakikat dan manfaatnya. Apalagi keilmuan tersebut sudah dikenal orang-orang Mesir kuno ribuan tahun sebelum masehi dan sebelum pengutusan Rosul shallallahu alaihi wasallam.

☄ demikian kita tahu bahwa kebatilan dan kebohongan telah dilakukan sebagian perguruan tenaga dalam di tanah air dengan menamakan perguruan mereka dengan nama-nama yang islami seperti : Bunga Islam, al-Barokah, al-Ikhlas, Hikmatul Iman, PIH Silahul Mukmin, dll. Ini adalah penipuan yang nyata, sebab tidak pernah dalam sejarah bahwa perguruan-perguruan tersebut menjadi bunga bagi Islam, menambah keberkahan dan mewujudkan keikhlasan serta keimanan yang benar bagi penuntutnya. Bahkan fakta membuktikan bahwa seluruh perguruan tenaga dalam merupakan sarana dan fasilitas untuk menebarkan kesesatan, kesyirikan, sihir, mistik.

*Bersambung insyaallah...*

🌿🍁🌿🍁🌿🍁🌿🍁🌿🍁

📚 Diringkas dari tulisan Al-Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dari majalah Al-Furqan.

📢 *Published By:*
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐

🌹 *Repost By:*
📱 Grup WA BAHIR Community
🌸 Follow IG @bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

cicak

_Seri : FIKIH_

🍕 *Makanan yang Telah Tersentuh Cicak* 🍕

📩 _Pertanyaan:_

Assalammu ‘alaikum.

Apakah makanan yang sudah terkena (tersentuh) atau dimakan cicak masih boleh dimakan? Bagaimana pula dengan lipas?

Zul (zulworxz**@***.com)

✍🏽 _Jawaban ustadz Ammi Nur Baits_

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Tidak semua binatang yang haram, statusnya najis. Ada di antara binatang yang haram, namun tidak najis, seperti:

1⃣ Hewan yang sering bekeliaran di sekitar manusia, seperti: kucing dan cicak.

🎐Dalilnya: Shahabat Abu Qatadah pernah berwudhu dengan menggunakan air yang telah diminum kucing. Kemudian, beliau mengatakan, “Sesungguhnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Kucing itu tidak najis karena kucing termasuk binatang yang sering berkeliaran di tengah-tengah kalian.'”
(H.R. Abu Daud; dinilah hasan oleh Al-Albani)

2⃣ Hewan yang tidak memiliki darah merah (serangga kecil), seperti: lipas (kecoak) dan lalat.

🎐Dalilnya, hadis tentang minuman yang kemasukan lalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar lalatnya dicelupkan kemudian dibuang, lalu minuman tadi boleh diminum, karena dalam satu sayap lalat, ada penyakit, dan satu sayap lagi mengandung obat penawarnya.
(H.R. Bukhari).

Lipas (kecoak) termasuk dalam hadis ini.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰

▫sumber : konsultasisyariah
▫repost by BAHIR Community
▫follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Obat Semua penyakit

portalmuslimDi Makkah Rumah Sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia, Memang beda dan tidak sama, yang membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya.

Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang

Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:

Bila kami sakit,
ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah solat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dengan izin dan kasih sayangNya. Kalau belum sembuh,

Ikhtiar ke-dua.
Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri. Tapi kalau belum sehat juga, Kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

Ikhtiar ke-tiga
Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh. Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

Ikhtiar ke-empat
Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi Sholallahu 'alaihi wasallam beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2. Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

Ikhtiar ke-lima
Yaitu minum madu dan habbatussauda '. Ikhtiar yang ke-enam
Yaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran. Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.
Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter muslim yang soleh.
Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah Azza wa Jalla Aamiin ..
Semoga bermanfaat. 😍😍😍
.
.
Follow 👉 @portalmuslim
Follow 👉 @portalmuslim
.
.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sembunyikan amal

🍃🎁 *SAUDARAKU, SEMBUNYIKAN AMALMU…*

OCTOBER 8, 2017 | ADMIN

Janganlah menceritakan kepada orang lain amal yang telah dilakukan, karena khawatir bisa membahayakan niat yang ada pada hati…

Siapakah yang bisa menjamin bahwa kita pasti akan terjaga niatnya ketika selesai menceritakan amal kepada orang lain ?

Dan itu bukanlah contoh dari perilaku orang-orang yang shalih. Bacalah kisah dibawah ini :

(1). Abdullah bin ‘Amru menceritakan hadits kepada Ibnu ‘Umar, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada manusia, niscaya Allah akan perdengarkan amal tersebut kepada makhluk-Nya yang dapat mendengar. Dan Allah pun akan merendahkan dan meremehkannya”. Laki-laki itu berkata : “(Mendengar itu), menangislah mata ‘Abdullah (bin ‘Umar)” (Diriwayatkan oleh Ahmad II/195)

(2). Nu’aim bin Hammad menuturkan bahwa ia pernah mendengar Ibnul Mubarak berkata :“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih tinggi derajatnya dari pada Malik. Dia tidak banyak memiliki shalat dan puasa, namun dia memiliki banyak amal yang disembunyikan dan dirahasiakan” (Nuzhatul Fudhala’ II hal 621).

(3). Abu Bakar al-Marwazi berkata : “Suatu hari Ahmad bin Hambal menyebut-nyebut tentang Ibnul Mubarak dan ia berkata : “Allah tidak meninggikan derajatnya melainkan karena kerahasiaan yang dimilikinya” (Shifatus Shafwah IV hal 104).

(4). Yahya bin Ma’in berkata : “Aku tidak melihat orang seperti Ahmad bin Hambal. Aku menemaninya selama 50 tahun, dan ia tidak menyebutkan sedikitpun pada kami kebaikan yang ia lakukan”

(5). Semasa hidup Imam al-Mawardi, tidak ada satu pun karyanya yang dikeluarkan. Ia menulis karya dengan menghabiskan umurnya, berjaga pada malam hari dan tidak tidur, namun setelah semuanya rampung, dia inginkan agar buku-buku itu dilempar ke sungai Dajlah, karena dia takut riya’.

Dia berkata kepada seseorang :

“Jika aku dalam keadaan sakaratul maut, peganglah tanganku. Jika aku menggenggam tanganmu, maka ketahuilah ini berarti tidak ada satu pun karyaku yang diterima-Nya. Jika demikian, ambillah seluruh karyaku dan lemparkan semuanya ke sungai Dajlah pada malam hari.

Jika aku membentangkan telapak tanganku dan tidak menggenggam tanganmu saat mati, maka ketahuilah bahwa karyaku diterima, sebab aku mendapatkan niat ikhlas yang kuharapkan.

Ternyata dia membentangkan telapak tangnnya dan tidak menggenggam tanganku. Aku pun tahu, ini tanda diterima amalnya. Sehingga setelah itu aku pun mengedarkan buku-buku hasil karyanya” (Siyar A’laamin Nubalaa’ oleh Imam adz-Dzahabi 18/66-67).

Mereka para imam saja seperti itu, khawatir amalnya tidak ikhlas sehingga lebih suka menyembunyikan amal kebaikannya. Lalu bagaimana dengan orang yang baru belajar dan mengamalkan Islam, kemudian merasa yakin akan selamat dari bisikan syaitan seperti riya, sum’ah dan ujub ?

Orang yang ikhlas adalah orang yang berusaha menyembunyikan berbagai macam kebaikannya, seperti ia menyembunyikan berbagai macam kejelekannya.

✒ *Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى*

🌎 http://bbg-alilmu.com/archives/31511 | *Menebar Cahaya Sunnah*
➖➖➖

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siksa Allah pedih

🍃🌹 *Siksa Allah Itu Pedih Kawan*

✏Pemateri:
_Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc حفظه الله تعالى_

Allah berfirman di dalam surat Al-Fajr ayat 25:

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

Pada hari itu (hari kiamat) ketika Rab mulai menyiksa manusia. Allah mengatakan,

لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

Tidak ada seorangpun yang bisa menyiksa lebih pedih dari siksa Allah.

Sebagian Ahli tafsir mengatakan bahwa pada hari kiamat di hadapan seluruh manusia, seluruh manusia berkumpul di sana (di padang masyar). Lalu Allah tantang seluruh psikopat-sikopat dunia, seluruh penguasa-penguasa terkejam, sipir-sipir penjara yang memiliki siksaan paling kejam sipernya Abu Gurait, Buantanamo. Itu dipanggil-panggil sama Allah. Lalu Allah tantang mereka, “Coba anda buat siksa yang paling kejam menurut anda”. Lalu semuanya mengeluarkan idenya masing-masing. Dan ketika mereka melihat neraka. Ternyata tidak ada seorang pun yang bisa mengadzab lebih pedih dari pada adzah Allah. Tidak ada.  Semua gagal.

Allah kasih konteks ‘Siapa yang bisa nyiksa manusia paling pedih terserah. Mau dikuliti, Mau dimutilasi, Mau di injak-injak. Ternyata semuanya gagal tidak ada yang lebih pedih dari adzab neraka.

Allahu Akbar…

Kalau ini yang terjadi dan di alami orang kafir yang paling menderita di dunia, bagaimana dengan kita. Masihkah kita menjual ayat-ayat Allah? Menjual kesempatan yang Allah sudah berikan untuk kita?Menelantarkan iman! Anugerah yang paling berharga di dunia. Hanya gara-gara dunia yang gak ada apa-apanya.

Hadirin, kita belum dituntut banyak di Indonesia, kita hanya diminta jaga sholat, puasa, bagi waktu dengan keluarga. Kita hanya di minta, coba lihat jangan makan yang haram, cuma itu aja. Allah belum minta darah kita hadirin. Allah belum minta kita hijrah dari tempat kita… Indonesia enak banget, semua ada.

Coba bandingkan saudara-saudara kita yang ada di belahan dunia yang lain. Mereka bersimpah darah, mereka angkat senjata. Kita, kita cuma di suruh sholat lima waktu, kok gak bisa juga sich? Karena alasannya lagi-lagi dunia, dunia dan dunia lagi. Terlepas itu harta, wanita, jabatan dan tahta, ambisi-ambisi kita tersebut.

Hadirin, kesengsaraan yang paling tragis di dunia itu ibarat surga kalau dibanding neraka Allah.

Oleh karena itu marilah kita renungkan kita hidup di sini hanya berapa lama? Kapan kita kembali kepada Allah ﷻ? Dan kita hidup di lingkungan mayoritas muslim. Adzan di komandangkan setiap saat, lalu kita tidak tergugah juga. Saya tidak tahu apakah kita bisa menyampaikan udzur kita di hadapan teman kita ketika pada hari kiamat di hadapan Allah ﷻ.

Ini yang perlu kita renungkan. Para-para siksa dunia itu ibarat surga jika kita melihat siksa neraka.

Allahu ta’ala bishowaf.

•••••••
Pencatat: Khoir Bilah on 26 May 2016
Editor: Abu Ahmar

📚 Sumber: http://catatankajian.com/1407-siksa-allah-itu-pedih-kawan-ustadz-nuzul-zikri-lc.html

https://youtu.be/K2Dr5j7ZjM4

***🍃🌹🍃***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berhias

_Seri : Fikih Wanita_

💄 *7 Hal Penting yang Belum Diketahui Wanita Muslimah Mengenai Berhias Diri* 💄

_Ada beberapa point penting yang belum diketahui oleh wanita muslimah, bahkan sebagiannya ada yang dilanggar. Berikut hal-hal penting tersebut._

1⃣Hendaklah setiap wanita memperhatikan “sunnah fitrah” (perintah yang menunjukkan kebersihan diri) seperti memendekkan kuku, menghilangkan bulu ketiak, dan bulu kemaluan.

2⃣Hukum berkaitan dengan rambut wanita:

💛Hendaklah wanita muslimah memelihara rambutnya, dilarang untuk mencukur habis kecuali dalam keadaan darurat.

💛Adapun jika rambut wanita itu ingin dipendekkan misal karena kebutuhan, misalnya karena sulit terurus, maka tidaklah mengapa dipendekkan sesuai kebutuhan sebagaimana istri-istri Nabi (ummahatul mukminin) juga memendekkan rambut mereka setelah ditinggal mati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

💛Adapun jika memendekkan rambut karena ingin ikut model wanita kafir (non-muslim) dan wanita fasik atau karena ingin ikut model rambut laki-kaki, seperti itu diharamkan karena kita dilarang untuk tasyabbuh (menyerupai) orang kafir secara umum, begitu pula wanita dilarang menyerupai laki-laki dalam berpenampilan.

💛Adapun jika memendekkan rambut hanya untuk berpenampilan cantik, baiknya tidak sampai memendekkan rambut karena rambut panjang itu lebih baik bagi wanita.

⭕ _Ingat, wanita itu semakin cantik menawan dengan rambut panjangnya, sedangkan laki-laki semakin tampan dengan jenggotnya._

💛Dilarang bagi wanita untuk mengumpulkan rambut di atas kepalanya. Inilah yang dimaksud dengan hadits wanita yang diancam tidak akan mencium bau surga “ru-usuhunna ka-asnimatil bukhti al-maa’ilah” (kepala mereka seperti punuk unta).

💛Dilarang bagi wanita menyambung rambut karena dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta disambungkan rambutnya.

💛Dilarang bagi wanita mencabut atau menghilangkan alis dan bulu mata, sebagian atau seluruhnya, baik memendekkan atau mencukurnya, baik menggunakan bahan tertentu untuk menghilangkan seluruhnya atau sebagiannya. Perbuatan semacam ini disebut “an-namsh”. Di mana disebutkan dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang mencukur atau mencukur sendiri alisnya. Perbuatan ini termasuk dalam dosa besar. Seorang wanita pun tidak boleh menaati suaminya jika diperintah mencukur alisnya.

3⃣Dilarang menjarangkan gigi dengan tujuan untuk mempercantik diri.

4⃣Dilarang bagi wanita mentato dirinya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mentato dengan ditato orang lain atau mentato dirinya sendiri.

5⃣Dibolehkan bagi wanita menggunakan hena pada tangan dan kakinya, juga kuku. Namun berhias diri ini untuk wanita seperti ini berlaku untuk yang sudah menikah untuk suaminya di rumah. Hendaknya pula menghindari mewarnai kuku dengan pewarna yang tidak menghalangi masuknya air.

6⃣Dibolehkan bagi wanita mewarnai rambutnya jika memang sudah beruban. Namun dihindari menggunakan warna hitam. Namiun kalau rambut belum beruban, masih berwarna hitam, tidak dibolehkan untuk diubah ke warna lain karena warna hitam pada rambut menunjukkan kecantikan. Dan ketika itu bukan keadaan darurat pula dibutuhkan untuk mewarnai rambut. Juga ada sebab terlarangnya karena meniru-niru model rambut orang kafir.

7⃣Boleh bagi wanita berhias diri dengan emas atau perak sesuai dengan kebiasaan, sebagaimana hal ini disepakati oleh para ulama. Namun tidak boleh bagi wanita menampakkan perhiasan dirinya lelaki yang bukan mahram, bahkan baiknya tetap ia tutup dari pandangan laki-laki terkhusus ketika keluar dari rumah. Karena menampakkan semacam tadi dapat menimbulkan gejolak. Suara perhiasan yang dikaki saja dari wanita tidak boleh diperdengarkan, apalagi menampakkan perhiasannya.

_Semoga bermanfaat._

🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓

▫Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
▫Repost by Komunitas BAHIR
▫Follow bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nasehat untuk wanita dunia Maya

_Seri : FIKIH WANITA_

🌸 *Nasehat Untuk Wanita Penghuni Dunia Maya* 🌸

❓ _Pertanyaan_

Ustadz, mohon nasihatnya untuk kami kaum wanita.

Ketika wanita diperintahkan untuk menjaga iffah dan izzah baik di dunia nyata dan dunia maya, terlebih kaum wanita yang sudah berkeluarga. Namun terkadang wanita sulit menjaga itu di dunia maya karena merasa “tidak ada yang mengawasi”. Misalnya, di facebook begitu mudah berkomunikasi dengan laki-laki yang jelas-jelas bukan mahram, padahal ketika berada di dunia nyata benar benar menjaga dari hal-hal tersebut.

– Melihat kondisi seperti itu, apakah bisa dikatakan sebagai wanita yang “munafik”?

– Mohon nasihatnya,  Ustadz.

Terimakasih.

(Fulanah)

✍🏽 _Jawaban ustadz Abul Aswad Al Bayaty_

Ini merupakan bentuk khianat kepada suami, hendaknya para wanita bertaqwa kepada Allah ta’ala, hendaknya mereka menambahkan dalam diri mereka rasa takut dan malu terhadap Allah ta’ala, rasa malu terhadap suami-suami mereka.

Tidakkah mereka malu kepada orang yang bekerja siang malam, mencari nafkah, memeras keringat banting tulang demi anak istrinya. Kemudian di belakang sana si istri justru mengkhianatinya dengan berhubungan dengan lelaki lain ? dengan bercanda dengan lelaki lain ? semoga Allah ta’ala melindungi kita dari segala kehinaan.

Nabi kita yang mulia -shalawat Allah dan salam semoga tercurah kepada beliau – pernah menjelaskan sebab kenapa neraka itu dihuni oleh mayoritas kaum wanita :

“Saya diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.

Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.’ Lalu ada yang berkatak, ‘Apakah kufur kepada Allah?’

Beliau menjawab, ‘Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat anda (sedikit ) kejelekan. Maka dia akan mengatakan, ‘Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari kamu.”

(HR. Bukhari : 1052)

Mari sejenak kita merenungm ; Wanita yang tidak mengkhianati suaminya saja mendapatkan ancaman sedemikian mengerikan, ketika ia tidak mensyukuri jerih payah suami. Lantas bagaimana dengan para wanita yang mengkhianati cinta suaminya, mengkhianati pengorbanan suaminya ? mengkhianati amanah yang telah Allah pikulkan di pundak mereka ?

Tinggalkan kebiasaan suka berhubungan dengan lelaki asing, dan bagi para wanita yang tidak bisa menahan diri dari berhubungan dg lelaki asing via sosmed, segera bersihkan, hapus kontak-kontak lelaki asing dari HP dengan tanpa keraguan.

Kemudian sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif, membaca buku agama, memasak, mencuci, mengurus anak, mengajari mereka, menemani mereka mengerjakan PR, mengurus kebutuhan suami serta menyambut kepulangan mereka dengan wajah berseri.

Syukuri setiap kali kita selesai melakukan kebaikan, syukuri kebaikan tersebut, ucapkan hamdalah ke hadirat Allah ta’ala yang telah memberikan taufik kepada kita untuk bisa melakukan kebaikan tersebut. Jika kita bersyukur kepada Allah, Allah kan tambahkan nikmat-Nya kepada kita, dan kita akan dimudahkan melakukan kebaikan yang lain dan dijaga dari berbagai keburukan.

Banyak-banyak berdoa kepada Allah minta perlindungan dari godaan syaithan yang senantiasa membujuk para wanita untuk menceburkan mereka ke dalam jurang kehinaan.

Yakinilah bahwa khianat terhadap suami adalah sebuah kehinaan sehina-hinanya. Hormatilah suami, pupuklah kewibawaan suami di dalam hati, baca dan renungkan selalu wasiat Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam :

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi : 1159 dishahihkan oleh Imam Al-Albani di dalam Irwa’ul Ghalil : 1998).

Sadari dan yakini bahwa menghormati serta kesetiaan wanita kepada suaminya adalah kemuliaan, kehormatan, ‘iffah, kewibawaan yang akan menghantarkan wanita ke dalam syurga, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR Ahmad : 1661 dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 302).

Tinggalkan bergaul dg para wanita yang suka membicarakan lelaki asing, yang obrolannya berkutat membicarakan kaum lelaki, hindari jenis teman seperti ini. Ingat-ingatlah selalu suami dan anak kita, dan ingatlah selalu perintah Allah serta wasiat Nabi kita yang mulia.

Perbaiki shalat kita, berusaha untuk khusyuk adalah cara bijaksana agar kita terhindar dari perbuatan keji lagi mungkar. Banyak-banyak berdoa kepada Allah ta’ala agar dihindarkan dari hawa anfsu yang menghinakan, dan bashi lisan dengan berbagai macam dzikir, nikmati resapi dzikir tersebut agar ia benar-benar menjadi tanda keimanan dan cahaya di hati kita yang akan melindungi kita dari keburukan.

_Wallahu a’lam_

▫▫▫▫▫▫▫▫▫

📗BiAs
📖Repost by BAHIR Community
📲Follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jamak Qashar dan Shalat

🍃 *Tentang Jamak Qashar Shalat* 🍃

❓Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Saya mau bertanya tentang hukum, cara, syarat dan bilamana kita melakukan jamak dan qashar atas shalat kita. Jazakallahu khair.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

✍🏽Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Perlu dibedakan antara jamak dengan qashar. Mengingat banyak orang yang menganggap bahwa jamak identik dengan qashar, padahal hakikatnya adalah dua hal yang berbeda.

Pertama: Hukum qashar

Hukum qashar terkait dengan safar (melakukan perjalanan), atau dengan kata lain: qashar identik dengan safar. Artinya, ketika orang ber-safar maka disyariatkan untuk meng-qashar shalatnya. Hanya saja, ulama berbeda pendapat tentang hukum qashar ketika safar. Ada yang mengatakan wajib, ada yang mengatakan bahwa hukum qashar adalah sunnah muakkad, dan ada juga yang berpendapat bahwa hukum qashar adalah mubah.

Intinya, semua sepakat bahwa orang yang boleh meng-qashar shalat adalah musafir. Dalil akan hal ini adalah:

a. Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan, “Saya sering menyertai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan, dan beliau melaksanakan shalat tidak lebih dari dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

b. Ibnu Abbas mengatakan, “Sesungguhnya, Allah mewajibkan shalat melalui lisan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; untuk musafir: 2 rakaat, untuk mukim: 4 rakaat, dan shalat khauf (ketika perang) dengan 1 rakaat.” (HR. Muslim).

Adapun rincian hukum qashar, di antaranya adalah sebagai berikut:

a. Hanya untuk shalat yang jumlahnya 4 rakaat, yaitu: Zuhur, Asar, dan Isya.

b. Jika musafir bermakmum pada orang yang mukim, maka dia mengikuti imam sampai selesai dan tidak boleh qashar.

c. Tidak perlu melaksanakan shalat ba’diyah.

Kedua: Hukum jamak

Hukum asal pelaksanaan shalat adalah dikerjakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Namun, jika ada sebab tertentu, sehingga seseorang harus menjamak shalatnya maka hal itu diperbolehkan. Batasannya adalah: selama ada sebab yang mengakibat seseorang kesulitan untuk melaksanakan shalat sesuai waktunya maka dia diperbolehkan untuk menjamak shalatnya.

Di antara penyebab bolehnya men-jamak shalat adalah safar. Dengan demikian, orang yang safar, diperbolehkan untuk melaksanakan shalat dengan jamak-qashar.

Di antara aturan jamak adalah:

a. Hanya boleh untuk pasangan: Zuhur-Asar atau Maghrib-Isya.

b. Khusus untuk orang yang hendak safar:

Jika berangkat safar sebelum shalat yang pertama, maka sebaiknya menjamak shalat  di akhir waktu (jamak ta’khir). Misalnya: Jika berangkat sebelum Zuhur, maka shalat Zuhur dan Asar di-jamak di waktu Asar.

Jika berangkatnya sesudah shalat pertama maka sebaiknya men-jamak shalat di awal waktu. Misalnya: Jika berangkat setelah Zuhur, maka shalat Asarnya dilakukan di waktu Zuhur.

_Allahu a’lam_

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

📗konsultasisyariah
📖repost by BAHIR Community
📲follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bolu caramel

Camilan Akhir Pekan: Bolu Karamel
womantalk

Bolu Karamel termasuk salah makanan yang cukup terkenal dan telah ada sejak zaman dulu. Sebagian ada yang menyebutnya dengan Bolu Sarang semut atau Honeycomb Cake. Ciri khas dari bolu ini adalah saat dipotong akan terlihat lubang-lubang kecil seperti sarang semut. Itu artinya Anda berhasil membuat bolu ini. Membuatnya memang cukup tricky, tapi bila Anda mengikuti langkah-langkah berikut, Anda pasti berhasil membuat bolu karamel dengan sempurna

Bahan-bahan:
200 gr tepung terigu serbaguna
200 gr gula pasir
200 ml air panas
100 gr margarin
25 gr mentega
150 ml susu kental manis
6 butir telur
1 sdt vanili
1 sdt baking powder
1 sdt baking soda

Cara membuat:
1. Masak gula pasir tanpa diaduk. Biarkan sampai berwarna kuning kecokelatan menjadi karamel, tapi jangan sampai gosong karena cake akan terasa pahit. Masukkan air secara perlahan sampai gula larut semua.

2. Masukkan margarin dan mentega dalam larutan gula karamel sampai mencair, lalu matikan kompor, biarkan sampai hangat.

3. Kocok telur menggunakan whisker, lalu masukkan susu kental manis dan aduk rata.

4. Tambahkan tepung terigu, baking powder, dan baking soda dengan cara diayak, aduk rata.

5. Terakhir, masukkan larutan gula karamel lalu aduk rata. Tutup adonan dengan serbet dan diamkan sekitar 3-4 jam agar terbentuk sarang yang cantik.

6. Masukkan adonan ke dalam loyang tulban ukuran 20 cm yang sudah diolesi margarin tipis.

7. Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat Celcius selama kurang lebih 1 jam.
8. Keluarkan dari oven, biarkan dingin lalu keluarkan dari loyang dan baru dipotong.

9. Bolu Karamel siap dinikmati sebagai teman minum teh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS