Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

Cotton cake

LIGHT JAPANESE COTTON CAKE
By @putriipermana

Bahan A:
120gr cream cheese
30gr unsalted butter
30gr gula pasir
90ml susu cair
30gr tepung terigu
3btr kuning telur

Bahan B:
3btr putih telur
30gr gula pasir
1/2sdt perasan jeruk nipis /cream of tart tart

Cara membuat bahan A:
1.Siapkan loyang uk18cm alasi dgn kertas roti. Pd bagian pinggir beri olesan minyak tipis2 +taburan tepung. Sisihkan.
2. Siapkan baskom stainless & wajan. Lelehkan cream cheese+ unsalted butter ke dlm baskom dgn cara double boiler. Campurkan secara merata dgn menggunakan whisk.
3. Masukkan gula, aduk sebentar, lalu masukkan tepung terigu. Aduk. Matikan api. Angkat.
4. Kemudian masukkan susu cair, aduk hingga larut. Masukkan kuning 1 per 1 sampai habis. Aduk ratakan. Lalu letakkan kembali baskom diatas wajan (untuk menjaga supaya adonan tetap hangat pd saat membuat kocokan putih telur)..
Cara membuat bahan B:
5.Kocok putih telur + perasan jeruk nipis/cream of tart tart. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sampai habis hingga soft peak.
6. Masukkan B ke dlm adonan A, bagi 3sesi. Lakukan secara perlahan, dan jgn overmix.
7. Panggang dgn cara au bain marie api sedang /170°C +-75mnt hingga matang bagian atas berwarna coklat.
8. Stlah matang biarkan loyang didlm oven skitar 10mnt dgn pintu oven yg terbuka. Stlah itu bru kluarkan dr loyang.

Olesan (optional) :
8sdm air
1sdm gula pasir
1sdm agar2 plain
Cara: panaskan smua bahan hingga aga mengental, tunggu hangat2 kuku, lalu siram pd bagian permukaan kue, ratakan menggunakan kuas

#cakesponge
#kuesimple. #cakesimple

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wanita haid membaca al-quran

*Wanita Haidh Membaca Al-Quran*

Tanya: Assalamu’alaikum, Pak Ustadz mau tanya, *Bagaimana adab-adab membaca Al Quran, apakah wanita yang sedang berhalangan/haid boleh membaca Al Quran? Dan apakah tanpa wudhu juga boleh membaca Al Quran?* Trima kasih atas jawabannya. Wassalamu’alaikum (Bu Elly, Pontianak) 

Jawab: Wa'alaikumsalam. 

*Pertama: *

*Diantara adab-adab membaca Al-Quran:*

*1. Membaca ta'awwudz* (a'udzu billahi minasysyaithanirrajim) 
Allah ta'alaa berfirman: 
(فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ) (النحل:98) 
Apabila kamu membaca al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (QS. 16:98) 

*2.* Membaca Al-Quran dengan *tartil (sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid)*
Allah ta'alaa berfirman: 
(وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً) (المزمل:4) 
Dan bacalah al-Qur'an itu dengan tartil. (QS. 73:4) 
*3. Hendaklah dalam keadaan suci *
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 
إني كرهت أن أذكر الله إلا على طهر 
Sungguh aku membenci jika aku berdzikir kepada Allah dalam keadaan tidak suci (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany) 

*4. Membersihkan mulut* sebelum membaca Al-Quran dengan siwak atau sikat gigi atau yang lain. 
Berkata Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: 
إن أفواهكم طرق للقرآن . فطيبوها بالسواك 
"Sesungguhnya mulut-mulut kalian adalah jalan-jalan Al-Quran, maka wangikanlah mulut-mulut kalian dengan siwak " (Atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany di Shahih Ibnu Majah 1/110-111). 

*5.* Memilih tempat yang *bersih*
 
*6.* Hendaknya *merenungi apa yang terkandung di dalam Al-Quran, *
Allah ta'ala berfirman: 
(أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافاً كَثِيراً) (النساء:82) Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. 4:82) 

*7. Memohon rahmat Allah jika melewati ayat-ayat rahmat dan meminta perlindungan dari kejelekan ketika melewati ayat-ayat adzab.*
Di dalam hadist Hudzaifah disebutkan bahwa suatu saat beliau shalat malam bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau menceritakan bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al-Quran ketika shalat: 
إذا مر بآية فيها تسبيح سبح وإذا مر بسؤال سأل وإذا مر بتعوذ تعوذ 
"Jika melewati ayat yang di dalamnya ada tasbih (penyucian kepada Allah) maka beliau bertasbih, dan jika melewati ayat tentang permintaan maka beliau meminta, dan jika melewati ayat tentang memohon perlindungan maka beliau memohon perlindungan" (HR. Muslim) 

*8. Tidak membaca Al-Quran dalam keadaan mengantuk.*
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 
إذا قام أحدكم من الليل فاستعجم القرآن على لسانه فلم يدر ما يقول فليضطجع 
"Kalau salah seorang dari kalian shalat malam kemudian lisannya tidak bisa membaca Al-Quran dengan baik (karena mengantuk) dan tidak tahu apa yang dikatakan maka hendaklah dia berbaring" (HR. Muslim) 
(Lihat pembahasan lebih luas di At-Tibyan fii Aadaab Hamalatil Quran, An-Nawawy, dan Al-Itqan fii 'Ulumil Quran, As-Suyuthi (1/276-299),Al-Burhan fii 'Ulumil Quran, Az-Zarkasyi (1/449-480) 

*Kedua: *

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah wanita yang haidh boleh membaca Al-Quran atau tidak? Dan yang kuat –wallahu a'lam- *diperbolehkan bagi wanita yang sedang haidh untuk membaca Al-Quran karena tidak adanya dalil yang shahih yang melarang.*
Bahkan dalil menunjukkan bahwa wanita yang haidh boleh membaca Al-Quran, diantaranya sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Aisyah radhiyallhu 'anha yang akan melakukan umrah akan tetapi datang haidh: 
ثم حجي واصنعي ما يصنع الحاج غير أن لا تطوفي بالبيت ولا تصلي 
"Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji kecuali thawaf dan shalat " (HR.Al-Bukhary dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah) 
*Berkata Syeikh Al-Albany: *
*فيه دليل على جواز قراءة الحائض للقرآن لأنها بلا ريب من أفضل أعمال الحج وقد أباح لها أعمال الحاج كلها سوى الطواف والصلاة ولو كان يحرم عليها التلاوة أيضا لبين لها كما بين لها حكم الصلاة بل التلاوة أولى بالبيان لأنه لا نص على تحريمها عليها ولا إجماع بخلاف الصلاة فإذا نهاها عنها وسكت عن التلاوة دل ذلك على جوازها لها لأنه تأخير البيان عن وقت الحاجة لا يجوز كما هو مقرر في علم الأصول وهذا بين لا يخفى والحمد لله* 
"Hadist ini menunjukkan* *bolehnya wanita yang haidh membaca Al-Quran*, karena membaca Al-Quran termasuk amalan yang paling utama dalam ibadah haji, dan *nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah membolehkan bagi Aisyah semua amalan kecuali thawaf dan shalat,* dan seandainya haram baginya membaca Al-Quran tentunya akan beliau terangkan sebagaimana beliau menerangkan hukum shalat (ketika haidh), bahkan hukum membaca Al-Quran (ketika haidh) lebih berhak untuk diterangkan karena tidak adanya nash dan ijma' yang mengharamkan, berbeda dengan hukum shalat (ketika haidh). Kalau beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melarang Aisyah dari shalat (ketika haidh) dan tidak berbicara tentang hukum membaca Al-Quran (ketika haidh) ini menunjukkan bahwa membaca Al-Quran ketika haidh diperbolehkan, karena mengakhirkan keterangan ketika diperlukan tidak diperbolehkan, sebagaimana hal ini ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh, dan ini jelas tidak samar lagi, walhamdu lillah" (Hajjatun Nabi hal:69).
Namun *jika orang yang berhadats kecil dan wanita haidh ingin membaca Al-Quran maka dilarang menyentuh mushhaf atau bagian dari mushhaf,* dan ini adalah pendapat empat madzhab, Hanafiyyah (Al-Mabsuth 3/152), Malikiyyah (Mukhtashar Al-Khalil hal: 17-18), Syafi'iyyah (Al-Majmu' 2/67), Hanabilah (Al-Mughny 1/137). 
Mereka berdalil dengan firman Allah ta'alaa: 
*لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (الواقعة: 79)* 
*"Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci" *
Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mushaf yang kita dilarang menyentuhnya adalah termasuk kulitnya/sampulnya karena dia masih menempel. Adapun *memegang mushhaf dengan sesuatu yang tidak menempel dengan mushhaf (seperti kaos tangan dan yang sejenisnya) maka diperbolehkan.*

*Berkata Syeikh Bin Baz:*
*يجوز للحائض والنفساء قراءة القرآن في أصح قولي العلماء ؛ لعدم ثبوت ما يدل على النهي عن ذلك بدون مس المصحف، ولهما أن يمسكاه بحائل كثوب طاهر ونحوه، وهكذا الورقة التي كتب فيها القرآن عند الحاجة إلى ذلك* 
*"Boleh bagi wanita haidh dan nifas untuk membaca Al-Quran menurut pendapat yang lebih shahih dari 2 pendapat ulama, karena tidak ada dalil yang melarang, namun tidak boleh menyentuh mushhaf, dan boleh memegangnya dengan penghalang seperti kain yang bersih atau selainnya, dan boleh juga memegang kertas yang ada tulisan Al-Quran (dengan menggunakan penghalang) ketika diperlukan" (Fatawa Syeikh Bin Baz 24/344).*

*Ketiga:*

Yang *lebih utama adalah membaca Al-Quran dalam keadaan suci, dan boleh membacanya dalam keadaan tidak suci karena hadats kecil.* 
Dan ini adalah kesepakatan para ulama. 
Berkata Imam An-Nawawy: 
أجمع المسلمون على جواز قراءة القرآن للمحدث الحدث الاصغر والأفضل أن يتوضأ لها 
"Kaum muslimin telah bersepakat atas bolehnya membaca Al-Quran untuk orang yang tidak suci karena hadats kecil, dan yang lebih utama hendaknya dia berwudhu" (Al-Majmu', An-Nawawy 2/163). 
Diantara dalil yang menunjukan *bolehnya membaca Al-Quran tanpa berwudhu adalah hadist Ibnu Abbas ketika beliau bermalam di rumah bibinya Maimunah radhiyallahu 'anha (istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam), beliau berkata:* 
*فنام رسول الله صلى الله عليه و سلم حتى إذا انتصف الليل أو قبله بقليل أو بعده بقليل استيقظ رسول الله صلى الله عليه و سلم فجلس يمسح النوم عن وجهه بيده ثم قرأ العشر الخواتم من سورة آل عمران* 
"Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidur sampai ketika tiba tengah malam, atau sebelumnya atau sesudahnya, beliau bangun kemudian duduk dan mengusap muka dengan tangan beliau supaya tidak mengantuk, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Ali Imran" (HR.Al-Bukhary) 
Di dalam hadist ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al-Quran setelah bangun tidur, sebelum beliau berwudhu. 
Imam Al-Bukhary telah meletakkan hadist ini di beberapa bab di dalam kitab beliau (Shahih Al-Bukhary)
diantaranya di bawah bab: 
باب قراءة القرآن بعد الحدث وغيره 
"Bab Membaca Al-Quran setelah hadats dan selainnya" 
Namun sekali lagi, tidak boleh bagi orang yang berhadats kecil menyentuh mushhaf secara langsung. 
Wallahu a'lam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tauhid 1

📜 *AJARKAN KEPADA ANAK - ANAK KITA DAN DIRI KITA PERTANYAAN - PERTANYAAN BERIKUT*

ﺱ :1 ﺃﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ؟

ﺝ : ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ‏( ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ‏) .

📬 S : *Dimana Allah?*

📨 J : *Diatas langit (diatas 'Arsy).*

ﺱ :2 ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ؟

ﺝ : " ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ ".

📬 S : *Apa dalilnya dari Al-Qur'an bahwa Allah berada diatas 'Arsy ?*

📨 J : *ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ*

*(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas 'Arsy.*
📚 (QS. Thaha : 5)

ﺱ :3 ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ "ﺍﺳﺘﻮﻯ" ؟

ﺝ : ﻋﻼ ﻭ ﺍﺭﺗﻔﻊ ‏( ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻻ ﻣﺠﺎﺯﺍ ‏) .

📬 S : *Apa makna dari istiwa?*

📨 J : *Tinggi dan keatas (hakikat dan bukan majaz).*

ﺱ :4 ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻧﺄﺧﺬ ﻋﻘﻴﺪﺗﻨﺎ؟

ﺝ : ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻭ ﺍﻟﺴﻨﺔ بفهم السلف .

📬 S : *Dari mana kita mengambil Aqidah kita?*

📨 J : *Dari Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Shalafush Sholih.*

ﺱ :5 ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﺍﻹﻧﺲ؟

ﺝ : ﻟﻌﺒﺎﺩﺗﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ .

📬 S : *Kenapa Allah menciptakan jin dan manusia?*

📨 J : *Untuk beribadah semata kepada Allah dan tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun.*

ﺱ :6 ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﺍﻹﻧﺲ ﻟﻌﺒﺎﺩﺗﻪ؟

ﺝ : " ﻭﻣﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﺍﻹﻧﺲ ﺇﻻ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﻥ ".

📬 S : *Apa dalilnya dari Al-Qur'an bahwasanya Allah menciptakan jin dan manusia?*

📨 J : *ﻭﻣﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﺍﻹﻧﺲ ﺇﻻ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﻥ*

*Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.*
📚 (QS. Adz-Dzariyat : 56)

ﺱ :7 ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ " ﻳﻌﺒﺪﻭﻥ " ؟

ﺝ : ﻳﻮﺣﺪﻭﻥ ﻭ ﻳﻄﻴﻌﻮﻥ .

📬 S : *Apa makna beribadah?*

📨 J : *Mentauhidkan Allah dan menta'ati-Nya.*

ﺱ :8 ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ " ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ " ؟

ﺝ : ﻻ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺑﺤﻖ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ .

📬 S : Apa makna *ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ* ?

📨 J : *Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah.*

ﺱ :9 ﻣﺎ ﻫﻲ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﺒﺎﺩﺓ؟

ﺝ : ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ .

📬 S : *Apa itu ibadah yang paling agung?*

📨 J : *Tauhid.*

ﺱ :10 ﻣﺎ ﻫﻮ ﺃﻋﻈﻢ ﻇﻠﻢ؟

ﺝ : ﺍﻟﺸﺮﻙ .

📬 S : *Apa itu kedzaliman paling besar?*

📨 J : *Syirik (menyekutukan Allah).*

ﺱ :11 ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ؟

ﺝ : ﺇﻓﺮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓ .

📬 S : *Apa itu Tauhid?*

📨 J : *Meng-Esakan Allah dalam beribadah.*

ﺱ :12 ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺸﺮﻙ؟

ﺝ : ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻊ ﺍﻟﻠﻪ .

📬 S : *Apa itu Syirik.*

📨 J : *Beribadah kepada selain Allah dan menjadikannya tandingan.*

ﺱ :13 ﻛﻢ ﺃﻗﺴﺎﻡ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ؟

ﺝ : ﺛﻼﺛﺔ .

📬 S : *Berapa pembagian Tauhid?*

📨 J : *Tiga.*

ﺱ :14 ﻣﺎ ﻫﻲ ﺃﻗﺴﺎﻡ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ؟

ﺝ : ﺍﻟﺮﺑﻮﺑﻴﺔ، ﻭ ﺍﻷﻟﻮﻫﻴﺔ، ﻭ ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﻭ ﺍﻟﺼﻔﺎﺕ .

📬 S : *Apa saja pembagian Tauhid?*

📨 J : *Rububiyah, Uluhiyah dan Asma wa Shifat.*

ﺱ :15 ﻣﺎ ﻫﻮ ﺗﻌﺮﻳﻒ " ﺗﻮﺣﻴﺪ ﺍﻟﺮﺑﻮﺑﻴﺔ " ؟

ﺝ : ﺇﻓﺮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺃﻓﻌﺎﻟﻪ، ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻭﺍﻟﺮﺯﻕ ﻭﺍﻟﺘﺪﺑﻴﺮ .

📬 S : *Apa pengertian dari Tauhid Rububiyah?*

📨 J : *Meng-Esakan Allah dalam perkara perbuatan Allah, seperti menciptakan, memberi rezeki dan mengatur.*

ﺱ :16 ﻣﺎ ﻫﻮ ﺗﻌﺮﻳﻒ " ﺗﻮﺣﻴﺪ ﺍﻷﻟﻮﻫﻴﺔ " ؟

ﺝ : ﺇﻓﺮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺄﻓﻌﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ، ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺬﺑﺢ ﻭﺍﻟﺴﺠﻮﺩ .

📬 S : *Apa pengertian Tauhid Uluhiyah?*

📨 J : *Meng-Esakan Allah dalam beribadah, seperti do'a, menyembelih dan sujud.*

ﺱ :17 ﻫﻞ ﻟﻠﻪ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﻭ ﺻﻔﺎﺕ؟

ﺝ : ﻧﻌﻢ، ﻟﻪ ﻣﺎ ﻭﺻﻒ ﺑﻪ ﻧﻔﺴﻪ ﻭ ﻭﺻﻔﻪ ﺑﻪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ .

📬 S : *Apakah Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat?*

📨 J : *Ya, Allah memiliki sifat yang Dia sifati diri-Nya sendiri dan yang telah disifatkan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.*

ﺱ :18 ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻧﺄﺧﺬ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺻﻔﺎﺗﻪ؟

ﺝ : ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻭ ﺍﻟﺴﻨﺔ .

📬 S : *Darimana kita mengambil nama dan sifat-sifat Allah?*

📨 J : *Dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.*

ﺱ :19 ﻫﻞ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﻤﺎﺛﻞ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ؟

ﺝ : ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻻ ﺗﻤﺎﺛﻞ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ ﻓﻲ ﺟﻮﻫﺮﻫﺎ.

📬 S : *Apakah sifat Allah Ta'ala serupa dengan sifat yang dimiliki makhluk?*

📨 J : *Sifat-sifat Allah tidak serupa dengan sifat-sifat makhluk*

ﺱ :20 ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻻ ﺗﻤﺎﺛﻞ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ؟

ﺝ : " ﻟﻴﺲ ﻛﻤﺜﻠﻪ ﺷﻲﺀ ﻭ ﻫﻮ ﺍﻟﺴﻤﻴﻊ ﺍﻟﺒﺼﻴﺮ ".

📬 S : *Apa dalil dari Al Qur'an bahwasanya sifat-sifat Allah tidak serupa dengan sifat makhluk Nya?*

📨 J : *ﻟﻴﺲ ﻛﻤﺜﻠﻪ ﺷﻲﺀ ﻭ ﻫﻮ ﺍﻟﺴﻤﻴﻊ ﺍﻟﺒﺼﻴﺮ*

*Tidak ada satupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah yang maha mendengar dan maha melihat.*
📚 (QS. Asy-Syura : 11)

ﺱ :21 ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﻘﺮآﻥ؟

ﺝ : ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .

📬 S : *Apakah Al-Qur'an itu?* 

📨 J : *Al-Qur'an adalah kalam-Nya Allah.*

ﺱ :22 ﻫﻞ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻣﻨﺰﻝﺃﻡ ﻣﺨﻠﻮﻕ؟

ﺝ : ﻣﻨﺰﻝ ﻭ ﻫﻮ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻘﻴﻘﺔ ‏( ﺑﺤﺮﻑ ﻭ ﺻﻮﺕ ‏) .

📬 S : *Apakah Al-Qur'an diturunkan atau dia makhluk?*

📨 J : *Al-Qur'an diturunkan dan dia adalah kalam Allah, yang dia berupa huruf dan suara.*

ﺱ :23 ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺒﻌﺚ؟

ﺝ : ﺇﺣﻴﺎﺀ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻌﺪ ﻣﻮﺗﻬﻢ .

📬 S : *Apakah hari kebangkitan itu?*

📨 J : *Hari dimana manusia dihidupkan kembali setelah mati.*

ﺱ :24 ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻋﻠﻰ ﻛﻔﺮ ﻣﻦ ﺃﻧﻜﺮ ﺍﻟﺒﻌﺚ؟

ﺝ : " ﺯﻋﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻛﻔﺮﻭﺍ ﺃﻥ ﻟﻦ ﻳﺒﻌﺜﻮﺍ ".

📬 S : *Apa dalilnya dari Al-Qur'an atas kafirnya orang yang mengingkari hari kebangkitan?*

📨 J : *ﺯﻋﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻛﻔﺮﻭﺍ ﺃﻥ ﻟﻦ ﻳﺒﻌﺜﻮﺍ*

*Orang-orang kafir mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dibangkitkan.*

ﺱ :25 ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮآﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﻴﺒﻌﺜﻨﺎ؟

ﺝ : " ﻗﻞ ﺑﻠﻰ ﻭﺭﺑﻲ ﻟﺘﺒﻌﺜﻦ ".

📬 S : *Apa dalil dari Al-Qur'an bahwasanya Allah akan membangkitkan kita?*

📨 J : *ﻗﻞ ﺑﻠﻰ ﻭﺭﺑﻲ ﻟﺘﺒﻌﺜﻦ*

*Katakanlah : memang demi Rabb ku, sungguh kamu benar-benar akan dibangkitkan.*

ﺱ :26 ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻠﻤﺔ " ﺍﻹﺳﻼﻡ " ؟

ﺝ : ﺍﻻﺳﺘﺴﻼﻡ ﻟﻠﻪ ﺑﺘﻮﺣﻴﺪه ﻭ ﺍﻻﻧﻘﻴﺎﺩ ﻟﻪ ﻭ ﺍﻟﺒﺮﺍﺀﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﺃﻫﻠﻪ .

📬 S : *Apa makna kalimat Islam ?*

📨 J : *Tunduk dan patuh karena Allah, dengan mentauhidkan-Nya dan tunduk kepada-Nya, berlepas dari segala bentuk kesyirikan.*

ﺱ :27 ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻠﻤﺔ " ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ " ؟

ﺝ : ﺃﻥ ﺗﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭ ﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭ ﻛﺘﺒﻪ ﻭ ﺭﺳﻠﻪ ﻭ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭ ﺃﻥ ﺗﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻩ ﻭ ﺷﺮﻩ .

📬 S : *Apa makna kalimat Iman?*

📨 J : *Kamu beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, beriman kepada hari akhir, dan beriman kepada takdir, baik takdir baik dan takdir buruk.*

ﺱ :28 ﻫﻞ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻳﺜﺒﺖ ﺑﺎﻟﻘﻠﺐ ﺃﻡ ﺑﺎﻟﻠﺴﺎﻥ ﺃﻡ ﺑﺎﻟﺒﺪﻥ؟

ﺝ : ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻳﺜﺒﺖ ﺑﺎﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻭ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﻭ ﻋﻤﻞ ﺍﻟﺒﺪﻥ ‏( ﻣﻌﺎ ‏) ، ﻭ ﻫﻮ ﻳﺰﻳﺪ ﺑﺎﻟﻄﺎﻋﺔ، ﻭ ﻳﻨﻘﺺ ﺑﺎﻟﻤﻌﺼﻴﺔ . (احذر من قول ان الإيمان في القلب فقط!!)

📬 S : *Apakah iman dibuktikan dengan hati, atau dengan lisan atau hanya dengan amalan badan.*

📨 J : *Iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan diamalkan dengan amalan badan bersamaan, dan iman bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan melakukan maksiat.*

(hati-hati dari mengatakan bahwa iman yang penting dihati).

ﺱ :29 ﻟﻤﻦ ﻧﺘﻀﺮﻉ ﻭ ﻧﺴﺠﺪ ﻭ ﻧﺬﺑﺢ؟

ﺝ : ﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ .

📬 S : *Kepada siapa kita merendahkan diri (berdo'a), bersujud dan berkurban?*

📨 J : *Kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya.*

ﺱ :30 ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺘﻀﺮﻉ ﺃﻭ ﺍﻟﺴﺠﻮﺩ ﺃﻭ ﺍﻟﺬﺑﺢ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ؟

ﺝ : ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺫﻟﻚ، ﻷﻥ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﺮﻙ

ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ آﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﻭاﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ .

📬 S : *Bolehkah berdo'a atau bersujud (ibadah) atau berkurban kepada selain Allah?*

📨 J : *Tidak boleh!*
*Karena beribadah kepada selain Allah adalah perbuatan syirik.*

ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ آﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ 

ﻭﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﻭاﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ

✍🏻 Oleh Ustadz Derma Abu Harist
(Pengajar Bahasa Arab Takhasus Al-Barkah dan mahasiswa LIPIA Jakarta

✒ Editor : Admin Asy-Syamil.com

Sumber : https://t.me/CintaTauhid

_______________________________________
📣 *Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan. Semoga bermanfaat untuk kita semua Jazakallahu khairan barokallah fikum*

•━━━❅❀☘🌸☘🌸☘❀❅━━━•
📜•◎❦ *JOIN CHANNEL*❦◎•📜
•━━━❅❀☘🌸☘🌸☘❀❅━━━•

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kaidah Tazkiyatun nafs

🌷 *SEPULUH KAIDAH TAZKIYATUN NAFS (MENSUCIKAN JIWA)*

Penulis: Syaikh Abdurrazzaq al-badr hafizhahullah.

Penerjemah: Siroj Hardian

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada semulianya dan penutup para Nabi dan Rasul, Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tauladan kita, dan penyenang hati kita Muhammad bin Abdullah, al-Hadi (seorang pemberi petunjuk) dan al-Amiin (kepercayaan), dan kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, dan para pengikut setia mereka hingga hari kiamat.

Mensucikan jiwa adalah perkara yang sangat penting, makanya orang berakal akan melakukan amalan yang akan mensucikan jiwanya, dan akan berhati-hati pada perkara-perkara yang akan menjadikan jiwanya menjadi kotor.

Asal kata Tazkiyah artinya menumbuhkan, mengembangkan, memperbaiki, membersihkan, menghias, mensucikan dan menjadikannya jadi baik serta bertambah baik.

Kerendahan jiwa yaitu saat seseorang meneggelamkan jiwanya dalam hal yang rendah, hina, perbuatan dosa dan maksiat.

Allah Ta'ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Asy-Syams: 9-10)

Dalam ayat ini disebutan pembagian jiwa yaitu jiwa yang suci dan jiwa yang kotor. Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah menjelaskan sifat jiwa, beliau berkata; Jiwa yang mulia adalah jiwa yang tidak akan rela untuk jatuh pada perbuatan kezhaliman, kejelekan, dan bersama dengan itu jiwanya akan mencari perkara tinggi (amalan yang mulia). Sedangkan Jiwa yang kotor adalah jiwa yang akan senantiasa mencari perkara-perkara yang kotor pula yaitu melakukan perbuatan yang buruk. Sebagaimana lalat hanya akan hinggap pada hal-hal yang kotor saja. (Al-Fawaa-id, hal. 178)

Karena pentingnya hal ini maka hendaknya seorang muslim senantiasa berusaha menempuh kaidah atau kiat-kiat dalam membersihkan jiwanya agar selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat.

SEPULUH KAIDAH DALAM TAZKIYATUN NAFS

Berikut ini sepuluh kiat dalam mensucikan jiwa:

1. Tauhid Sebagai Intisari dalam Pensucian Jiwa.

Tauhid adalah Kunci utama menjadikan jiwa menjadi suci mulia lagi tinggi. Karena tauhid Allah Ta'ala menciptakan alam dan manusia untuk merealisasikan tauhid ini.

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ.

Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya. (QS. Al-Bayyinah: 5)

Karena Tauhid para Nabi dan Rasul diutus dan karena Tauhid pula kitab-kitab di turunkan sebagai pedoman bagi manusia.

Oleh karenanya, hendaknya para da'i menjadikan Tauhid sebagai hal yang pertama yang di dakwahkan. Sebagaiman pesan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu yang akan memulai dakwah di daerah yaman.

إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang kamu sampaikan kepada mereka adalah agar mereka mentauhidkan Allah. (HR. Al-Bukhari)

Kebalikan dari itu, Sungguh Allah Ta'ala mengancam orang-orang yang tidak mau mensucikan jiwanya dengan Tauhid, atau dengan kata lain berbuat kesyirikan kepada-Nya.

Artinya Perkara yang paling mudah dalam mengotori hati yaitu kesyirikan (yang merupakan lawan dari Tauhid), makanya jika kesyirikan ada pada hati seseorang maka akan menghapus segala amalannya.

Allah Ta'ala Berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Az-Zumar: 65).

Sedangkan kesyirikan juga merupakan dosa yang paling besar, yang tidak diampuni Allah hingga dia bertaubat dengan taubat nashuha.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang dibawahnya dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An-Nisa: 48).

Oleh karena itu sungguh tidak mungkin seseorang bisa membersihkan jiwanya kecuali dengan tauhid dan membersihkan diri dari perbuatan kesyirikan.

Insya ALLAH bersambung..

🌷 *SEPULUH KAIDAH TAZKIYATUN NAFS (MENSUCIKAN JIWA)*

(Bagian kedua)

Penulis: Syaikh Abdurrazzaq al-badr hafizhahullah.

Penerjemah: Siroj Hardian.

*Kaidah kedua: Berdoa adalah kunci dalam mensucikan jiwa.*

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ.

Tidak ada perkara yang lebih mulia dari mensucikan jiwa seperti do'a.

Do'a merupakan ibadah yang paling mulia disisi Allah Ta’ala. Do’a adalah kunci dalam meraih kebaikan dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala telah berjanji akan mengabulkan do’a hambanya, sebagaimana firman-Nya:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ.

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Ghafir: 60)

Juga firman-Nya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)

Umar bin al-Khaththab Radhiyallaah ‘anhu berkata: Aku tidak pernah mengkhawatirkan akan dikabulkannya do’a-do’a, akan tetapi yang aku khawatirkan apakah akan tetap berdo’a atau tidak? Karena jika do’a dilalaikan maka pengabulannya juga terlalaikan.

Maka jika ingin mensucikan jiwa perbanyaklah berdo’a yang berasal dari tuntunan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang berkenaan dengan pensucian hati.

Diantara doa yang diajarkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

اللهم آت نفسي تقواها وزكها أنت خير من زكاها أنت وليها ومولاها.

Allahumma aati nafsii taqwaaha, wazakkihaa anta khairu man zakkaaha, anta waliyyuhaa wa maulaaha. (Ya Allah, berikanlah ketakwaan dalam jiwaku, sucikanlah jiwaku, Engkaulah yang terbaik dalam mensucikan jiwa, karena engkaulah penolong dan penguasa jiwaku)

Do’a di atas sebagai isyarat untuk kita bahwa urusan pensucian jiwa manusia semuanya ada di tangan Allah Ta’ala, Dia yang mengetahui setiap yang gha’ib, dan do’a adalah kunci terbesar, serta merendahkan diri dihadapan Allah Ta’ala.

Makanya do’a yang paling sering Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ucapkan adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ.

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu. [HR. at-Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi III no.2792]

Hal yang dapat membuat kita semangat ketika berdo’a yaitu keyakinan akan kesucian hati itu hanyalah sesuai dengan kehendak dan izin Allah Ta'ala, Allah Ta'ala-lah yang memberikan kesucian terhadap jiwa seseorang, makanya jika ingin jiwa menjadi suci maka perbanyak berdo’a kepada Allah Ta'ala.

Firman Allah Ta'ala:

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ.

Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An-Nuur: 21)

Insya ALLAH bersambung..

🌷 *SEPULUH KAIDAH TAZKIYATUN NAFS (MENSUCIKAN JIWA)*

(Bagian Ketiga)

Penulis: Syaikh Abdurrazzaq al-badr hafizhahullah.

Penerjemah: Siroj Hardian.

*Kaidah ketiga: Al-Quran Adalah Sumber Pensucian Jiwa.*

Allah Ta'ala berfirman:

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ.

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah: 151)

Dan Allah juga berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ.

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali Imran: 164)

Maka sebaik-baiknya yang dapat membersihkan hati kita adalah Al-Qur’an, barangsiapa yang ingin mensucikan hatinya maka bacalah Al-Quran, pahamilah maknanya (sesuai pemahaman Nabi dan para sahabatnya), dan amalkan isi kandungannya. Karena barangsiapa yang melakukan demikian maka Allah akan menjaminnya dengan memberi petunjuk ke jalan yang benar dan dijauhkan dari kesesatan.

Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata:

ضَمِنَ اللَّهُ لِمَنِ اتَّبَعَ الْقُرْآنَ أَنْ لاَ يَضِلَّ فِي الدُّنْيَا، وَلاَ يَشْقَى فِي الآخِرَةِ، ثُمَّ تَلاَ: فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى.

Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al-Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat, kemudian beliau membaca ayat:

فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى.

Maka (ketahuilah) barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thaha: 123). [Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah].

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus: 57)

Fungsi para Rasul adalah membacakan dan menjelaskan ayat-ayat Allah Ta'ala dan dengan ayat-ayat tersebut para Rasul menyucikan jiwa ummatnya.

Semakin banyak seorang muslim membaca dan mengambil Al-Qur-an sebagai petunjuk maka akan semakin suci jiwanya dari kotoran hati sehingga akan semakin mulia dan tinggi pula hatinya. Seseorang yang ingin jiwanya menjadi suci maka hendaknya dia membaca Al-Qur'an dengan mentadabburinya serta mengamalkan isi dari Al-Qur-an.

Semoga bermanfaat.. Barakallah fiikum.

Insya ALLAH bersambung..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perintah Allah ada dialquran

.
*100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN.*

*1. Jangan berkata kasar.*
(QS 3 – Ali Imran : 159)

*2. Tahanlah marah.*
(QS 3 – Ali Imran : 134)

*3. Berbaiklah kepada orang lain.*
(QS 4 – An Nisaa’ : 36)

*4. Jangan sombong dan congkak.*
(QS 7 – Al A’raaf : 13)

*5. Maafkanlah kesalahan orang lain.*
(QS 7 – Al A’raaf : 199)

*6. Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan.*
(QS 20 – Thaahaa : 44)

*7. Rendahkanlah suaramu.*
(QS 31 - Luqman : 19)

*8. Jangan mengejek orang lain.*
(QS 49 – Al Hujuraat : 11)

*9. Berbaktilah pada orang tua (ibu bapa).*
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*10. Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapa).*
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*11. Jangan memasuki kamar peribadi ibu bapa tanpa izin.*
(QS 24 – An Nuur : 58)

*12. Catatlah hutang-hutangmu.*
(QS 2 – Al Baqarah : 282)

*13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta.*
(QS 2 – Al Baqarah : 170)

*14. Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan.*
(QS 2 – Al Baqarah : 280)

*15. Jangan makan riba’/membungakan uang*
(QS 2 – Al Baqarah : l

*16. Jangan melakukan sogok/ raswah*
(QS 2 – Al Baqarah : 188)

*17. Jangan ingkar atau melanggar janji*
(QS 2 – Al Baqarah : 177)

*18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu*
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan*
(QS 2 – Al Baqarah : 42)

*20. Berlakulah adil terhadap semua orang*
(QS 4 – An Nisaa’ : 58)

*21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas*
(QS 4 – An Nisaa’ : 135)

*22. Harta yang meninggal atau waris harus dibagikan kepada anggota keluarga ahli waris*
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*23. Wanita memiliki hak waris*
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*24. Jangan memakan harta anak yatim*
(QS 4 – An Nisaa’ : 10)

*25. Lindungi anak yatim*
(QS 2 – Al Baqarah : 220)

*26. Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenang.*
(QS 4 – An Nisaa’ : 29)

*27. Damaikanlah orang yang berselisih*
(QS 49 – Al Hujuraat : 9)

*28. Hindari perasangka buruk*
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*29. Mencatat perjanjian hutang piutang*
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*30. Jangan memfitnah orang*
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial*(QS 57 – Al Hadid : 7)

*32. Biasakan memberi makan orang miskin*
(QS 107 – Al Maa’uun : 3)

*33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah*
(QS 2 – Al Baqarah : 273)

*34. Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah*
(QS 17 – Al Israa’ : 29)

*35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu*
(QS 2 – Al Baqarah : 264)

*36. Hormatilah tamu anda*
(QS 51 – Adz Dzaariyaat : 26)

*37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri*
(QS 2 – Al Baqarah : 44)

*38. Jangan berbuat kerusakan di muka bumi*
(QS 2 – Al Baqarah : 60)

*39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid*
(QS 2 – Al Baqarah : 114)

*40. Perangilah mereka yang memerangi mu*
(QS 2 – Al Baqarah : 190)

*41. Jagalah etika perang*
(QS 2 – Al Baqarah : 191)

*42. Jangan lari dari peperangan*
(QS 8 – Al Anfaal : 15)

*43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam*
(QS 2 – Al Baqarah : 256)

*44. Berimanlah kepada para Nabi*
(QS 2 – Al Baqarah : 285)

*45. Jangan melakukan hubungan suami-istri di saat haid*
(QS 2 – Al Baqarah : 222)

*46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh*
(QS 2 – Al Baqarah : 233)

*47. Jauhilah zina di luar nikah*
(QS 17 – Al Israa’ : 32)

*48. Pilihlah pemimpin dari yang bertaqwa. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya*
(QS 2 – Al Baqarah : 247)

*49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya*
(QS 2 – Al Baqarah : 286)

*50. Jangan mau dipecah belah*
(QS 3 – Ali Imran : 103)

*51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta*
(QS 3 – Ali Imran 3 :191)

*52. Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya*
(QS 3 – Ali Imran : 195)

*53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu*
(QS 4 – An Nisaa’ : 23)

*54. Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki*
(QS 4 – An Nisaa’ : 34)

*55. Jangan pelit atau kikir*
(QS 4 – An Nisaa’ : 37)

*56. Jangan iri hati*
(QS 4 – An Nisaa’ : 54)

*57. Jangan saling membunuh*
(QS 4 – An Nisaa’ : 92)

*58. Jangan membela ketidak jujuran atau kebohongan*
(QS 4 – An Nisaa’ : 105)

*59. Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan*
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*60. Bekerja samalah dalam kebenaran*
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*61. Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran*
(QS 6 – Al An’aam : 116)

*62. Berlaku adil*
(QS 5 – Al Maa-idah:8)

*63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan*
(QS 5 – Al Maa-idah : 38)

*64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum*
(QS 5 – Al Maa-idah : 63)

*65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi*
(QS 5 – Al Maa-idah : 3)

*66. Hindari minum racun dan alkohol*
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*67. Jangan berjudi*
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain*
(QS 6 – Al An’aam : 108)

*69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu*
(QS 6 – Al An’aam : 152)

*70. Makan dan minumlah secukupnya*
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*71. Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat*
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan*
(QS 9 – At Taubah:6)

*73. Jangan melaksanakan sholat dimasjid yang dibangun dengan kedengkian*
(QS 9 – At Taubah : 108)

*74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah*
(QS 12 – Yusuf : 87)

*75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa karena kebodohan*
(QS 16 – An Nahl : 119)

*76. Berserulah/ajaklah  kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana*
(QS 16 – An Nahl : 125)

*77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain*
(QS 17 – Al Israa’ : 15)

*78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan*
(QS 17 – Al Israa’ : 31)

*79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan hukumnya tentang hal itu*
(QS 17 – Al Israa’ : 36)

*80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat*
(QS 23 – Al Mu’minuun : 3)

*81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa seizin pemilik rumah*
(QS 24 – An Nuur : 27)

*82. Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah*
(QS 24 – An Nuur : 55)

*83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati*
(QS 25 – Al Furqaan : 63)

*84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan*
(QS 28 – Al Qashash : 77)

*85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah*
(QS 28 – Al Qashash:88)

*86. Jangan terlibat dalam perbuatan homosexual dan sejenisnya*
(QS 29 – Al ‘Ankabuut : 29)

*87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan mungkar*
(QS 31 - Luqman : 17)

*88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong*
(QS 31 - Luqman : 18)

*89. Wanita dilarang mempamerkan diri*
(QS 33 – Al Ahzab : 33)

*90. Allah berkehendak mengampuni semua dosa-dosa kita*
(QS 39 – Az Zumar : 53)

*91. Jangan berputus asa dari pengampunan Allah*
(QS 39 – Az Zumar : 53)

*92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan*
(QS 41 – Fushshilat : 34)

*93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah*
(QS 42 – Asy Syuura : 38)

*94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa*
(QS 49 – Al Hujuraat : 13)

*95. Agama Islam melarang Rahbaniyyah atau mengkultus individukan para ulama*
(QS 57 – Al Hadid : 27)

*96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu*
(QS 58 – Al Mujaadilah : 11)

*97. Perlakukan terhadap non muslim dengan baik dan adil*
(QS 60 - Al Mumtahanah :

*98. Menginfakkan harta dan Hindari diri dari sifat kikir*
(QS 64 – At Taghaabun : 16)

*99. Mohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang*
(QS 73 – Al Muzzammil : 20)

*100. Jangan menghardik orang yang meminta-minta*
(QS 93 – Adh Dhuhaa : 10)

*101. Berbuat Baiklah, Allah maha pencipta mengetahui setiap perbuatan*
(QS 14 - Ibrahim: 24-26)

*102. Allah memanggil manusia untuk masuk kedalam surgaNya*
(QS 89 - Al Fajr: 27-30)

*103. Allah menghapus kesalahan dan dosa manusia beragama Islam yang beriman dengan ajaran Nabi Muhammad*
(QS 47 - Muhammad: 2)

*
*SHARING IS CARING AND CARING IS LOVING.*
@Sang Musafir.
*100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN.*

*1. Jangan berkata kasar.*
(QS 3 – Ali Imran : 159)

*2. Tahanlah marah.*
(QS 3 – Ali Imran : 134)

*3. Berbaiklah kepada orang lain.*
(QS 4 – An Nisaa’ : 36)

*4. Jangan sombong dan congkak.*
(QS 7 – Al A’raaf : 13)

*5. Maafkanlah kesalahan orang lain.*
(QS 7 – Al A’raaf : 199)

*6. Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan.*
(QS 20 – Thaahaa : 44)

*7. Rendahkanlah suaramu.*
(QS 31 - Luqman : 19)

*8. Jangan mengejek orang lain.*
(QS 49 – Al Hujuraat : 11)

*9. Berbaktilah pada orang tua (ibu bapa).*
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*10. Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapa).*
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*11. Jangan memasuki kamar peribadi ibu bapa tanpa izin.*
(QS 24 – An Nuur : 58)

*12. Catatlah hutang-hutangmu.*
(QS 2 – Al Baqarah : 282)

*13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta.*
(QS 2 – Al Baqarah : 170)

*14. Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan.*
(QS 2 – Al Baqarah : 280)

*15. Jangan makan riba’/membungakan uang*
(QS 2 – Al Baqarah : l

*16. Jangan melakukan sogok/ raswah*
(QS 2 – Al Baqarah : 188)

*17. Jangan ingkar atau melanggar janji*
(QS 2 – Al Baqarah : 177)

*18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu*
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan*
(QS 2 – Al Baqarah : 42)

*20. Berlakulah adil terhadap semua orang*
(QS 4 – An Nisaa’ : 58)

*21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas*
(QS 4 – An Nisaa’ : 135)

*22. Harta yang meninggal atau waris harus dibagikan kepada anggota keluarga ahli waris*
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*23. Wanita memiliki hak waris*
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*24. Jangan memakan harta anak yatim*
(QS 4 – An Nisaa’ : 10)

*25. Lindungi anak yatim*
(QS 2 – Al Baqarah : 220)

*26. Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenang.*
(QS 4 – An Nisaa’ : 29)

*27. Damaikanlah orang yang berselisih*
(QS 49 – Al Hujuraat : 9)

*28. Hindari perasangka buruk*
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*29. Mencatat perjanjian hutang piutang*
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*30. Jangan memfitnah orang*
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial*(QS 57 – Al Hadid : 7)

*32. Biasakan memberi makan orang miskin*
(QS 107 – Al Maa’uun : 3)

*33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah*
(QS 2 – Al Baqarah : 273)

*34. Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah*
(QS 17 – Al Israa’ : 29)

*35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu*
(QS 2 – Al Baqarah : 264)

*36. Hormatilah tamu anda*
(QS 51 – Adz Dzaariyaat : 26)

*37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri*
(QS 2 – Al Baqarah : 44)

*38. Jangan berbuat kerusakan di muka bumi*
(QS 2 – Al Baqarah : 60)

*39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid*
(QS 2 – Al Baqarah : 114)

*40. Perangilah mereka yang memerangi mu*
(QS 2 – Al Baqarah : 190)

*41. Jagalah etika perang*
(QS 2 – Al Baqarah : 191)

*42. Jangan lari dari peperangan*
(QS 8 – Al Anfaal : 15)

*43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam*
(QS 2 – Al Baqarah : 256)

*44. Berimanlah kepada para Nabi*
(QS 2 – Al Baqarah : 285)

*45. Jangan melakukan hubungan suami-istri di saat haid*
(QS 2 – Al Baqarah : 222)

*46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh*
(QS 2 – Al Baqarah : 233)

*47. Jauhilah zina di luar nikah*
(QS 17 – Al Israa’ : 32)

*48. Pilihlah pemimpin dari yang bertaqwa. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya*
(QS 2 – Al Baqarah : 247)

*49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya*
(QS 2 – Al Baqarah : 286)

*50. Jangan mau dipecah belah*
(QS 3 – Ali Imran : 103)

*51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta*
(QS 3 – Ali Imran 3 :191)

*52. Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya*
(QS 3 – Ali Imran : 195)

*53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu*
(QS 4 – An Nisaa’ : 23)

*54. Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki*
(QS 4 – An Nisaa’ : 34)

*55. Jangan pelit atau kikir*
(QS 4 – An Nisaa’ : 37)

*56. Jangan iri hati*
(QS 4 – An Nisaa’ : 54)

*57. Jangan saling membunuh*
(QS 4 – An Nisaa’ : 92)

*58. Jangan membela ketidak jujuran atau kebohongan*
(QS 4 – An Nisaa’ : 105)

*59. Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan*
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*60. Bekerja samalah dalam kebenaran*
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*61. Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran*
(QS 6 – Al An’aam : 116)

*62. Berlaku adil*
(QS 5 – Al Maa-idah:8)

*63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan*
(QS 5 – Al Maa-idah : 38)

*64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum*
(QS 5 – Al Maa-idah : 63)

*65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi*
(QS 5 – Al Maa-idah : 3)

*66. Hindari minum racun dan alkohol*
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*67. Jangan berjudi*
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain*
(QS 6 – Al An’aam : 108)

*69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu*
(QS 6 – Al An’aam : 152)

*70. Makan dan minumlah secukupnya*
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*71. Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat*
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan*
(QS 9 – At Taubah:6)

*73. Jangan melaksanakan sholat dimasjid yang dibangun dengan kedengkian*
(QS 9 – At Taubah : 108)

*74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah*
(QS 12 – Yusuf : 87)

*75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa karena kebodohan*
(QS 16 – An Nahl : 119)

*76. Berserulah/ajaklah  kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana*
(QS 16 – An Nahl : 125)

*77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain*
(QS 17 – Al Israa’ : 15)

*78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan*
(QS 17 – Al Israa’ : 31)

*79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan hukumnya tentang hal itu*
(QS 17 – Al Israa’ : 36)

*80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat*
(QS 23 – Al Mu’minuun : 3)

*81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa seizin pemilik rumah*
(QS 24 – An Nuur : 27)

*82. Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah*
(QS 24 – An Nuur : 55)

*83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati*
(QS 25 – Al Furqaan : 63)

*84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan*
(QS 28 – Al Qashash : 77)

*85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah*
(QS 28 – Al Qashash:88)

*86. Jangan terlibat dalam perbuatan homosexual dan sejenisnya*
(QS 29 – Al ‘Ankabuut : 29)

*87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan mungkar*
(QS 31 - Luqman : 17)

*88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong*
(QS 31 - Luqman : 18)

*89. Wanita dilarang mempamerkan diri*
(QS 33 – Al Ahzab : 33)

*90. Allah berkehendak mengampuni semua dosa-dosa kita*
(QS 39 – Az Zumar : 53)

*91. Jangan berputus asa dari pengampunan Allah*
(QS 39 – Az Zumar : 53)

*92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan*
(QS 41 – Fushshilat : 34)

*93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah*
(QS 42 – Asy Syuura : 38)

*94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa*
(QS 49 – Al Hujuraat : 13)

*95. Agama Islam melarang Rahbaniyyah atau mengkultus individukan para ulama*
(QS 57 – Al Hadid : 27)

*96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu*
(QS 58 – Al Mujaadilah : 11)

*97. Perlakukan terhadap non muslim dengan baik dan adil*
(QS 60 - Al Mumtahanah :

*98. Menginfakkan harta dan Hindari diri dari sifat kikir*
(QS 64 – At Taghaabun : 16)

*99. Mohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang*
(QS 73 – Al Muzzammil : 20)

*100. Jangan menghardik orang yang meminta-minta*
(QS 93 – Adh Dhuhaa : 10)

*101. Berbuat Baiklah, Allah maha pencipta mengetahui setiap perbuatan*
(QS 14 - Ibrahim: 24-26)

*102. Allah memanggil manusia untuk masuk kedalam surgaNya*
(QS 89 - Al Fajr: 27-30)

*103. Allah menghapus kesalahan dan dosa manusia beragama Islam yang beriman dengan ajaran Nabi Muhammad*
(QS 47 - Muhammad: 2)

*
*SHARING IS CARING AND CARING IS LOVING.*
@Sang Musafir

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wahabi Adalah

📌📝 *CIRI-CIRI PENGIKUT (TERTUDUH) WAHABI YANG WAJIB DIKETAHUI*

*Chanel Telegram :* http://t.me/Manhaj_salaf1

🔍 Beberapa waktu yang lalu ada teman bertanya kepada saya, ```"Mas kenapa ada sekelompok orang sangat membenci wahabi, kalau boleh tau apa ciri-ciri spesifik dari orang yang berpaham wahabi?".``` Lalu saya jawab, *wahabi yang sering disebut-sebut di Indonesia ciri-cirinya yakni:*

1⃣ *Anti dengan perbuatan syirik seperti ngalap berkah ketempat-tempat yang dianggap mendatangkan berkah, tidak memakai jimat, tidak datang kedukun, dan tidak percaya tahayul.*
2⃣ *Anti amalan-amalan agama yang masuk perkara bid'ah, seperti tahlil kematian, maulid nabi dan seterusnya, dan sebaliknya mempelajari Sunnah Nabi dan para sahabatnya kemudian berusaha mengamalkan dalam kehidupan mereka.*
3⃣ *Penampilan mereka mengikuti yang disunnahkan, yakni bagi lelaki berjenggot dan berpakaian tidak isbal (cingkrang), dan bagi wanitanya berhijab syar'i dan sebagian diantaranya bercadar.*
4⃣ *Mereka juga menjauhi musik, maka mereka tidak akan mendekati namanya cafe, rumah karaoke, diskotik juga tidak mendekati panggung dangdut koplo.*
5⃣ *Mereka menjauhi politik, karena dalam pendangan mereka politik hanya memecah belah umat Muslim, sehingga umat Muslim menjadi lemah dalam menghadapi kaum kafirin.*
6⃣ *Mereka menjauhi rokok, karena itu bentuk membinasakan diri sendiri.*
7⃣ *Mereka menjauhi demo kepada pemerintah ataupun pihak lain, karena mereka mengikuti cara Sunnah dalam memberikan nasehat.*
8⃣ *Mereka selalu berusaha hadir di masjid dan mushola ketika masuk shalat fardhu bagi kaum lelakinya, karena bagi mereka wajib hukumnya shalat fardhu berjamaah jika tidak ada udzur apapun.*
9⃣ *Mereka disibukkan dengan menuntut ilmu syar'i, maka mereka banyak duduk di kajian ilmu dan halaqah Al Quran.*
🔟 *Mereka tidak taklid kepada ulama tertentu, dalam setiap kajian mereka mengambil fatwa dari 4 madzhab yang berbeda kemudian membahasnya.*

📮 ```Lantas teman saya heran, dia mengatakan, "Kalau banyak kebaikan dari orang yang disebut wahabi, kenapa mereka takut dengan wahabi sehingga merasa perlu membubarkan kajiannya, dan juga berusaha merobohkan masjid-masjidnya?". Lalu saya jelaskan,```
*"Selamat datang di zaman fitnah kawan."*

Wallahul musta'an.

🌍 Salaf.ittiba

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

📩 Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama *GROUP MANHAJ SALAF*

📲 *Chanel Telegram    : http://t.me/Manhaj_salaf1*

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kue bawang

Kue bawang

Bahan :
Tepung terigu protein sedang 500 gr
Tepung tapioka 50 gr
Margarin 50 gr
Kaldu bubuk secukupnya
Telur 1 butir dikocok lepas
Bawang merah 100 gr dihaluskan
Bawang putih 100 gr dihaluskan
Daun seledri 25 gr dipotong2
Air secukupnya
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
Campurkan tepung terigu,tepung tapioka,margarin,kaldu bubuk,telur,bawang merah,bawang putih,daun seledri,aduk rata,uleni adonan sambil dimasukkan air sedikit demi sedikit,hentikan memasukkan air jika adonan sudah kalis,tanda adonan kalis yaitu tidak lengket ditangan.Giling adonan di pasta maker menggunakan gilingan nomor 7,pindahkan lagi ke gilingan nomor 5 lalu nomor 1 (untuk ketipisan hasil gilingan tergantung selera masing2),potong2 adonan berbentuk persegi,setelah selesai seluruhnya,adonan siap untuk digoreng,angkat,tiriskan,sajikan.Jadinya kurang lebih 900 gr.

#resepkuebawang
#keripikbawang
#kuebawang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS