Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

Istri romantis Dalam islam

🍃💟 *Jadilah Istri Yang Romantis, Wahai Putriku*

(Sebuah pesan dari seorang ibu)

Wahai putriku, bacalah pesan-pesanku ini :

Putriku …
Jangan engkau kira, bahwa pernikahan itu hanya cinta dan kehidupan yang penuh dengan perasaan yang menyenangkan hati,  kata-kata lembut yang engkau dengar siang malam…

Putriku …
Janganlah heran jika engkau telah mempersiapkan malam yang romantis dengan segenap kemampuanmu, tiba-tiba suamimu menemuimu seolah-olah engkau tidak ada …
Walaupun engkau berupaya untuk merayunya, namun suamimu berkata dengan tenang: “Saya tidak punya waktu untuk hal ini.”
Atau berkata: “Saya sedang sibuk.”

Putriku …
Janganlah heran jika suamimu tahu engkau sedang sakit, tapi dia lupa menanyakan keadaanmu…
Jangan heran jika suamimu kurang memperhatikan untuk mengagumi kecantikanmu dan rumahmu yang rapi…
Jangan heran jika engkau tidak mendengar darinya ucapan cinta dan rayuan…

Putriku …
Janganlah engkau menunggu bahwa perahu bisa berlabuh diatas daratan yang kering…
Segeralah engkau yang mendahului  sebelum suamimu, janganlah engkau menanti darinya…

Ingatlah putriku…
Sesungguhnya lingkungan suamimu berbeda dengan lingkunganmu, kadang suamimu berada di lingkungan yang keras, atau ibu-bapaknya sibuk, sehingga dalam kehidupannya tidak mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang, dsb…

Ingatlah …
Bahwa seorang suami masuk kedalam kehidupan rumah tangga dalam keadaan khawatir tidak mampu memikul tanggung jawabnya, karena tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada tanggung jawab perempuan, sehingga ada perbedaan yang jelas sekali …
Karena mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya…
Maka pikirannya sibuk dengan hal-hal seperti itu, dan dia tidak berpikir seperti yang engkau pikirkan putriku …

Ingatlah  …
Bahwa tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat wanita…
Ini merupakan fithrah masing-masing dari keduannya…
Janganlah engkau berharap untuk  dapat mengubah tabiat dan fithrah dalam waktu singkat…

Ingatlah …
Bahwa pekerjaan laki-laki itu  penuh dengan problem yang amat berat… yang akan memberikan pengaruh kepada urat syarafnya setiap saat…

Ingatlah …
Bahwa laki-laki itu berbeda-beda dalam cara mengungkapkan perasaan mereka:

Ada laki-laki yang pandai dalam seni mengungkapkan perasaannya,Ada yang mengungkapkan dengan perbuatannya,Ada yang kehabisan kata-kata sehingga tidak sanggup berbicara…

Maka terimalah suamimu dengan keadaan apapun, ucapkan pujian kepada Allah, dan jangan minta hal yang lebih yang tidak ada pada suamimu…

Ingatlah …
Bahwa suamipun butuh cinta dan kasih sayang,
Sungguh Allah ta’ala menjelaskan, bahwa wanita yang penyayang itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya

(ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Ruum:21)

Maka segeralah -wahai putriku- engkau mengungkapakan rasa cinta dan tutur kata yang baik, sehingga telinga suami biasa mendengarnya…
Jika engkau tidak membiasakannya, maka jangan engkau harapkan akan ada imbalan berupa kata-kata manis darinya …
Penuhilah telinga & hati suamimu olehmu -duhai putriku- dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang baik…

Ingatlah putriku …
Bahwa kehidupan tidak akan menjadi lurus jika berdiri hanya di atas perasaan saja, karena perasaan saja tidak mungkin direalisasikan di alam nyata …
Maka jadikah engkau seorang wanita yang berada di alam nyata , bukan di alam khayalan…

Demikian, semoga bermanfa’at.

Sumber: “Az-Zawaaj  wa  Al-Ahlaam Al-Wardiyyah“,  Marwah Yusuf  ‘Aasyuur.

————-

Makkah 27/3/1436 H

By: Nuruddin Abu Faynan
Editor: Arfah Ummu Faynan

Artikel Muslimah.Or.Id

Muslimah.Or.Id
Repost : Ummu Izga_Bahir Indonesia
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~**

(Sebuah pesan dari seorang ibu)

Wahai putriku, bacalah pesan-pesanku ini :

Putriku …
Jangan engkau kira, bahwa pernikahan itu hanya cinta dan kehidupan yang penuh dengan perasaan yang menyenangkan hati,  kata-kata lembut yang engkau dengar siang malam…

Putriku …
Janganlah heran jika engkau telah mempersiapkan malam yang romantis dengan segenap kemampuanmu, tiba-tiba suamimu menemuimu seolah-olah engkau tidak ada …
Walaupun engkau berupaya untuk merayunya, namun suamimu berkata dengan tenang: “Saya tidak punya waktu untuk hal ini.”
Atau berkata: “Saya sedang sibuk.”

Putriku …
Janganlah heran jika suamimu tahu engkau sedang sakit, tapi dia lupa menanyakan keadaanmu…
Jangan heran jika suamimu kurang memperhatikan untuk mengagumi kecantikanmu dan rumahmu yang rapi…
Jangan heran jika engkau tidak mendengar darinya ucapan cinta dan rayuan…

Putriku …
Janganlah engkau menunggu bahwa perahu bisa berlabuh diatas daratan yang kering…
Segeralah engkau yang mendahului  sebelum suamimu, janganlah engkau menanti darinya…

Ingatlah putriku…
Sesungguhnya lingkungan suamimu berbeda dengan lingkunganmu, kadang suamimu berada di lingkungan yang keras, atau ibu-bapaknya sibuk, sehingga dalam kehidupannya tidak mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang, dsb…

Ingatlah …
Bahwa seorang suami masuk kedalam kehidupan rumah tangga dalam keadaan khawatir tidak mampu memikul tanggung jawabnya, karena tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada tanggung jawab perempuan, sehingga ada perbedaan yang jelas sekali …
Karena mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya…
Maka pikirannya sibuk dengan hal-hal seperti itu, dan dia tidak berpikir seperti yang engkau pikirkan putriku …

Ingatlah  …
Bahwa tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat wanita…
Ini merupakan fithrah masing-masing dari keduannya…
Janganlah engkau berharap untuk  dapat mengubah tabiat dan fithrah dalam waktu singkat…

Ingatlah …
Bahwa pekerjaan laki-laki itu  penuh dengan problem yang amat berat… yang akan memberikan pengaruh kepada urat syarafnya setiap saat…

Ingatlah …
Bahwa laki-laki itu berbeda-beda dalam cara mengungkapkan perasaan mereka:

Ada laki-laki yang pandai dalam seni mengungkapkan perasaannya,Ada yang mengungkapkan dengan perbuatannya,Ada yang kehabisan kata-kata sehingga tidak sanggup berbicara…

Maka terimalah suamimu dengan keadaan apapun, ucapkan pujian kepada Allah, dan jangan minta hal yang lebih yang tidak ada pada suamimu…

Ingatlah …
Bahwa suamipun butuh cinta dan kasih sayang,
Sungguh Allah ta’ala menjelaskan, bahwa wanita yang penyayang itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya

(ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Ruum:21)

Maka segeralah -wahai putriku- engkau mengungkapakan rasa cinta dan tutur kata yang baik, sehingga telinga suami biasa mendengarnya…
Jika engkau tidak membiasakannya, maka jangan engkau harapkan akan ada imbalan berupa kata-kata manis darinya …
Penuhilah telinga & hati suamimu olehmu -duhai putriku- dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang baik…

Ingatlah putriku …
Bahwa kehidupan tidak akan menjadi lurus jika berdiri hanya di atas perasaan saja, karena perasaan saja tidak mungkin direalisasikan di alam nyata …
Maka jadikah engkau seorang wanita yang berada di alam nyata , bukan di alam khayalan…

Demikian, semoga bermanfa’at.

Sumber: “Az-Zawaaj  wa  Al-Ahlaam Al-Wardiyyah“,  Marwah Yusuf  ‘Aasyuur.

————-

Makkah 27/3/1436 H

By: Nuruddin Abu Faynan
Editor: Arfah Ummu Faynan

Artikel Muslimah.Or.Id

Muslimah.Or.Id
Repost : Ummu Izga_Bahir Indonesia
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
(Sebuah pesan dari seorang ibu)

Wahai putriku, bacalah pesan-pesanku ini :

Putriku …
Jangan engkau kira, bahwa pernikahan itu hanya cinta dan kehidupan yang penuh dengan perasaan yang menyenangkan hati,  kata-kata lembut yang engkau dengar siang malam…

Putriku …
Janganlah heran jika engkau telah mempersiapkan malam yang romantis dengan segenap kemampuanmu, tiba-tiba suamimu menemuimu seolah-olah engkau tidak ada …
Walaupun engkau berupaya untuk merayunya, namun suamimu berkata dengan tenang: “Saya tidak punya waktu untuk hal ini.”
Atau berkata: “Saya sedang sibuk.”

Putriku …
Janganlah heran jika suamimu tahu engkau sedang sakit, tapi dia lupa menanyakan keadaanmu…
Jangan heran jika suamimu kurang memperhatikan untuk mengagumi kecantikanmu dan rumahmu yang rapi…
Jangan heran jika engkau tidak mendengar darinya ucapan cinta dan rayuan…

Putriku …
Janganlah engkau menunggu bahwa perahu bisa berlabuh diatas daratan yang kering…
Segeralah engkau yang mendahului  sebelum suamimu, janganlah engkau menanti darinya…

Ingatlah putriku…
Sesungguhnya lingkungan suamimu berbeda dengan lingkunganmu, kadang suamimu berada di lingkungan yang keras, atau ibu-bapaknya sibuk, sehingga dalam kehidupannya tidak mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang, dsb…

Ingatlah …
Bahwa seorang suami masuk kedalam kehidupan rumah tangga dalam keadaan khawatir tidak mampu memikul tanggung jawabnya, karena tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada tanggung jawab perempuan, sehingga ada perbedaan yang jelas sekali …
Karena mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya…
Maka pikirannya sibuk dengan hal-hal seperti itu, dan dia tidak berpikir seperti yang engkau pikirkan putriku …

Ingatlah  …
Bahwa tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat wanita…
Ini merupakan fithrah masing-masing dari keduannya…
Janganlah engkau berharap untuk  dapat mengubah tabiat dan fithrah dalam waktu singkat…

Ingatlah …
Bahwa pekerjaan laki-laki itu  penuh dengan problem yang amat berat… yang akan memberikan pengaruh kepada urat syarafnya setiap saat…

Ingatlah …
Bahwa laki-laki itu berbeda-beda dalam cara mengungkapkan perasaan mereka:

Ada laki-laki yang pandai dalam seni mengungkapkan perasaannya,Ada yang mengungkapkan dengan perbuatannya,Ada yang kehabisan kata-kata sehingga tidak sanggup berbicara…

Maka terimalah suamimu dengan keadaan apapun, ucapkan pujian kepada Allah, dan jangan minta hal yang lebih yang tidak ada pada suamimu…

Ingatlah …
Bahwa suamipun butuh cinta dan kasih sayang,
Sungguh Allah ta’ala menjelaskan, bahwa wanita yang penyayang itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya

(ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Ruum:21)

Maka segeralah -wahai putriku- engkau mengungkapakan rasa cinta dan tutur kata yang baik, sehingga telinga suami biasa mendengarnya…
Jika engkau tidak membiasakannya, maka jangan engkau harapkan akan ada imbalan berupa kata-kata manis darinya …
Penuhilah telinga & hati suamimu olehmu -duhai putriku- dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang baik…

Ingatlah putriku …
Bahwa kehidupan tidak akan menjadi lurus jika berdiri hanya di atas perasaan saja, karena perasaan saja tidak mungkin direalisasikan di alam nyata …
Maka jadikah engkau seorang wanita yang berada di alam nyata , bukan di alam khayalan…

Demikian, semoga bermanfa’at.

Sumber: “Az-Zawaaj  wa  Al-Ahlaam Al-Wardiyyah“,  Marwah Yusuf  ‘Aasyuur.

————-

Makkah 27/3/1436 H

By: Nuruddin Abu Faynan
Editor: Arfah Ummu Faynan

Artikel Muslimah.Or.Id

Muslimah.Or.Id
Repost : Ummu Izga_Bahir Indonesia
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wanita Dalam islam

*Muslimah, Jadilah Mulia dengan Tinggal di Rumahnya*

Islam telah memuliakan wanita muslimah sebagai sosok yang diibaratkan sebaik-baik perhiasan dunia. Namun, sangat disayangkan banyak muslimah zaman sekarang yang sudah melampaui batas agar senantiasa bisa dilihat keindahannya oleh siapapun.

*Wahai Muslimah, Allah Telah Memuliakanmu*

Wahai saudariku muslimah, sungguh Allah Ta’ala telah mengkhususkan ayat ini untuk kalian:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kalian tetap berada di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu” (Al Ahzab: 33).

Marilah kita mencoba mengambil pelajaran dari perintah Allah dalam ayat di atas.

*Kemuliaan Muslimah Diraih di Dalam Rumah*

Ayat di atas bisa dibaca dengan dua bacaan :

Yang pertama dibaca  (وَقَرْنَ) (Wa qarna), berasal dari kata (القَرَار). Maknanya adalah tinggal dan menetap di dalam rumah dan tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan yang mendesak.Dibaca (وَقِرْنَ) (Wa qirna), berasal dari kata (ألوَقَار) yang artinya kewibawaan dan kemuliaan.

Kedua makna di atas saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Wanita yang tinggal di rumahnya maka akan memiliki kewibawaan dan kemuliaan. Apabila mereka sering keluar rumah dan tidak berada di rumahnya maka dirinya akan jauh dari kewibaan dan akan berganti dengan kondisi yang sebaliknya.

*Tanggung Jawab Besar di Dalam Rumah*

Allah berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kalian tetap berada di dalam rumah-rumah kalian.”

Dinisbatkan ‘‘rumah-rumah kalian” kepada wanita, padahal secara umum para wanita tinggal di rumah milik suaminya, ini menunjukkan bahwa ada kekhususn wanita dengan rumah, yaitu dengan tinggal di rumah, menjaganya, dan tanggung jawab yang besar terhadap rumah yang dia tempati. Oleh karena itu, dinisbatkan rumah itu kepada wanita. Dengan demikian para wanita tertuntut untuk tetap tinggal di dalamnya dan tidak keluar rumah kecuali jika memang ada kebutuhan yang mengharuskan untuk keluar rumah.

*Penjelasan atas Larangan Berhias (Tabarruj)*

Selanjutnya Allah berfrman,

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu.”

Jika wanita keluar rumah untuk suatu keperluan maka dia wajib berpegang teguh dengan aturan dan adab syariat Islam. Termasuk perbuatan tabarruj yang terlarang adalah membuka aurat, menampakkan keindahan dan perhiasan, memakai parfum, berdandan, dan menimbulkan fitnah serta menggoda pandangan laki-laki. Ini semua merupakan perbuatan jahiliyah orang-orang terdahulu yang apabila wanita melakukannya maka akan jatuh dan rendah harga dirinya. Wal’iyadzubillah.

Rujukan : Mau’idhotun Nisaa’ karya Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin al’ Abbad al Badr hafidzahumallah.
Repost by bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara mandi junub dalam Islam

Tata Cara Mandi Junub

Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

Bismillah...

Berkaitan dengan mandi junub, terdapat dua hadis pokok yang bisa kita jadikan sebagai acuan. Dua hadis ini berasal dari dua istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah dan Maimunah radhiallahu ‘anhuma.

Hadis Pertama: hadis Aisyah radhiallahu ‘anha,

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh badannya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Hadis Kedua:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

Dari Ibnu Abbas, bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

Dengan menggabungkan hadis di atas, bisa kita simpulkan urutan tata cara mandi sebagai berikut:

1. Menuangkan air dan Mencucui kedua tangan

2. Mengambil air dengan tangan kanan untuk mencuci kemaluan dengan tangan kiri. Kita juga bisa gunakan gayung untuk kegiatan ini.

3. Menggosokkan tangan kiri ke tanah. Tujuannya adalah untuk membersihkan kotoran kemaluan yang menempel di tangan. Ini bisa kita ganti dengan sabun.

4. Berkumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian dilanjutkan dengan berwudhu, namun tidak sampai mencuci kaki. Karena bagian ini diakhirkan.

5. ketika mulai membasahi rambut, sela-selai pangkal rambut dan basahi dengan air. Sampai seluruh kepala dan rambut basah.

6. Siram kepala 3 kali, dilanjutkan dengan menyiram seluruh anggota badan.

7. Mengguyur air ke seluruh badan dengan mendahulukan yang kanan.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

Jangan lupa untuk digosok, terutama di bagian badan yang tersembunyi. Pastikan semua badan Anda basah.

8. berpindah tempat, dan cuci kedua kaki. Jangan lupa, sela-selai jari kaki, sampai Anda yakin seluruh kaki Anda basah.

Allahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ARTI ISTIDRAJ

*ISTIDRAJ*

I. nilah kondisi yang tanpa disadari

S. eolah bahagia namun siksa tak terperi

T. anpa terduga tiba-tiba menohok diri

I. man tercerabut dan hilang kendali

D. erai air mata mengguncang hati

R. asa pedih merana memaksa diri

A. ndai tak segera berlari tuk mengabdi

J. adilah sayap patah terhempas di bumi

*Apa itu istidraj?*

Istidraj itu adalah :
ketika Allah tetap memberikan kita :

1. Harta yang berlimpah;  padahal tidak pernah bersedekah.
2. Rizki berlipat-lipat; padahal jarang shalat dan terus berbuat maksiat.
3. Dikagumi, dihormat, padahal akhlak bejat.
4. Diikuti, diteladani dan diidolakan; padahal mengumbar aurat dalam berpakaian.
5. Sangat jarang diuji sakit; padahal dosa-dosa menggunung dan membukit.
6.Tidak pernah diberikan musibah; padahal hidup sombong angkuh dan bedebah.
7. Anak-anak sehat-sehat, cerdas-cerdas; padahal diberikan makan dari harta hasil culas.
8. Hidup bahagia penuh canda tawa; padahal banyak orang karenanya ternoda dan terluka.
9. Karirnya terus menanjak; padahal banyak orang yang diinjak-injak.
10. Semakin tua semakin makmur; padahal berkubang dosa sepanjang umur.

Hati-hati karena itulah yang dinamakan ISTIDRAJ.!!.

Renungan ayat ini:

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka;
sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa..”
(QS. Al-An’am: 44)

*Maka jangan silau dengan kesuksesan dan kemegahan yg ditampilkan seseorang;*
*bisa jadi dia sedang mengalami istidraj..*
Dan pada saatnya nanti Allah tiba2 akan mencabut semua kenikmatan itu, tanpa dia sadari.

Sebagai orang beriman yg dikasihi Allah, maka DIA akan selalu menjaga kita dari segala kemaksiatan, tdk dibiarkan dlm kesesatan.

Jd kalau kita sdh beramal sholeh, namun kita masih diberi ujian/ cobaan, maka itulah tanda kasih sayang Allah pada hamba2NYA, berupa keringanan dosa2 & menuju Ampunan NYA.

*SEMOGA KITA SELAMAT DARI ISTIDRAJ*

AAMIIN

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep pizza mozarela

Pizza sosis mozarella teflon

Gak pernah bosen bikin pizza teflon. Suami dan bibi pada sukaaa... Bikinnya gampang banget dan lebih cepat. Yukkkk intip resepnya yaa...
Bahan-bahan

Dought:

7 sdm Tepung terigu (aku pakenya segitiga biru)
1/2 sdt Fermipan
1 sdt Gula putih (bisa sesusai selera)
Secukupnya Air
1 sdt Olive oil atau minyak goreng (optional)

Topping:
1 sdm Mentega
2 buah Sosis
1 buah Bawang bombay
3 sdm Saus bolognese
3 sdm Saus tomat
1 sdm Saus sambal
Lada
Oregano
Mozarella
Langkah

1 Dought: Campur fermipan dan gula dengan air hangat kuku. Tunggu sampai terlihat buih-buih dari fermipan. Kemudian campur dengan terigu dan olive oil. Uleni adonan sampai kalis. Tutup adonan dengan kain selama 20 menit sampai mengembang.

2 Topping: Tumis dengan mentega, bawang bombay sampai harum. Masukkan saus bolognese,lada, saus tomat, dan saus sambal aduk sampai rata.

3 Buka adonan yang telah mengembang kemudian uleni kembali. Pipihkan adonan diatas teflon menggunakan sendok dan rapikan pinggirannya. Masukkan saus yang sudah ditumis ratakan diatas adonan tersebut.

4 Potong-potong sosis dan taruh diatas adonan yang sudah diberi saus. Taburi keju mozarella dan oregano. Masak dengan api yang sangat kecil agar tidak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sosi solo isi ayam wortel

Bahan-bahan

Bahan untuk membuat kulit
500 gr tepung terigu (sya pakai segitiga biru)
4 butir telur ayam
1000 ml air
65 ml santan kara
1 sdm margarin cair
1 sdt gula pasir
Secukupnya garam
Bahan isi
250 gr dada ayam (rebus kemudian suwir2)
2 buah kentang potong dadu kecil
200 gr wortel (serut memanjang)
2 batang Daun bawang iris tipis
3 siung Bawang putih
5 siung Bawang merah
2 biji kemiri
1/4 sdt mrica bubuk
3 sdm minyak goreng
Secukupnya garam
secukupnya Penyedap rasa
1 butir putih telur untuk mengelem sosis
500 ml minyak goreng untuk menggoreng

Langkah

1.Untuk membuat kulitnya. Masukkan telur garam dan gula pasir aduk dengan wisk sampai tercampur, kemudian masukkan tepung terigu, santan dan margarin, uleni sampai kalis.

2.Setelah adonan kalis diamkan bbrapa saat, kemudian blender bersamaan air. Setelah halus saring

3.Siapkan wajan anti lengket atau teflon, masukkan satu sendok cair adonan, guling2kan agar rata kemudian tumpahkan lagi ke dalam wadah adonan. Cara ini agar adonan kulit tercetak tipis dan rata permukaannya.

4.Apabila adonan dibagian pinggir sudah mengelupas, itu tandanya sudahbtidak lengket, balik adonan ke atas piring. jangan mengolesi teflon dengan minyak goreng, karena dalam adonan sudah mengandung margarin. Mengoleskan minyak ke teflon akan membuat adonan tidak cantik dan mulus.

5.Lakukan berulang hingga adonan habis

6.Untuk membuat isi. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, garam.

7.Panaskan wajan, tuang minyak goreng, tumis bumbu hingga harum, masukkan kentang tambahkan sedikit air. Masukkan wortel, ayam aduk hingga rata. Tambahkan daun bawang dan penyedap rasa aduk kemudian koreksi rasa. Setelah matang angkat dan diamkan hingga dingin.

8.Ambil kulit isi dengan tumisan tadi kemudian gulung. Ketika menggulung agak ditekan biar padat dan rapi, agar saat digoreng tidak rusak bentuknya. Lakukan berulang hingga selesai.

9.Panaskan minyak goreng, goreng sosis dengan sesekali di bolak balik agar tidak gosong sebelah. Setelah warna kecoklatan angkat dan tiriskan. Susun sosis dengan cara ditegakkan agar minyak nya berkurang.

10.Taraaa sosis solo isi ayam wortel siap di santap.... nyummiii

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Peyek kacang gurih

resep peyek kacang
500gram tepung beras (rosebrand)
Kacang tanah iris belah 2
2sdm sagu tani
1bungkus santan kara
Daun jeruk iris2, yg banyak biar tambah endos
8siung bawang putih
4butir kemiri
1sdm ketumbar
Penyedap dan garam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS