Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

peyek renyah

ahan-bahan untuk membuat Peyek Udang adalah sebagai berikut:

Udang sebanyak 100 gram yang telah dibersihkanKemiri sejumlah 1 buahBawang putih sejumlah 5 siungKunyit dengan panjang 1 cmKetumbar sebanyak 1 sendok tehGaram secukupnyaBubuk penyedap rasa secukupnyaTelur sejumlah 1 butirTepung beras sebanyak 200 gramAir sebanyak 100 mlSantan sebanyak 20 mlDaun jeruk sejumlah 2 lembarMinyak goreng secukupnya

Cara Membuat Peyek Udang dapat Anda simak pada uraian di bawah ini:

Buat bumbu halus dari campuran kemiri, bawang putih, kunyit, ketumbar, garam, dan bubuk penyedap rasa.Pindahkan bumbu halus tersebut ke sebuah wadah. Kemudian campur dengan bahan lain seperti telur, tepung beras, dan juga air. Aduk hingga rata.Iris-iris daun jeruk, kemudian masukkan ke dalam adonan peyek beserta santan. Aduk kembali.Masukkan udang, lalu aduk kembali hingga rata dan siap digoreng.Panaskan minyak goreng dengan menggunakan api sedang. Tuang adonan Peyek Udang dan goreng hingga matang berwarna kecoklatan. Setelah matang, angkat dan tiriskan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mp3 Gratis Qori Terkenal

الراشد:
🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸
*KOLEKSI AL-QURAN 30 JUZ*
*17 Qari Terkenal Dunia*

♨️ *[Abdul Basit 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1332)

♨️ *[Ali Al-Hudzaifi 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1467)

♨️ *[Mustafa Ismail 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/2460)

♨️ *[Khalil Al-Husori 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/646)

♨️ *[Misyari Al-'Afasy 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/141)

♨️ *[Sa'ad Al-Ghamidi 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/006)

♨️ *[Sa'ud Al-Shuraym 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/521)

♨️ *[Muhammad Jibril 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1202)

♨️ *[Abdullah Matrood 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1068)

♨️ *[Maher Al-Mueaqly 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/770)

♨️ *[Abu Bakr Al-Shatri 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/2042)

♨️ *[Ahmad Ali Al-'Ajmi 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/922)

♨️ *[Imad Zuhair Hafez 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/2595)

♨️ *[Mahmud Al-Banna 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1732)

♨️ *[Mohammad Ayyub 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/399)

♨️ *[Siddiq Al-Minshawi 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1599)

♨️ *[Abd Rahman Sudais 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/276)

♨️ *[Misyari & Terjemahan 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1922)

♨️ *[As-Shurym & As-Sudais 30juz]*
(https://telegram.me/Quran30Juz/1886)

*Nantikan qari-qari seterusnya*

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
_Sesiapa yang berbuat kebaikan, maka baginya balasan 10 kali ganda amalnya._ (6:160)

*Sebarkan, pahala dari ujung jari anda 🖐🏻😊*
🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HINAAN

(Motivasi)
*HINAAN*✨

Seburuk apapun penilaian orang terhadapmu jangan pernah hiraukan.
Karena sesungguhnya hidup bukan untuk mendapatkan pujiannya,
Namun mengharapkan RedhaNya.

Jika ada yang menilaimu buruk maka tersenyumlah dan lupakan perkataannya.
Jika ada yang memandangmu hina,
Maka biarkanlah karena sesungguhnya kamu indah hanya di mata Sang Pencipta.

Hidup kita bukan tentang mereka,
Atau bagaimana mendapatkan berjuta pujian darinya,
Tapi Hidup kita tentang Bagaimana Allah Redha atas apa yang kita lakukan.

Biarkan....
Biarkan saja orang berkata buruk,
Karena mereka hanya melihat tanpa mengetahui tentangmu.

Biarkan....
Biarkan saja orang memandang rendah,
Karena pandangan mereka tidak bermakna engkau rendah disisi Allah.

Ingatlah bahwa semakin besar pohon itu maka akan semakin kuat angin yang akan mencoba menerpanya.

Belajarlah dari sebuah pohon sekuat apapun angin menerpa dia tak pernah membencinya.
Seperti itulah kita, seburuk apapun penilaian orang terhadap kita maka semakin sayanglah kita padanya.

Teruslah berjalan kepada Allah dengan penuh harapan, walau dengan segala kekurangan dan kelemahan. Sentiasa perbaiki diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Carilah persahabatan yang boleh mengubah diri dari keburukan kepada kebaikan.

Diposting kembali oleh grup WhatsApp *Bahir Community*
Semoga bermanfaat.

*Bahir_id*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pacaran saat Puasa


*Pacaran Membatalkan Puasa*

💔PACARAN MEMBATALKAN PUASA?💔
.
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
.
Ramadhan adalah bulan yang mulia. Namun mulianya ramadhan tidak diimbangi dengan sikap kaum muslimin untuk memuliakannya. Banyak diantara mereka yang menodai kesucian ramadhan dengan melakukan berbagai macam dosa dan maksiat. Pantas saja, jika banyak orang yang berpuasa di bulan ramadhan, namun puasanya tidak menghasilkan pahala.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga.”
(HR. Ahmad 8856, Ibn Hibban 3481, Ibnu Khuzaimah 1997 dan sanadnya dishahihkan Al-A’zami).
.
Salah satu diantara sebabnya adalah mereka berpuasa, namun masih rajin berbuat maksiat.
.
⛔Pacaran adalah Zina
.
Pacaran tidaklah lepas dari zina mata, zina tangan, zina kaki dan zina hati.

Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan mendapat bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa dielakkan. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”
(HR. Muslim no. 6925)
.
Semua anggota badan berpotensi untuk melakukan semua bentuk zina di atas. Mengantarkan kemaluan untuk melakukan zina yang sesungguhnya. Karena itulah, Allah melarang mendekati perbuatan ini dengan menjauhi semua sebab yang akan mengantarkannya.
.
Allah berfirman,
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)
.
⛔Maksiat Saat Puasa
.
Memahami hal ini, maka sejatinya pacaran adalah perbuatan maksiat. Sementara maksiat yang dilakukan seseorang, bisa menghapus pahala amal shaleh yang pernah dia kerjakan, tak terkecuali puasa yang sedang dijalani.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).
.
Mengingat betapa bahayanya dosa bagi orang yang berpuasa, sejak masa silam para ulama telah menasehatkan agar kaum muslimin serius dalam menjalan puasa, dengan berusaha mengekang diri dari maksiat.
.
Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketika engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta dan segala perbuatan haram serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu. Bersikap tenang dan berwibawa di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Latho’if Al Ma’arif, 277).
.
Al-Baydhowi rahimahullah mengatakan, “Ibadah puasa bukanlah hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja. Bahkan seseorang yang menjalankan puasa hendaklah mengekang berbagai syahwat dan mengajak jiwa pada kebaikan. Jika tidak demikian, sungguh Allah tidak akan melihat amalannya, dalam artian tidak akan menerimanya.” (Fathul Bari, 4/117).
.
Bahaya besar bisa mengancam mereka yang pacaran ketika puasa ramadhan. Bisa jadi puasanya tidak diterima di sisi Allah. Karena itu, segera hentikan kegiatan pacaran anda, dan ambil jalur yang dihalalkan, yaitu menikah.
.
HadaanAllah
Wallahu waliyyut taufiq
.
👤Ustadz Ammi Nur Baits

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belanja Online dapat Cashback

Belanja online melalui VIPdiskon, dan dapatkan limpahan cashback hingga 30%! Lebih hemat, lebih untung! Lagi ada promo 100% cashback untuk pengguna baru. Aku sudah daftar lho, gabung juga yuk! https://m.vipdiskon.com/register?ic=0DF2PN

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hukum Bermesraan disosmed

🌷*Hukum Pamer Kemesraan di Sosmed*🌷

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Bermesraan setelah menikah memang sesuatu yang dihalalkan. Tapi kita perlu ingat, tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Ada beberapa pertimbangan yang akan membuat anda tidak lagi menyebarkan foto kemesraan di Medsos,

Pertama, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau sebut, itu bagian dari konsekuensi iman.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman."
(HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya).

Dan bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Kedua, islam juga mengajarkan agar seorang muslim menghindari khawarim al-muru’ah. Apa itu khawarim al-muru’ah? Itu adalah semua perbuatan yang bisa menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang. Dia menjaga adab dan akhlak yang mulia.

Ibnu Sholah mengatakan,

Jumhur ulama hadis dan fiqh sepakat, orang yang riwayatnya boleh dijadikan hujjah disyaratkan harus orang yang adil dan kuat hafalan (penjagaan)-nya terhadap apa yang dia riwayatkan. Dan rinciannya, dia harus muslim, baligh, berakal sehat, dan bersih dari sebab-sebab karakter fasik dan yang menjatuhkan wibawanya. (Muqadimah Ibnu Sholah, hlm. 61).

Dan bagian dari menjaga wibawa adalah tidak menampakkan foto kemesraan di depan umum.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim – Mufti resmi Saudi pertama – menyatakan tentang hukum mencium istri di depan umum,

Sebagian orang, bagian bentuk kurang baik dalam bergaul dengan istri, terkadang dia mencium istrinya di depan banyak orang atau semacamny. Dan ini tidak boleh. – kita berlindung kepada Allah dari dampak buruknya –. (Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim, 10/209).

An-Nawawi dalam kitab al-Minhaj menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa menurunkan kehormatan dan wibawa manusia,

Mencium istri atau budaknya di depan umum, atau banyak menyampaikan cerita yang memicu tawa pendengar. (al-Minhaj, hlm. 497).

Ketiga, gambar semacam ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya.. lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar.

Dan memicu orang untuk berbuat maksiat, termasuk perbuatan maksiat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa  seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Bisa jadi anda menganggap itu hal biasa, tapi orang lain menjadikannya sebagai sumber dosa.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati…

Allahu a’lam.

👤Ustadz Ammi Nur Baits

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puasa tapi tak tahu malu


*BERPUASA TAPI TIDAK TAHU MALU KEPADA ALLAH*✨

Orang  berpuasa yang hanya menahan lapar dan dahaga saja adalah hakekatnya orang yang tidak tahu malu kepada Allah dengan sebenar - benarnya.

Sebuah hadits yang selayaknya jadi bahan renungan kita khususnya bagi yang sedang berpuasa :

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

«اسْتَحْيُوا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الحَيَاءِ». قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَسْتَحْيِي وَالحَمْدُ لِلَّهِ، قَالَ: «لَيْسَ ذَاكَ، وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنَ اللَّهِ حَقَّ الحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى، وَالبَطْنَ وَمَا حَوَى، وَلْتَذْكُرِ المَوْتَ وَالبِلَى، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الحَيَاءِ»

“Malulah kepada Allah dengan sebenar-benar malu”, ia berkata, “Kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kami sudah benar-benar malu kepada Allah, Alhamdulillah?”,  Beliau menjawab, “Bukan seperti itu, akan tetapi malu kepada Allah yang benar itu adalah dengan memelihara kepala dan apa yang ada disekitarnya, memelihara perut dan apa yang berhubungan dengannya, dan mengingat mati dan kehancurannya. Siapa saja yang menghendaki akhirat maka hendaklah ia meninggalkan perhiasan dunia. Siapa saja yang telah melakukan itu semua, maka ia sungguh telah malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu. (HR Tirmidzi : 2458, disahihkan oleh Al Albani didalam Shahih Sunan tirmidzi 2/590)

Al Mubarakfuri rahimahullah mengatakan tentang maksud hadits diatas :

أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ أَيْ عَنِ اسْتِعْمَالِهِ فِي غَيْرِ طَاعَةِ اللَّهِ بِأَنْ لَا تَسْجُدَ لِغَيْرِهِ وَلَا تُصَلِّيَ لِلرِّيَاءِ وَلَا تَخْضَعَ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَا تَرْفَعَهُ تَكَبُّرًا وَمَا وَعَى أَيْ جَمَعَهُ الرَّأْسُ مِنَ اللِّسَانِ وَالْعَيْنِ وَالْأُذُنِ عَمَّا لَا يَحِلُّ اسْتِعْمَالُهُ وَتَحْفَظَ الْبَطْنَ أَيْ عَنْ أَكْلِ الْحَرَامِ وَمَا حَوَى أَيْ مَا اتَّصَلَ اجْتِمَاعُهُ بِهِ مِنَ الْفَرْجِ وَالرِّجْلَيْنِ وَالْيَدَيْنِ وَالْقَلْبِ فَإِنَّ هَذِهِ الْأَعْضَاءَ مُتَّصِلَةٌ بِالْجَوْفِ وَحِفْظُهَا بِأَنْ لَا تَسْتَعْمِلَهَا فِي الْمَعَاصِي بَلْ فِي مَرْضَاةِ اللَّهِ تَعَالَى

“Agar menjaga kepala jangan digunakan pada perkara bukan ketaatan, seperti sujud kepada selain Allah, janganlah shalat karena riya, jangan merendahkan kepala untuk selain Allah, jangan mengangkat kepala karena sombong, dan juga menjaga apa yang ada disekitar kepala yaitu lisan, mata, telinga dari perkara yang tidak halal menggunakannya. Menjaga perut yakni dari memakan yang haram, adapun makna yang ada disekitar perut yaitu anggota badan yang menyambungkan ke perut kemaluan, dua tangan, dua kaki dan hati, semua anggota badan ini menyambungkan ke rongga mulut, maka peliharlah agar tidak menggunakannya untuk kemaksiatan tapi untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala” (Tuhfatul Ahwadzi, syarah Sunan Tirmidzi 7/155).

Keutamaan menjaga lisan dan kemaluan sangatlah besar, berupa jaminan Surga dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Dari Sahal bin Sa’ad dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam beliau bersabda :

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ

“Barang siapa yang mampu menjamin untuk ku (dengan menjaga) antara dagunya (lisan) dan antara kedua kakiknya (kemaluan) maka aku jamin ia Surga” (HR Bukhari : 6474).

Oleh karenanya yang paling banyak menjerumuskan manusia ke neraka juga adalah lisannya, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ketika ditanya apa yang banyak menyebabkan orang masuk neraka, beliau shalallahu alaihi wasallam menjawab :

الْأَجْوَفَانِ الْفَمُ، وَالْفَرْجُ

“Dua lubang  yaitu mulut (lisan) dan kemaluan” (HR Tirmidzi : 2004, disahihkan oleh Al Albani pada Shahih Sunan Tirmidzi 2/379).

Saudaraku, pastikan lisan anda terjaga ketika sedang berpuasa dari berkata dusta, ghibah, namimah, bersumpah palsu, mencela, melaknat, menghina, demikian juga mata dari melihat yang haram, film, sinetron,  wanita yang bukan mahram, demikian juga telinga dari mendengar perkara yang haram, musik, dusta, ghibah, yang semua itu hanyalah akan merusak dan menghancurkan pahala ibadah puasa kita.

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu anhu , Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkatann dosa dan mengamalkan dengannya, maka Allah tidak butuh dari menahan makannya dan minumnya (puasanya)” (HR Bukhari : 6057).

Mereka lah kaum yang puasanya tidak mendapatkan apa apa selain rasa lapar dan dahaga saja.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إلَّا السَّهَرُ

Berapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan pahala dari puasanya kecuali hanya rasa lapar saja, demikian juga berapa banyak orang yang tarawih sementara tidak mendapatkan dari ibadah tarawihnya kecuali hanya begadang saja” (HR Ibnu Khuzaimah : 1997, Ibnu Majah : 1690, di sahihkan oleh Al Albani di shahih Sunan Ibnu Majah  2/71)

Maka puasa hakekatnya bukan sekedar menahan makan dan minum saja, tapi hakekat puasa adalah puasa anggota badan kita dari melakukan dan menggunakannya pada perkara yang diharamkan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

“Puasa itu bukan sekedar dari menhan makan dan minum saja, akan tetapi menahan dari perbuatan sia sia dan perkataan dosa” (HR Ibnu Khuzaimah : 1996, syaikh Al Albani mengatakan sanadnya shahih, lihat shahih Ibnu Khuzaimah 3/242).

Jabir bin Abdillah radhiyallahu menasihatkan perkataan indah kepada kita  :

إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً

Apabila engkau berpuasa maka puasalah pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu dari berkata dusta dan dosa, jangan menyakiti pembantu, hendaklah pada hari puasamu engkau bersikap tenang , jangan jadikan antara dan tidak puasa itu keadannya sama” (HR Ibnu Abi Syaibah : 8880, Lathoiful Ma’arif, hal. 292 )

Sebagian ulama salaf berkata :

أَهْوَنُ الصِّيَامِ  تَرْكُ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ

Puasa yang paling ringan adalah menahan makan dan minum” (Lathoiful Ma’arif, Ibnu Rajab,  hal. 292). Wallahu Waliyyut Taufiq...

✒ Abu Ghozie As Sundawie

Diposting kembali oleh grup WhatsApp *Bahir Community*
Semoga bermanfaat.

*Bahir_id*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS