Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

Obat Semua penyakit

portalmuslimDi Makkah Rumah Sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia, Memang beda dan tidak sama, yang membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya.

Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang

Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:

Bila kami sakit,
ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah solat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dengan izin dan kasih sayangNya. Kalau belum sembuh,

Ikhtiar ke-dua.
Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri. Tapi kalau belum sehat juga, Kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

Ikhtiar ke-tiga
Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh. Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

Ikhtiar ke-empat
Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi Sholallahu 'alaihi wasallam beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2. Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

Ikhtiar ke-lima
Yaitu minum madu dan habbatussauda '. Ikhtiar yang ke-enam
Yaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran. Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.
Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter muslim yang soleh.
Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah Azza wa Jalla Aamiin ..
Semoga bermanfaat. 😍😍😍
.
.
Follow 👉 @portalmuslim
Follow 👉 @portalmuslim
.
.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sembunyikan amal

🍃🎁 *SAUDARAKU, SEMBUNYIKAN AMALMU…*

OCTOBER 8, 2017 | ADMIN

Janganlah menceritakan kepada orang lain amal yang telah dilakukan, karena khawatir bisa membahayakan niat yang ada pada hati…

Siapakah yang bisa menjamin bahwa kita pasti akan terjaga niatnya ketika selesai menceritakan amal kepada orang lain ?

Dan itu bukanlah contoh dari perilaku orang-orang yang shalih. Bacalah kisah dibawah ini :

(1). Abdullah bin ‘Amru menceritakan hadits kepada Ibnu ‘Umar, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada manusia, niscaya Allah akan perdengarkan amal tersebut kepada makhluk-Nya yang dapat mendengar. Dan Allah pun akan merendahkan dan meremehkannya”. Laki-laki itu berkata : “(Mendengar itu), menangislah mata ‘Abdullah (bin ‘Umar)” (Diriwayatkan oleh Ahmad II/195)

(2). Nu’aim bin Hammad menuturkan bahwa ia pernah mendengar Ibnul Mubarak berkata :“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih tinggi derajatnya dari pada Malik. Dia tidak banyak memiliki shalat dan puasa, namun dia memiliki banyak amal yang disembunyikan dan dirahasiakan” (Nuzhatul Fudhala’ II hal 621).

(3). Abu Bakar al-Marwazi berkata : “Suatu hari Ahmad bin Hambal menyebut-nyebut tentang Ibnul Mubarak dan ia berkata : “Allah tidak meninggikan derajatnya melainkan karena kerahasiaan yang dimilikinya” (Shifatus Shafwah IV hal 104).

(4). Yahya bin Ma’in berkata : “Aku tidak melihat orang seperti Ahmad bin Hambal. Aku menemaninya selama 50 tahun, dan ia tidak menyebutkan sedikitpun pada kami kebaikan yang ia lakukan”

(5). Semasa hidup Imam al-Mawardi, tidak ada satu pun karyanya yang dikeluarkan. Ia menulis karya dengan menghabiskan umurnya, berjaga pada malam hari dan tidak tidur, namun setelah semuanya rampung, dia inginkan agar buku-buku itu dilempar ke sungai Dajlah, karena dia takut riya’.

Dia berkata kepada seseorang :

“Jika aku dalam keadaan sakaratul maut, peganglah tanganku. Jika aku menggenggam tanganmu, maka ketahuilah ini berarti tidak ada satu pun karyaku yang diterima-Nya. Jika demikian, ambillah seluruh karyaku dan lemparkan semuanya ke sungai Dajlah pada malam hari.

Jika aku membentangkan telapak tanganku dan tidak menggenggam tanganmu saat mati, maka ketahuilah bahwa karyaku diterima, sebab aku mendapatkan niat ikhlas yang kuharapkan.

Ternyata dia membentangkan telapak tangnnya dan tidak menggenggam tanganku. Aku pun tahu, ini tanda diterima amalnya. Sehingga setelah itu aku pun mengedarkan buku-buku hasil karyanya” (Siyar A’laamin Nubalaa’ oleh Imam adz-Dzahabi 18/66-67).

Mereka para imam saja seperti itu, khawatir amalnya tidak ikhlas sehingga lebih suka menyembunyikan amal kebaikannya. Lalu bagaimana dengan orang yang baru belajar dan mengamalkan Islam, kemudian merasa yakin akan selamat dari bisikan syaitan seperti riya, sum’ah dan ujub ?

Orang yang ikhlas adalah orang yang berusaha menyembunyikan berbagai macam kebaikannya, seperti ia menyembunyikan berbagai macam kejelekannya.

✒ *Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى*

🌎 http://bbg-alilmu.com/archives/31511 | *Menebar Cahaya Sunnah*
➖➖➖

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siksa Allah pedih

🍃🌹 *Siksa Allah Itu Pedih Kawan*

✏Pemateri:
_Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc حفظه الله تعالى_

Allah berfirman di dalam surat Al-Fajr ayat 25:

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

Pada hari itu (hari kiamat) ketika Rab mulai menyiksa manusia. Allah mengatakan,

لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

Tidak ada seorangpun yang bisa menyiksa lebih pedih dari siksa Allah.

Sebagian Ahli tafsir mengatakan bahwa pada hari kiamat di hadapan seluruh manusia, seluruh manusia berkumpul di sana (di padang masyar). Lalu Allah tantang seluruh psikopat-sikopat dunia, seluruh penguasa-penguasa terkejam, sipir-sipir penjara yang memiliki siksaan paling kejam sipernya Abu Gurait, Buantanamo. Itu dipanggil-panggil sama Allah. Lalu Allah tantang mereka, “Coba anda buat siksa yang paling kejam menurut anda”. Lalu semuanya mengeluarkan idenya masing-masing. Dan ketika mereka melihat neraka. Ternyata tidak ada seorang pun yang bisa mengadzab lebih pedih dari pada adzah Allah. Tidak ada.  Semua gagal.

Allah kasih konteks ‘Siapa yang bisa nyiksa manusia paling pedih terserah. Mau dikuliti, Mau dimutilasi, Mau di injak-injak. Ternyata semuanya gagal tidak ada yang lebih pedih dari adzab neraka.

Allahu Akbar…

Kalau ini yang terjadi dan di alami orang kafir yang paling menderita di dunia, bagaimana dengan kita. Masihkah kita menjual ayat-ayat Allah? Menjual kesempatan yang Allah sudah berikan untuk kita?Menelantarkan iman! Anugerah yang paling berharga di dunia. Hanya gara-gara dunia yang gak ada apa-apanya.

Hadirin, kita belum dituntut banyak di Indonesia, kita hanya diminta jaga sholat, puasa, bagi waktu dengan keluarga. Kita hanya di minta, coba lihat jangan makan yang haram, cuma itu aja. Allah belum minta darah kita hadirin. Allah belum minta kita hijrah dari tempat kita… Indonesia enak banget, semua ada.

Coba bandingkan saudara-saudara kita yang ada di belahan dunia yang lain. Mereka bersimpah darah, mereka angkat senjata. Kita, kita cuma di suruh sholat lima waktu, kok gak bisa juga sich? Karena alasannya lagi-lagi dunia, dunia dan dunia lagi. Terlepas itu harta, wanita, jabatan dan tahta, ambisi-ambisi kita tersebut.

Hadirin, kesengsaraan yang paling tragis di dunia itu ibarat surga kalau dibanding neraka Allah.

Oleh karena itu marilah kita renungkan kita hidup di sini hanya berapa lama? Kapan kita kembali kepada Allah ﷻ? Dan kita hidup di lingkungan mayoritas muslim. Adzan di komandangkan setiap saat, lalu kita tidak tergugah juga. Saya tidak tahu apakah kita bisa menyampaikan udzur kita di hadapan teman kita ketika pada hari kiamat di hadapan Allah ﷻ.

Ini yang perlu kita renungkan. Para-para siksa dunia itu ibarat surga jika kita melihat siksa neraka.

Allahu ta’ala bishowaf.

•••••••
Pencatat: Khoir Bilah on 26 May 2016
Editor: Abu Ahmar

📚 Sumber: http://catatankajian.com/1407-siksa-allah-itu-pedih-kawan-ustadz-nuzul-zikri-lc.html

https://youtu.be/K2Dr5j7ZjM4

***🍃🌹🍃***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berhias

_Seri : Fikih Wanita_

💄 *7 Hal Penting yang Belum Diketahui Wanita Muslimah Mengenai Berhias Diri* 💄

_Ada beberapa point penting yang belum diketahui oleh wanita muslimah, bahkan sebagiannya ada yang dilanggar. Berikut hal-hal penting tersebut._

1⃣Hendaklah setiap wanita memperhatikan “sunnah fitrah” (perintah yang menunjukkan kebersihan diri) seperti memendekkan kuku, menghilangkan bulu ketiak, dan bulu kemaluan.

2⃣Hukum berkaitan dengan rambut wanita:

💛Hendaklah wanita muslimah memelihara rambutnya, dilarang untuk mencukur habis kecuali dalam keadaan darurat.

💛Adapun jika rambut wanita itu ingin dipendekkan misal karena kebutuhan, misalnya karena sulit terurus, maka tidaklah mengapa dipendekkan sesuai kebutuhan sebagaimana istri-istri Nabi (ummahatul mukminin) juga memendekkan rambut mereka setelah ditinggal mati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

💛Adapun jika memendekkan rambut karena ingin ikut model wanita kafir (non-muslim) dan wanita fasik atau karena ingin ikut model rambut laki-kaki, seperti itu diharamkan karena kita dilarang untuk tasyabbuh (menyerupai) orang kafir secara umum, begitu pula wanita dilarang menyerupai laki-laki dalam berpenampilan.

💛Adapun jika memendekkan rambut hanya untuk berpenampilan cantik, baiknya tidak sampai memendekkan rambut karena rambut panjang itu lebih baik bagi wanita.

⭕ _Ingat, wanita itu semakin cantik menawan dengan rambut panjangnya, sedangkan laki-laki semakin tampan dengan jenggotnya._

💛Dilarang bagi wanita untuk mengumpulkan rambut di atas kepalanya. Inilah yang dimaksud dengan hadits wanita yang diancam tidak akan mencium bau surga “ru-usuhunna ka-asnimatil bukhti al-maa’ilah” (kepala mereka seperti punuk unta).

💛Dilarang bagi wanita menyambung rambut karena dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta disambungkan rambutnya.

💛Dilarang bagi wanita mencabut atau menghilangkan alis dan bulu mata, sebagian atau seluruhnya, baik memendekkan atau mencukurnya, baik menggunakan bahan tertentu untuk menghilangkan seluruhnya atau sebagiannya. Perbuatan semacam ini disebut “an-namsh”. Di mana disebutkan dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang mencukur atau mencukur sendiri alisnya. Perbuatan ini termasuk dalam dosa besar. Seorang wanita pun tidak boleh menaati suaminya jika diperintah mencukur alisnya.

3⃣Dilarang menjarangkan gigi dengan tujuan untuk mempercantik diri.

4⃣Dilarang bagi wanita mentato dirinya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mentato dengan ditato orang lain atau mentato dirinya sendiri.

5⃣Dibolehkan bagi wanita menggunakan hena pada tangan dan kakinya, juga kuku. Namun berhias diri ini untuk wanita seperti ini berlaku untuk yang sudah menikah untuk suaminya di rumah. Hendaknya pula menghindari mewarnai kuku dengan pewarna yang tidak menghalangi masuknya air.

6⃣Dibolehkan bagi wanita mewarnai rambutnya jika memang sudah beruban. Namun dihindari menggunakan warna hitam. Namiun kalau rambut belum beruban, masih berwarna hitam, tidak dibolehkan untuk diubah ke warna lain karena warna hitam pada rambut menunjukkan kecantikan. Dan ketika itu bukan keadaan darurat pula dibutuhkan untuk mewarnai rambut. Juga ada sebab terlarangnya karena meniru-niru model rambut orang kafir.

7⃣Boleh bagi wanita berhias diri dengan emas atau perak sesuai dengan kebiasaan, sebagaimana hal ini disepakati oleh para ulama. Namun tidak boleh bagi wanita menampakkan perhiasan dirinya lelaki yang bukan mahram, bahkan baiknya tetap ia tutup dari pandangan laki-laki terkhusus ketika keluar dari rumah. Karena menampakkan semacam tadi dapat menimbulkan gejolak. Suara perhiasan yang dikaki saja dari wanita tidak boleh diperdengarkan, apalagi menampakkan perhiasannya.

_Semoga bermanfaat._

🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓

▫Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
▫Repost by Komunitas BAHIR
▫Follow bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nasehat untuk wanita dunia Maya

_Seri : FIKIH WANITA_

🌸 *Nasehat Untuk Wanita Penghuni Dunia Maya* 🌸

❓ _Pertanyaan_

Ustadz, mohon nasihatnya untuk kami kaum wanita.

Ketika wanita diperintahkan untuk menjaga iffah dan izzah baik di dunia nyata dan dunia maya, terlebih kaum wanita yang sudah berkeluarga. Namun terkadang wanita sulit menjaga itu di dunia maya karena merasa “tidak ada yang mengawasi”. Misalnya, di facebook begitu mudah berkomunikasi dengan laki-laki yang jelas-jelas bukan mahram, padahal ketika berada di dunia nyata benar benar menjaga dari hal-hal tersebut.

– Melihat kondisi seperti itu, apakah bisa dikatakan sebagai wanita yang “munafik”?

– Mohon nasihatnya,  Ustadz.

Terimakasih.

(Fulanah)

✍🏽 _Jawaban ustadz Abul Aswad Al Bayaty_

Ini merupakan bentuk khianat kepada suami, hendaknya para wanita bertaqwa kepada Allah ta’ala, hendaknya mereka menambahkan dalam diri mereka rasa takut dan malu terhadap Allah ta’ala, rasa malu terhadap suami-suami mereka.

Tidakkah mereka malu kepada orang yang bekerja siang malam, mencari nafkah, memeras keringat banting tulang demi anak istrinya. Kemudian di belakang sana si istri justru mengkhianatinya dengan berhubungan dengan lelaki lain ? dengan bercanda dengan lelaki lain ? semoga Allah ta’ala melindungi kita dari segala kehinaan.

Nabi kita yang mulia -shalawat Allah dan salam semoga tercurah kepada beliau – pernah menjelaskan sebab kenapa neraka itu dihuni oleh mayoritas kaum wanita :

“Saya diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.

Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.’ Lalu ada yang berkatak, ‘Apakah kufur kepada Allah?’

Beliau menjawab, ‘Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat anda (sedikit ) kejelekan. Maka dia akan mengatakan, ‘Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari kamu.”

(HR. Bukhari : 1052)

Mari sejenak kita merenungm ; Wanita yang tidak mengkhianati suaminya saja mendapatkan ancaman sedemikian mengerikan, ketika ia tidak mensyukuri jerih payah suami. Lantas bagaimana dengan para wanita yang mengkhianati cinta suaminya, mengkhianati pengorbanan suaminya ? mengkhianati amanah yang telah Allah pikulkan di pundak mereka ?

Tinggalkan kebiasaan suka berhubungan dengan lelaki asing, dan bagi para wanita yang tidak bisa menahan diri dari berhubungan dg lelaki asing via sosmed, segera bersihkan, hapus kontak-kontak lelaki asing dari HP dengan tanpa keraguan.

Kemudian sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif, membaca buku agama, memasak, mencuci, mengurus anak, mengajari mereka, menemani mereka mengerjakan PR, mengurus kebutuhan suami serta menyambut kepulangan mereka dengan wajah berseri.

Syukuri setiap kali kita selesai melakukan kebaikan, syukuri kebaikan tersebut, ucapkan hamdalah ke hadirat Allah ta’ala yang telah memberikan taufik kepada kita untuk bisa melakukan kebaikan tersebut. Jika kita bersyukur kepada Allah, Allah kan tambahkan nikmat-Nya kepada kita, dan kita akan dimudahkan melakukan kebaikan yang lain dan dijaga dari berbagai keburukan.

Banyak-banyak berdoa kepada Allah minta perlindungan dari godaan syaithan yang senantiasa membujuk para wanita untuk menceburkan mereka ke dalam jurang kehinaan.

Yakinilah bahwa khianat terhadap suami adalah sebuah kehinaan sehina-hinanya. Hormatilah suami, pupuklah kewibawaan suami di dalam hati, baca dan renungkan selalu wasiat Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam :

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi : 1159 dishahihkan oleh Imam Al-Albani di dalam Irwa’ul Ghalil : 1998).

Sadari dan yakini bahwa menghormati serta kesetiaan wanita kepada suaminya adalah kemuliaan, kehormatan, ‘iffah, kewibawaan yang akan menghantarkan wanita ke dalam syurga, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR Ahmad : 1661 dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 302).

Tinggalkan bergaul dg para wanita yang suka membicarakan lelaki asing, yang obrolannya berkutat membicarakan kaum lelaki, hindari jenis teman seperti ini. Ingat-ingatlah selalu suami dan anak kita, dan ingatlah selalu perintah Allah serta wasiat Nabi kita yang mulia.

Perbaiki shalat kita, berusaha untuk khusyuk adalah cara bijaksana agar kita terhindar dari perbuatan keji lagi mungkar. Banyak-banyak berdoa kepada Allah ta’ala agar dihindarkan dari hawa anfsu yang menghinakan, dan bashi lisan dengan berbagai macam dzikir, nikmati resapi dzikir tersebut agar ia benar-benar menjadi tanda keimanan dan cahaya di hati kita yang akan melindungi kita dari keburukan.

_Wallahu a’lam_

▫▫▫▫▫▫▫▫▫

📗BiAs
📖Repost by BAHIR Community
📲Follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jamak Qashar dan Shalat

🍃 *Tentang Jamak Qashar Shalat* 🍃

❓Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Saya mau bertanya tentang hukum, cara, syarat dan bilamana kita melakukan jamak dan qashar atas shalat kita. Jazakallahu khair.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

✍🏽Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Perlu dibedakan antara jamak dengan qashar. Mengingat banyak orang yang menganggap bahwa jamak identik dengan qashar, padahal hakikatnya adalah dua hal yang berbeda.

Pertama: Hukum qashar

Hukum qashar terkait dengan safar (melakukan perjalanan), atau dengan kata lain: qashar identik dengan safar. Artinya, ketika orang ber-safar maka disyariatkan untuk meng-qashar shalatnya. Hanya saja, ulama berbeda pendapat tentang hukum qashar ketika safar. Ada yang mengatakan wajib, ada yang mengatakan bahwa hukum qashar adalah sunnah muakkad, dan ada juga yang berpendapat bahwa hukum qashar adalah mubah.

Intinya, semua sepakat bahwa orang yang boleh meng-qashar shalat adalah musafir. Dalil akan hal ini adalah:

a. Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan, “Saya sering menyertai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan, dan beliau melaksanakan shalat tidak lebih dari dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

b. Ibnu Abbas mengatakan, “Sesungguhnya, Allah mewajibkan shalat melalui lisan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; untuk musafir: 2 rakaat, untuk mukim: 4 rakaat, dan shalat khauf (ketika perang) dengan 1 rakaat.” (HR. Muslim).

Adapun rincian hukum qashar, di antaranya adalah sebagai berikut:

a. Hanya untuk shalat yang jumlahnya 4 rakaat, yaitu: Zuhur, Asar, dan Isya.

b. Jika musafir bermakmum pada orang yang mukim, maka dia mengikuti imam sampai selesai dan tidak boleh qashar.

c. Tidak perlu melaksanakan shalat ba’diyah.

Kedua: Hukum jamak

Hukum asal pelaksanaan shalat adalah dikerjakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Namun, jika ada sebab tertentu, sehingga seseorang harus menjamak shalatnya maka hal itu diperbolehkan. Batasannya adalah: selama ada sebab yang mengakibat seseorang kesulitan untuk melaksanakan shalat sesuai waktunya maka dia diperbolehkan untuk menjamak shalatnya.

Di antara penyebab bolehnya men-jamak shalat adalah safar. Dengan demikian, orang yang safar, diperbolehkan untuk melaksanakan shalat dengan jamak-qashar.

Di antara aturan jamak adalah:

a. Hanya boleh untuk pasangan: Zuhur-Asar atau Maghrib-Isya.

b. Khusus untuk orang yang hendak safar:

Jika berangkat safar sebelum shalat yang pertama, maka sebaiknya menjamak shalat  di akhir waktu (jamak ta’khir). Misalnya: Jika berangkat sebelum Zuhur, maka shalat Zuhur dan Asar di-jamak di waktu Asar.

Jika berangkatnya sesudah shalat pertama maka sebaiknya men-jamak shalat di awal waktu. Misalnya: Jika berangkat setelah Zuhur, maka shalat Asarnya dilakukan di waktu Zuhur.

_Allahu a’lam_

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

📗konsultasisyariah
📖repost by BAHIR Community
📲follow ig bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bolu caramel

Camilan Akhir Pekan: Bolu Karamel
womantalk

Bolu Karamel termasuk salah makanan yang cukup terkenal dan telah ada sejak zaman dulu. Sebagian ada yang menyebutnya dengan Bolu Sarang semut atau Honeycomb Cake. Ciri khas dari bolu ini adalah saat dipotong akan terlihat lubang-lubang kecil seperti sarang semut. Itu artinya Anda berhasil membuat bolu ini. Membuatnya memang cukup tricky, tapi bila Anda mengikuti langkah-langkah berikut, Anda pasti berhasil membuat bolu karamel dengan sempurna

Bahan-bahan:
200 gr tepung terigu serbaguna
200 gr gula pasir
200 ml air panas
100 gr margarin
25 gr mentega
150 ml susu kental manis
6 butir telur
1 sdt vanili
1 sdt baking powder
1 sdt baking soda

Cara membuat:
1. Masak gula pasir tanpa diaduk. Biarkan sampai berwarna kuning kecokelatan menjadi karamel, tapi jangan sampai gosong karena cake akan terasa pahit. Masukkan air secara perlahan sampai gula larut semua.

2. Masukkan margarin dan mentega dalam larutan gula karamel sampai mencair, lalu matikan kompor, biarkan sampai hangat.

3. Kocok telur menggunakan whisker, lalu masukkan susu kental manis dan aduk rata.

4. Tambahkan tepung terigu, baking powder, dan baking soda dengan cara diayak, aduk rata.

5. Terakhir, masukkan larutan gula karamel lalu aduk rata. Tutup adonan dengan serbet dan diamkan sekitar 3-4 jam agar terbentuk sarang yang cantik.

6. Masukkan adonan ke dalam loyang tulban ukuran 20 cm yang sudah diolesi margarin tipis.

7. Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat Celcius selama kurang lebih 1 jam.
8. Keluarkan dari oven, biarkan dingin lalu keluarkan dari loyang dan baru dipotong.

9. Bolu Karamel siap dinikmati sebagai teman minum teh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS