Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

Adab utang piutang

Bismillah...

🇧🇩 *ADAB UTANG PIUTANG*.🎍

✅1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة 282

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282)

✅2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‌‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410

"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

✅3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ‏"‏ ‏.‏ رواه مسلم 1886

"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". (HR Muslim)

✅4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2414

"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah ~ shahih)

✅5. Jangan pernah menunda membayar utang.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ‏"‌‏.‏ رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308

"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

✅6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ‏"‌‏.‏ رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318

"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

✅7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "‏ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696

"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang." (HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

✅8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ‏ "‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ‏"‏. رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506

"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

✅9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

قَالَ ‏"‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏"‌‏.‏ البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454

"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." (HR Bukhari dan Muslim)

✅10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

...وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا... سورة الإسراء 34

"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." (QS Al-Israa': 34)

✅11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ‏"‏ ‏.‏ رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109

"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu.

Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya." (HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Semoga bermanfaat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

IMAN BAGIAN 03

0⃣3⃣     *IMAN*

*🔹🔹 Hadits Arbain #02: Cakupan Rukun Iman*

Kali ini melanjutkan rincian dari rukun iman secara singkat.

Lanjutan dari hadits Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu,

قَالَ : صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

*=  Orang itu berkata, “Engkau benar.” Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya.*
*=  Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang tadi berkata, “Engkau benar.”*
(HR. Muslim, no. 8)

*🔹 Cakupan Beriman Kepada Allah*

Beriman kepada Allah mencakup empat hal:

*~  Beriman kepada wujud Allah.*
Barangsiapa mengingkari keberadaan Allah, maka dia bukan orang yang beriman. Namun tidak mungkin ada orang yang mengingkari wujud Allah Ta’ala sampai pun Fir’aun sebagaimana Nabi Musa pernah berkata padanya (yang artinya),
*= “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata.”*
(QS. Israa’: 102)

*~  Beriman kepada rububiyah Allah yaitu meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb sebagai Pencipta, Pemberi Rezeki, Pemilik dan Pengatur alam semesta.*

*~  Beriman kepada uluhiyah Allah yaitu meyakini bahwa Allah satu-satunya yang berhak diibadahi, segala ibadah hanya boleh ditujukan pada Allah.*

*~  Beriman kepada nama dan sifat Allah yang menetapkan apa yang ditetapkan-Nya untuk diri-Nya dalam Al-Qur’an dan dalam sunnah Rasul-Nya dengan penetapan yang layak bagi Allah tanpa melakukan tahrif (penyelewengan), ta’thil (penolakan), takyif (menyatakan hakikat), dan tamtsil (memisalkan dengan makhluk).*

*🔹 Cakupan Beriman Kepada Malaikat*

Malaikat adalah makhluk ghaib. Malaikat diciptakan dari cahaya. Malaikat tidaklah makan dan minum. Malaikat merupakan makhluk yang padat tanpa berongga. Malaikat itu bergolong-golongan, dan tugas mereka pun bermacam-macam sesuai dengan hikmah Allah.

Beriman kepada malaikat mencakup beberapa perkara:

*~  Beriman pada nama-nama mereka yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui.*
Ada malaikat yang memiliki nama dan tugas tertentu:
Jibril ditugaskan menyampaikan wahyu kepada para Rasul-Nya yang turun dari sisi Allah.
Mikail ditugaskan mengurus hujan dan tumbuhan bumi.
Israfil ditugaskan meniup sangkakala.
Malik yaitu malaikat penjaga neraka.
Ridwan yaitu malaikat penjaga surga.
Munkar dan Nakir yang bertugas menanyai mayit dalam kubur.
Malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa. Penyebutan dengan Izra’il tidak memiliki dalil pendukung dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih.
Malaikat yang bertugas mencatat setiap amal perbuatan manusia, sifatnya adalah raqib (selalu mengawasi) dan ‘atid (selalu hadir).
Malaikat yang bertugas berkeliling ke majelis ilmu dan majelis dzikir.
Malaikat yang bertugas menemui orang beriman pada hari kiamat.
Malaikat yang bertugas memberi perhormatan pada penduduk surga.
Malaikat yang bertugas mengaminkan orang yang berdoa pada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya.
Malaikat yang bertugas mendoakan di pagi hari bagi yang rajin bersedekah (mengeluarkan nafkah) dan doa jelek bagi yang malas.
Harut dan Marut dalam kisah Sulaiman seperti disebut dalam surah Al-Baqarah ayat 102.

*🔹 Cakupan Beriman Kepada Kitab Allah*

Beriman kepada kitab Allah mencakup beberapa perkara:

*~ Mengimani bahwa Allah Ta’ala telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada setiap Rasul, dan kitab-kitab itu berasal dari sisi Allah.*
*‼‼Tetapi kita tidak mengimani bahwa kitab-kitab selain Al-Qur’an yang ada pada umat-umat sekarang berasal dari Allah karena telah terjadi penyimpangan dan perubahan.*
*~  Mengimani kebenaran pemberitaan di dalamnya, seperti kabar-kabar Al-Qur’an dan kabar-kabar yang ada pada semua kitab terdahulu yang belum dirubah atau diselewengkan.*
*~  Mengimani hukum-hukum yang terdapat dalam semua kitab terdahulu yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.*
Jadi syariat terdahulu yang tidak bertentangan dengan syariat kita merupakan syariat kita juga.
*~  Kita mengimani nama-nama seluruh kitab yang telah kita ketahui seperti Al-Qur’an, Taurat, Injil, Zabur serta Shuhuf (lembaran) Ibrahim dan Musa.*
*~  Al-Qur’an adalah penyempurna dan penghapus kitab-kitab sebelumnya yang pernah ada.*
*~  Al-Qur’an adalah kalamullah (firman Allah). Diturunkan oleh Allah lewat Ruhul Amin (Jibril) kemudian ditanamkan dalam hati sayyidul mursalin (Nabi Muhammad) dengan bahasa Arab yang terang.*
*~  Al-Qur’an diturunkan dari Allah dan bukan makhluk.*

*🔹 Cakupan Beriman Kepada Rasul*

*✔ Nabi adalah seseorang yang diberi wahyu berupa syari’at dan diperintahkan untuk mengamalkannya, tetapi tidak diperintahkan untuk mendakwahkannya.*
*✔ Sedangkan Rasul diutus untuk menyampaikan risalah yang bertentangan dengan kondisi umatnya.*

Beriman kepada Rasul mencakup beberapa perkara:

*~  Beriman pada seluruh rasul tidak membeda-bedakannya karena Rasul adalah penyampai wahyu dari Allah pada hamba.*
Mengufuri sebagian Rasul sama seperti mengufuri lainnya.
*~  Beriman pada Nabi pertama adalah Adam dan Rasul pertama adalah Nuh.*
*~  Meyakini ada rasul yang paling utama adalah dari kalangan ulul ‘azmi yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad.*
*~  Ajaran para rasul itu sama yaitu menyerukan untuk mentauhidkan Allah dan meninggalkan kesyirikan walaupun syariatnya berbeda-beda.*
*~  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para Rasul, tidak ada lagi nabi setelah beliau.*
*~  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itulah yang wajib diikuti untuk saat ini.*
*~  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penghulu para Rasul (rasul yang paling utama), penerima syafa’atul uzma (maqomam mahmuda), menjadi pemegang kunci pintu surga pertama kali dan umat Muhammad yang pertama kali masuk surga.*

*🔹 Cakupan Beriman Kepada Hari Akhir*

Beriman kepada hari akhir mencakup beberapa hal:

*~  Beriman bahwa kiamat akan terjadi dan beriman pada kejadian-kejadiannya seperti manusia akan melihat Allah kelak di akhirat.*
*~  Beriman kepada setiap apa yang Allah sebutkan dalam kitab-Nya dan apa yang telah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perkara-perkara yang akan terjadi pada hari kiamat seperti manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak disunat, buhman (sama sekali tidak membawa harta apa pun).*
*~  Beriman kepada nikmat dan siksa kubur.*
*~  Beriman kepada tanda-tanda hari kiamat seperti munculnya Dajjal, datangnya Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa bin Maryam, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya dabbah (binatang), dan terbitnya matahari dari arah tenggelamnya.*
*~  Beriman kepada peniupan sangkakala, syafa’at, hisab, mizan (timbangan), pembagian catatan amal, al-haudh (telaga), ash-shirath (titian), surga dan neraka, juga penyembelihan al-maut.*

*🔹 Cakupan Beriman Kepada Takdir*

Beriman kepada takdir mencakup beriman pada empat perkara:

*~  Al-‘Ilmu (ilmu) yaitu mengimani bahwa Allah mengetahui segala yang terjadi di alam ini, baik secara global maupun secara terperinci, baik kaitannya dengan perbuatan Allah maupun perbuatan hamba;*
*~  Al-Kitabah (pencatatan) yaitu segala sesuatu telah dicatat oleh Allah;*
*~  Al-Masyi’ah (kehendak) yaitu apa yang telah Allah kehendaki pasti terjadi, yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi;*
*~  Al-Kholq (penciptaan) yaitu segala yang ada di alam ini adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah Ta’ala, ada yang hasil perbuatan Allah (seperti turunnya hujan, tumbuhnya tanaman) dan ada yang merupakan perbuatan hamba.*
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
*=  “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”*
(QS. Ash-Shaaffaat: 96)

Semoga bermanfaat. Masih berlanjut pada penjelasan hadits Jibril selanjutnya.

Referensi:
‘Alam Al-Malaikah Al-Abrar. Cetakan Tahun 1425 H. Prof. Dr. ‘Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar. Penerbit Dar An-Nafais.
Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya.
Syarh Lum’ah Al-I’tiqad. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah.

Disusun di Pesantren Darush Sholihin, Jumat siang, 14 Shafar 1439 H

~  Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
~  Artikel Rumaysho.Com

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/16679-hadits-arbain-02-cakupan-rukun-iman.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

IMAN BAGIAN 02

0⃣2⃣    *IMAN*

*🔹🔹 Hadits Arbain #02: Memahami Rukun Iman*

Kali ini kita melanjutkan lagi pembahasan hadits Jibril, hadits kedua dari Hadits Arbain An-Nawawiyah karya Imam Nawawi rahimahullah.
Sebelumnya yang dikali adalah perihal rukun Islam.
*Kali ini yang dikaji adalah perihal rukun iman.*

Lanjutan dari hadits Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu,

وَقاَلَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَمِ ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ ، وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً .

*=  Selanjutnya ia berkata, “Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.”*
*=  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.”*

قَالَ : صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

*= Orang itu berkata, “Engkau benar.”*
*=  Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.”*
*=  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”*
*=  Orang tadi berkata, “Engkau benar.”*
(HR. Muslim, no. 8)


*🔹 Pelajaran Bagian Kedua dari Hadits #02*

*Hadits ini menunjukkan keutamaan Islam.*
Dan sepatutnya apa yang pertama kali ditanyakan oleh seseorang adalah tentang Islam.
*Oleh karena itu, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak mengirim para utusan untuk berdakwah kepada Allah, beliau memerintahkan mereka untuk memulai dakwah tersebut dengan persaksian “Laa ilaha illallah wa anna Muhammadar Rasulullah”, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.*

Rukun Islam itu ada lima sebagaimana disebutkan dalam hadits ini, dan dikuatkan pula dengan hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma pada hadits nomor ketiga dari kumpulan hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah.
Keutamaan shalat, dan bahwa shalat didahulukan sebelum rukun-rukun lainnya setelah dua kalimat syahadat (syahadatain).
Anjuran untuk mendirikan shalat dan melaksanakannya istiqamah (terus menerus), dan shalat termasuk salah satu rukun Islam.
Menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah haji ke Baitullah termasuk rukun Islam.
*Perpindahan dari perkara lebih rendah ke perkara yang lebih tinggi yaitu dari Islam ke Iman.*
*‼‼ Semua orang bisa berislam dengan melakukan amalan lahiriyah sebagaimana yang disebutkan dalam ayat (yang artinya),*
*=  “Orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman.’*
*=  Katakanlah kepada mereka, ‘KAMU BELUM BERIMAN, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (berislam).’”*
(QS. Al-Hujurat: 14).

*✔ Adapun iman adalah perkara batin (dalam hati).*

*✔ Islam dan Iman masuk dalam istilah para ulama, “Idzajtama’a iftaroqo, wa idza iftaraqa ijtama’a”, jika kedua kata tersebut disebutkan berbarengan, maknanya berbeda; namun jika kedua tersebut disebutkan secara terpisah, maka maknanya sama.*
*✔ Jika Islam dan Iman disebutkan bersamaan, maka yang dimaksud Islam adalah amalan lahiriyah sedangkan Iman adalah amalan batin (berupa keyakinan-keyakinan hati).*

*✔ Rukun iman itu ada enam. Keenam rukun iman ini jika DIJALANKAN DENGAN BENAR, maka AKAN MEWARISKAN KEPADA PEMILIKNYA KEKUATAN UNTUK MEMOHON dalam melaksanakan ketaatan dan rasa takut kepada Allah.*

*‼‼Barangsiapa MENGINGKARI salah satu dari rukun iman, IA TELAH KAFIR, karena ia telah mendustakan apa yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.*
*~  Kita harus menetapkan adanya malaikat dan wajibnya beriman kepada para malaikat.*
*Malaikat itu berbentuk jasad.*
Contohnya saja malaikat Jibril dalam wujud aslinya memiliki 600 sayap yang menutupi ufuk.
Keliru jika mengatakan bahwa malaikat hanya berupa ruh saja, tidak memiliki jasad. Keliru juga jika mengatakan bahwa malaikat adalah kiasan untuk kekuatan kebaikan yang ada dalam diri manusia, sedangkan setan adalah kiasan untuk kekuatan kejahatan.
*~  Kita harus beriman kepada seluruh Rasul. Jika seseorang beriman kepada Rasulnya saja dan mengingkari Rasul selainnya, maka berarti ia belum beriman kepada Rasulnya, bahkan dia termasuk orang kafir.*

*~  Kita harus beriman pada hari Akhir yang disebut hari kiamat, di mana manusia dibangkitkan dari kubur mereka untuk dilakukannya hisab (perhitungan) dan diberi balasan, yang berakhir dengan tinggalnya penduduk surga di tempat mereka dan juga penduduk neraka di tempatnya.*

*~  Wajib kita beriman pada takdir yang baik dan yang buruk.*

Takdir itu tidak berisi sesuatu yang buruk, yang buruk hanya pada yang telah ditakdirkan (maqdur). Penjelasan hal ini adalah bahwa perkara takdir yang berkaitan dengan perbuatan Allah seluruhnya baik.

Mengapa Allah menakdirkan kejelekan? Karena ada hikmah di balik itu seperti:
(1) agar kebaikan dapat dikenal;
(2) supaya manusia menyandarkan diri pada Allah;
(3) supaya manusia bertaubat kepada-Nya setelah ia berbuat dosa;
(4) banyak meminta perlindungan kepada Allah dari keburukan dengan berdzikir dan berdoa;
(5) ada maslahat besar di balik kesulitan atau musibah yang menimpa.

*✔ Keburukan disandarkan pada makhluk, bukan disandarkan pada Allah.*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
*=  “Kejelekan tidaklah disandarkan kepada-Mu.”*
(HR. Muslim)

*✔ Kita tidak boleh menjadikan qadha dan qadar Allah sebagai alasan untuk meninggalkan perintah dan melakukan larangan-Nya. Allah telah memiliki hujjah atas kita melalui kitab-kitab yang diturunkan dan rasul yang diutusnya.*
Dalam ayat disebutkan (yang artiya),
*=  “Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.”*
(QS. Al-Anbiya’: 23)

*Allah tidaklah memaksa seorang pun untuk mengerjakan kemaksiatan atau meninggalkan ketaatan, manusia tetap punya pilihan.*

*✔ Ada dua macam iradah (kehendak), yaitu iradah kauniyyah dan iradah syar’iyyah.*
*~  Iradah kauniyyah adalah iradah yang semakna dengan masyiah (kehendak yang pasti terjadi).*
*~  Iradah syar’iyyah adalah iradah yang semakna dengan mahabbah (kecintaan).*
Iradah kauniyyah itu pasti terjadi namun belum tentu Allah cintai. Sedangkan iradah syari’iyah itu kehendak Allah yang Dia cintai tetapi tidak mesti terjadi.

Contoh, berimannya Abu Bakar Ash-Shiddiq terdapat di dalamnya iradah kauniyyah karena hal itu terjadi dan terdapat pula iradah syar’iyah karena beriman itu dicintai Allah.

Sedangkan kafirnya Fir’aun terjadi secara iradah kauniyyah, namun tidak dicintai oleh Allah.
Semoga bermanfaat. Bersambung insya Allah pada rincian rukun Iman.

Referensi:
Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya.

Syarh Lum’ah Al-I’tiqad. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah.


Disusun di Pesantren Darush Sholihin, Jumat siang, 14 Shafar 1439 H

~  Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
~  Artikel Rumaysho.Com

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/16663-hadits-arbain-02-memahami-rukun-iman.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Iman bagian 01

0⃣1⃣   *IMAN*

*🔹🔹 Pengertian Iman Menurut Ahlus Sunnah*

Bagaimana para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mendefinisikan iman?

*✔ Iman menurut Ahlus Sunnah adalah perkataaan dalam lisan, keyakinan dalam hati dan amalan dengan anggota badan.*

Imam Ahmad berkata,

الإيمان قول وعمل يزيد وينقص

*=  “Iman adalah perkataan dan amalan, bisa bertambah dan berkurang.”*
(Diriwayatkan oleh anaknya ‘Abdullah dalam kitab As Sunnah, 1: 207)

Imam Bukhari berkata dalam awal kitab shahihnya,

وهو قول وفعل يزيد وينقص

*=  “Iman itu perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.”*
Sampai beliau berkata,

والحب في الله والبغض في الله من الإيمان

*=  “Cinta karena Allah dan benci karena Allah adalah bagian dari iman.”*
(Shahih Al Bukhari dalam Kitab Al Iman)

Definisi iman bukan hanya terbatas pada perkataan dua ulama di atas.
*Bahkan para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah telah bersepakat mengenai pengertian iman seperti itu.*

Ibnu ‘Abdil Barr dalam kitab beliau At Tamhid berkata,
*= “Iman menurut ulama Ahlus Sunnah -di mana mereka adalah Ahlul Atsar dari ulama fikih dan hadits-, mereka telah bersepakat, iman itu perkataan dan perbuatan dan tidak ada amalan kecuali dengan niat.*
*=  Imam menurut Ahlus Sunnah bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena maksiat.*
*=  Segala ketaatan termasuk bagian dari iman.”*
Lalu Imam Ibnu ‘Abdil Barr menyebutkan perselisihan para ulama tentang hal iman.
( Lihat At Tamhid, 9: 238 dan Fathul Bari, 1: 47.)

Ibnu Katsir berkata,
*= “Iman menurut pengertian syar’i tidaklah bisa terwujud kecuali dengan adanya keyakinan (i’tiqod), perkataan dan perbuatan.*
Demikian definisi yang disampaikan oleh kebanyakan ulama. Bahkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal serta Abu ‘Ubaid juga ulama lainnya bersepakat bahwa *iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”*
(Tafsir Ibnu Katsir pada surat Al Baqarah ayat 2).

Imam Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata,
*= “Para sahabat dan tabi’in serta ulama Ahlus Sunnah sesudahnya sepakat bahwa amalan termasuk bagian dari iman.*
*=  Mereka berkata bahwa iman adalah perkataan, perbuatan dan akidah (keyakinan).”*
(Syarhus Sunnah, 1: 38)

Tidak ada pendapat ulama Ahlus Sunnah yang menyelisihi pendapat yang telah disebutkan di atas.

Jika ada ulama yang mendefinisikan iman dengan perkataan dan amalan, maka mereka sudah memasukkan perkataan lisan dan hati.

Jika ada yang menambahkan i’tiqod (keyakinan), maksud mereka adalah supaya tidak salah sangka bahwa i’tiqod (keyakinan) bukan termasuk qoulul qolb (perkataan hati). Sehingga sebagian mereka berkata bahwa iman adalah perkataan, amalan dan niat.

Ulama lainnya menambahkan dalam definisi *iman “ittiba’us sunnah” yaitu mengikuti sunnah Nabi.*
*✔ Maksud mereka bahwa perkataan dan amalan tidaklah dicintai oleh Allah melainkan dengan ittiba’ yaitu mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.*

Sahl At Tusturiy pernah ditanya tentang iman, apa itu iman? Sahl menjawab,
*= “Iman adalah perkataan, perbuatan, niat dan mengikuti ajaran Nabi.*
*=  Karena perkataan dan amalan tanpa didasari niat, maka itu termasuk kemunafikan.*
*= Jika perkataan, amalan, dan niat tanpa disertai tuntunan Nabi, maka itu adalah bid’ah.”*
(Majmu’ Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 7: 171)

Semoga yang singkat ini bermanfaat. Hanya Allah yang memberi hidayah.

Referensi:

Asy Syatsri, Sa’ad bin Nashri (guru kami), Haqiqotul Iman wa Bida’ Al Irja’ fil Qodim wal Hadits, hal. 13-14, terbitan Dar Kunuz Isybiliya, cetakan kedua, tahun 1430 H.


Disusun di Pesawat Etihad saat perjalanan Abu Dhabi – Jakarta, 10 Rabi’ul Awwal 1435 H.

~  Oleh -akhukum fillah- Muhammad Abduh Tuasikal
~  Artikel www.rumaysho.com

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/5873-pengertian-iman-menurut-ahlus-sunnah.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep bakso sapi

Siapa tak suka dengan penganan enak ini, bakso daging sapi kenyal yang gurih dengan kuah kaldu hangatnya. Tak heran di Indonesia Anda bisa dengan mudah menjumpai penjual bakso daging sapi berbagai variasi karena peminatnya tak pernah habis.

Ingin coba membuat sendiri bakso sapi di rumah? Dari pada beli dan khawatir dengan campuran dagingnya, mengapa tak belajar memasak sendiri? dengan bantuan blender untuk menghaluskan daging sapinya, Anda juga bisa mendapatkan bakso yang lezat.

Berikut resepnya:

¼ kg daging sapi, masukkan frezer untuk menjadikannya setengah beku lalu potong kecil.

1 bungkus es batu (sekitar 1 gelas) pecahkan

1 putih telur

3 sendok makan tapioka

Garam, merica bubuk, penyedap rasa sesuai selera

5 butir Bawang putih, kupas dan cincang halus

½ sendok teh baking powder

Cara membuat:

1. Siapkan blender, masukkan daging beku yang sudah dipotong kecil, masukkan es batu, blender hingga halus.

2. Tambahkan putih telur, bawang putih, blender kembali.

3. Masukkan bahan lainnya termasuk tapioka, merica dan baking powder. Blender kembali.

4. Keluarkan adonan dari blender, uleni dengan tangan hingga menyatu benar-benar sekira 5-10 menit.

5. Siapkan air dalam panci, didihkan, lalu kecilkan api hingga air tidak bergolak.

6. Buat bulatan dari adonan daging yang sudah diuleni. Masukkan dalam air panas (jangan mendidih, cukup panas saja). Lakukan untuk semua adonan.

7. Biarkan bulatan bakso mengapung, tanda sudah matang. Api tetap kecil jangan dibesarkan.

8. Siapkan air es, angkat bakso yang sudah mengapung dari air panas, lalu masukkan ke air es. Ini yang membuat bakso jadi kenyal

9. Setelah beberapa saat di air es, angkat dan tiriskan bakso.

10. Bakso siap dihidangkan dengan kuah kaldu serta sambal dan saus. Selamat mencoba.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aci sakang tusuk sate

Bahan  :
-Sagu tani cap gunung
-Kacang
- gula merah
- cabe secukupnya
- bumbu halus garam,lada,ketumbar,bawang putih
-air
-tusukan sate

Cara membuat Aci tusuk ;;
1.Siapkan air mendidih
Dan siram ke sagu dengan bumbu halus
2,aduk merata dan bentuk sesuai selera di lidi
3.siapkan air mendidih dan rebus bahan aci yg sudah jadi
4.tiriskan

Cara membuat Sakang ;
1,goreng kacang dan cabe, haluskan dengan gula,garam
Tambahkan  beri air secukupnya

#jajananaci
#acitusuk
#cirengtusuk
#acikacang
#acisate
Sajikan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep chiffon dasar

Cara membuat Chiffon Cake Dasar, resep kue :


Campur minyak goreng dan air. Aduk rata. Sisihkan.


Ayak tepung terigu. Tambahkan gula pasir halus. Aduk rata.


Masukkan campuran minyak goreng sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.


Tambahkan kuning telur. Aduk rata. Sisihkan.


Kocok putih telur, cream of tartar, dan garam sampai setengah mengembang. Tambahkan gula pasir sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.


Tuang ke campuran tepung sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.


Tuang di loyang chiffon diameter 20 cm tinggi 10 cm tanpa dioles.


Oven 55 menit dengan suhu 180 derajat Celsius. Setelah matang segera tangkupkan di atas botol. Biarkan sampai dingin.


Untuk 16 potong


Bahan-bahan dan bumbu-bumbu dalam resep kue Chiffon Cake Dasar diatas adalah sebagai berikut :
120 gram tepung terigu protein rendah 
50 gram gula pasir halus 
75 gram minyak goreng 
75 ml air 
5 kuning telur 
5 putih telur 
1/2 sendok teh cream of tartar 
1/2 sendok teh garam 
75 gram gula pasir


Resep ini merupakan resep dasar untuk pembuatan chiffon cake. Setelah resep dasar ini dapat dikuasai, maka kreasi seperti apapun yang akan anda lakukan dengan chiffon cake yang akan anda buat pasti dapat istimewa.

#saveresep
#kumpulanresep
#resepkue

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS