Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

DOA BERBUKA PUASA SESUAI SUNNAH

DOA BERBUKA PUASA YANG BENAR*

  ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

_*Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah*_

_“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”_

▶ *HADITS SELENGKAPNYA*

🌿 Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »

_Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca:_ *“Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…”*

📚 (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

▶ *KAPAN DOA INI DIUCAPKAN ?*

● Umumnya doa terkait perbuatan tertentu, *dibaca sebelum melakukan perbuatan tersebut.*

● Doa makan, dibaca sebelum makan, doa masuk kamar mandi, dibaca sebelum masuk kamar mandi, dst. _Nah, apakah ketentuan ini juga berlaku untuk doa di atas ?_

● Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa *doa ini dibaca setelah orang yang berpuasa itu berbuka.*

👤 Syiakh Ibnu Utsaimin menegaskan:

لكن ورد دعاء عن النبي صلى الله عليه وسلم لو صح فإنه يكون بعد الإفطار وهو : ” ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله ”  فهذا لا يكون إلا بعد الفطر

*“Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka.*

*Yaitu doa: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst.*

*doa ini tidak dibaca kecuali SETELAH SELESAI BERBUKA.”*

📚 (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com)

● Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428.

▶ Karena itu, *URUTAN YANG TEPAT KETIKA BERBUKA PUASA adalah :*

1⃣ *Berdoa ketika menjelang berbuka*

2⃣ *Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka).*

3⃣ *Mulai berbuka*

4⃣ *Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst.*

▶ *ANJURAN MEMPERBANYAK DOA KETIKA BERBUKA PUASA*

🌿 Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

_“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak:_
> Pemimpin yang adil,
> orang yang berpuasa sampai dia berbuka,
> dan doa orang yang didzalimi, _Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.”_

📚 (HR. At-Tirmidzi 2526, Thabrani dalam Al-Ausath 7111.
Syaikh Aqil bin Muhamad Al-Maqthiri mengatakan: Hadis ini statusnya hasan berdasarkan gabungan semua jalurnya. Hadis ini juga dinilai hasan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir, 2:96).

● Hadis di atas menunjukkan *anjuran bagi orang yang sedang puasa untuk memperbanyak berdoa sebelum dia berbuka.*

● Sebagian ulama menegaskan bahwa hadis ini tidak ada hubungannya dengan berdoa ketika berbuka. Karena teks hadis ini bersifat umum, *bahwa orang yang sedang berpuasa memiliki peluang dikabulkan doanya di setiap waktu dan setiap kesempatan, sebelum dia berbuka.*

📚 (I’lamul Anam bi Ahkam As-Shiyam, Hal. 76).

● Akan tetapi disebutkan dalam sunan Tirmidzi, redaksi yang serupa dinyatakan:

وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ

*“Orang yang berpuasa ketika berbuka.”*
📚 (Sunan At-Tirmidzi 2526).

→ Makna tersirat dari hadis menunjukkan bahwa *anjuran memperbanyak doa itu terakait dengan kegiatan berbuka.*

▶ *DOA APA YANG BISA DIBACA KETIKA HENDAK BERBUKA ?*

● *Anda bisa membaca *DOA APAPUN yang Anda inginkan.*

→ Baik terkait kehidupan dunia maupun akhirat. *Karena waktu menjelang berbuka adalah waktu yang mustajab.*

👤Kemudian, disebutkan dalam  riwayat Ibnu Majah, bahwa ketika berbuka, sahabat Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhu, membaca doa tertentu.

💬 Dari Ibnu Abi Mulaikah (salah seorang tabiin), beliau menceritakan: Aku mendengar Abdullah bin Amr ketika berbuka membaca doa:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

*_Allahumma Inni As-Aluka bi Rahmatika Al-Latii Wasi’at Kulla Syai-in An Taghfira Lii_*

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”

📚 (Sunan Ibnu Majah, 1/557 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 3621)

▶ _*RINGKASAN , bahwa doa terkait bebuka ada dua:*_

>> *a. Doa menjelang berbuka.*

→ _Doa ini dibaca sebelum anda mulai berbuka. Doa ini bebas, anda bisa membaca doa apapun, untuk kebaikan dunia dan akhirat Anda._

>> *b. Doa setelah berbuka.*

_Ada doa khusus yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dinyatakan dalam riwayat dari Ibnu Umar._

→ Lafadz doanya adalah

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

*Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah*

💐 Sebagai muslim yang baik, selayaknya kita cukupkan doa setelah berbuka dengan doa yang shahih ini, dan tidak memberi tambahan dengan redaksi yang lain.

Allahu a’lam

bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Arti Ghibah ,Fitnah,Gunjing

*5 OBROLAN KETIKA IBU-IBU NGUMPUL*

Kalau lagi ngumpul-ngumpul, atau sedang curhat dengan ibu-ibu lainnya, biasa curhatan atau obrolan ibu-ibu seputar ini:

1- Gosipin tetangga

Padahal gosip seperti ini jika yang dibicarakan adalah perihal aib atau hal-hal yang tidak disukai oleh tetangga kita kalau itu tersebar, maka termasuk dalam GHIBAH.
Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam GHIBAH adalah dzikruka akhoka bi maa yakroh.
Dan ingat gosip juga bisa jadi FITNAH (berita yang tidak benar). Jadinya hancurlah kehormatan orang lain.
Lihatlah hadits berikut.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ »
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim, no. 2589).
Dalam Al Adzkar (hlm. 597), Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan, “Ghibah adalah sesuatu yang amat jelek, namun tersebar dikhalayak ramai. Yang bisa selamat dari tergelincirnya lisan seperti ini hanyalah sedikit. Ghibah memang membicarakan sesuatu yang ada pada orang lain, namun yang diceritakan adalah sesuatu yang ia tidak suka untuk diperdengarkan pada orang lain. Sesuatu yang diceritakan bisa jadi pada badan, agama, dunia, diri, akhlak, bentuk fisik, harta, anak, orang tua, istri, pembantu, budak, pakaian, cara jalan, gerak-gerik, wajah berseri, kebodohan, wajah cemberutnya, kefasihan lidah, atau segala hal yang berkaitan dengannya. Cara ghibah bisa jadi melakui lisan, tulisan, isyarat, atau bermain isyarat dengan mata, tangan, kepala atau semisal itu.”
Termasuk jika yang digosipin adalah suami sendiri. Kecuali jika ada hajat meminta nasihat seperti seorang sahabat wanita yang menceritakan aib suaminya yang SUPER PELIT sampai nafkah pada istrinya kurang. Kalau meminta nasihat pada orang berilmu untuk menanyakan solusi, boleh. Namun baiknya pertanyaan dibuat dengan kalimat yang seakan-akan bukan suaminya yang berbuat agar tetap bisa menjaga kehormatan suami.
Coba lihat kisah Hindun berikut.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Hindun binti ‘Utbah, istri dari Abu Sufyan, telah datang berjumpa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang yang sangat pelit. Ia tidak memberi kepadaku nafkah yang mencukupi dan mencukupi anak-anakku sehingga membuatku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah berdosa jika aku melakukan seperti itu?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خُذِى مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ وَيَكْفِى بَنِيكِ
“Ambillah dari hartanya apa yang mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut.” (HR. Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714)
Baca selengkapnya kisahnya di sini.

2- Curhat tentang keadaan suami masing-masing

Ada pasti yang menceritakan kebaikan suami dan ada yang menceritakan kejelekan suami.
Seperti kisah sebelas wanita yang saling curhat tentang suaminya …
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَلَسَ إِحْدَى عَشْرَةَ امْرَأَةً فَتَعَاهَدْنَ وَتَعَاقَدْنَ أَنْ لاَ يَكْتُمْنَ مِنْ أَخْبَارِ أَزْوَاجِهِنَّ شَيْئًا
Sebelas orang wanita berkumpul lalu mereka berjanji dan bersepakat untuk tidak menyembunyikan sedikit pun cerita tentang suami mereka.
Kisah lengkapnya di sini.
Yang suami bisa ambil pelajaran bahwa ia baiknya jadi pendengar setia ketika istrinya ingin curhat atau menceritakan kejadian yang ia alami atau ia dengar walaupun mungkin ia tidak tertarik. Sudahlah mendengar saja, walau ada suami yang mendengar sampai ngantuk dan akhirnya tertidur.

3- Gunjing tetangga karena hasad

Hasad adalah sekedar membenci nikmat yang ada pada orang lain itu hilang. Inilah yang jadi qoul (pendapat) dari Ibnu Taimiyah. Beliau menyatakan,
الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ
“Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ Al-Fatawa, 10: 111).
Sedangkan menurut jumhur (mayoritas) ulama,
الحسد تمني زوال النعمة التي أنعم الله بها على المحسود ،
Hasad adalah menginginkan nikmat yang Allah beri pada orang lain HILANG.

Contoh, tetangga baru saja ngeluarin mobil baru dari dealer. Terbetiklah dalam hati, walau tidak dinyatakan, “Hmmm, moga mobilnya cepat rusak.”

Perlu pahami, ada beberapa tingkatan hasad:
• Berkeinginan nikmat yang ada pada orang lain hilang meski tidak berpindah padanya. Orang yang hasad lebih punya keinginan besar nikmat orang lain itu hilang, bukan bermaksud nikmat tersebut berpindah padanya.
• Berkeinginan nikmat yang ada pada orang lain hilang lalu berkeinginan nikmat tersebut berpindah padanya. Misalnya, ada wanita cantik yang sudah menjadi istri orang lain, ia punya hasad seandainya suaminya mati atau ia ditalak, lalu ingin menikahinya. Atau bisa jadi pula ada yang punya kekuasaan atau pemerintahan yang besar, ia sangat berharap seandainya raja atau penguasa tersebut mati saja biar kekuasaan tersebut berpindah padanya.
• Tidak punya maksud pada nikmat orang lain, namun ia ingin orang lain tetap dalam keadaannya yang miskin dan bodoh. Hasad seperti ini membuat seseorang akan mudah merendahkan dan meremehkan orang lain.
• Tidak menginginkan nikmat orang lain hilang, namun ia ingin orang lain tetap sama dengannya. Jika keadaan orang lain lebih dari dirinya, barulah ia hasad dengan menginginkan nikmat orang lain hilang sehingga tetap sama dengannya. Yang tercela adalah keadaan kedua ketika menginginkan nikmat saudaranya itu hilang.
• Menginginkan sama dengan orang lain tanpa menginginkan nikmat orang lain hilang. Inilah yang disebut dengan ghibthoh sebagaimana terdapat dalam hadits berikut.
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816)
Baca selengkapnya tentang tingkatan hasad di sini.

*Lalu adakah obat hasad yang dinilai dosa?*
Obatnya disebutkan dalam ayat,
وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا (٣٢)
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain, (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa: 32).
4- Membicarakan fashion, tas, gamis, sepatu, jam tangan, sampai pakaian dalam.

Obrolan ini bisa jadi di dunia nyata sampai pada dunia whatsapan.
Bahkan ada ibu-ibu yang join dengan group atau memfollow beberapa butik ternama, untuk sekedar update model gamis mana yang terbaru.
Kalau beli sewajarnya saja tidak masalah. Namun kalau sudah berlebihan itulah yang tercela. Apalagi bagi wanita itu hanya untuk bergaya dan tampil cantik.

*Nasihat kami …*
– Cobalah memiliki sifat NARIMO ING PANDUM, alias qona’ah (merasa cukup dengan apa yang Allah beri), tak banyak lirik-lirik rumput tetangga, banyak lihat yang di bawah yang lebih derita daripada terus memandang yang di atas dalam hal dunia, apalagi kalau kita sendiri orang yang tidak berkemampuan.
– Jangan terlalu ikut model kekinian, apalagi yang diikuti gaya-gaya artis atau tauladan yang tidak patut dicontoh.
– Ingat pakaian wanita itu punya syarat-syarat yang tujuan ditetapkannya ini biar menyelamatkan wanita seperti hindari pakaian ketat dan tipis (kaasiyatun ‘aariyaat, berpakaian tetapi telanjang), hindari pakaian yang mengikuti model laki-laki, hindari pakaian yang hanya ingin bertujuan tampil cantik dan menawan, hingga pada menghindari minyak wangi saat keluar rumah.

5- Kalau sudah ngaji atau ngerti agama, akan menceritakan problema dakwah pada keluarga.

Ada yang suami belum shalat, ada anak yang malas bangun shubuh, ada anak puteri yang terlalu gaul dan tidak menjaga aurat.
Ini perlu strategi dakwah untuk menyelesaikan masalah di atas. Solusi paling utama: sebagai ibu terus belajar, nasihati terus keluarga, nasihati dengan santun, nasihati dengan tunjukkan akhlak kita yang mulia, nasihati dengan sabar.

*BIAR MAJELIS NGUMPUL JADI MANFAAT*

1- Buat pengajian dengan mendatangkan ahli ilmu yang biasa mengkaji ilmu secara ilmiah, bukan ustadz pelawak atau sekedar ustadz tenar. Lebih-lebih kalau bisa mengkaji ilmunya secara ta’shilii, lebih berjenjang.
2- Kaji Al-Quran dan saling membetulkan bacaannya, bisa juga sampai menghafalkannya. Kan lumayan kalau ibu-ibu punya hafalan Quran dua atau tiga juz.
3- Kalau lagi ngumpul, saling ingatkan (muroja’ah dan mudzakarah) mengenai pelajaran yang pernah dikaji.
4- Kalau punya waktu luang banyak baca buku atau isi waktu lainnya dengan ibadab sehingga terjauhkan dari hal-hal yang sia-sia.
5- Manfaatkan gadget kita untuk hal yang manfaat, bergabung dengan group atau channel yang bermanfaat sehingga bisa mendapatkan ilmu dari ulama dan para ustadz.
6- Hindari majelis ghibah dan kumpul dengan orang-orang shalih karena sifat sahabat biasa menarik kita, sebagaimana kata pepatah Arab “ash-shohibu saahibun.” Kalau kita berteman dengan orang shalih dan semangat ibadah, maka kita juga akan ikut baik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; dan Ahmad, 2:344. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Selengkapnya di sini untuk mendapatkan teman yang baik.

*NASIHAT UNTUK EMAK-EMAK*

1- Banyak doakan untuk kebaikan diri, suami dan anak-anak.
2- Jadi istri yang taat pada suami, tunjukkan selalu akhlak yang mulia.
Dalam hadits disebutkan,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,
وليس على المرأة بعد حق الله ورسوله أوجب من حق الزوج
“Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita –setelah hak Allah dan Rasul-Nya- daripada hak suami” (Majmu’ Al Fatawa, 32: 260)
Selengkapnya baca di sini tentang kewajiban istri.
3- Jadi istri yang taat ibadah dan rajin pula beribadah sunnah.

Moga Allah beri taufik dan hidayah.

Sumber : rumaysho.com
Repost by : bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep Nastar lumer

Bahan-bahan :

Bahan 1 :

300 gr tepung terigu rendah
2 sdm susu bubuk

Bahan 2 (mixer) :

50 gr tepung maizena
100 gr butter (saya pakai wysman)
150 gr margarine
2 butir kuning telor
50 gr gula halus

Bahan  isi:
selai nanas atau
selai strawbery

Cara membuat selai nanas :

4buah nanas dikupas dan bersihkan
diparut dan dimasak bisa dicampur kayu manis + daun jeruk

Bahan olesan :
2 butir kuning telor + madu

polesan bisa juga menggunakan 1 kuning telor+1 sdm minyak sayur+1 sdm skm dicampur aduk

Cara membuat :

Bahan 2 mixer

1 Kocok butter dan margarine,gula Dan telur jgn lama2 asal sdh tercampur saja sekitar 1-2 menit

2 Ayak terigu dn susu lalu masukkan ke adonan aduk smp tercampur rata

3 Bentuk nastar bulat2 atau sesuai selera isi dgn selai nanas letakkan diloyang yg sdh dialasi dgn kertas baking lalu poles dgn kuning telur diatasnya.

4 Panaskan oven 160'c masukkan nastar ke oven stlh 20 menit keluarkan nastar dn poles kembali dgn telur spy cantik lalu oven kembali 10 menit.
Catatan:

Jangan terlalu lama mengocok butter dan telur, agar kue tidak amblas.Mengingat harga butter lumayan mahal, Anda dapat mengganti butter dalam resep ini dengan margarin dalam jumlah yang sama.Penggunaan butter dapat membuat kue kering lebih lembut, kempyur, meleleh dimulut dan aromanya lebih harum.Gunakan tepung terigu protein sedang, dapat juga dicampur dengan sedikit tepung terigu protein rendah. Jangan gunakan tepung protein tinggi karena dapat membuat tekstur kue menjadi keras.Pastikan saat menyimpan kue dalam toples, kue sudah dalam keadaan dingin, agar awet renyah dan lebih tahan lama.Nastar adalah kue yang dapat dibentuk jadi berbagai macam bentuk kue. Akan saya berikan beberapa kreasi bentuk kue nastar. Barangkali jadi inspirasi Anda, sehingga kue nastar Anda dapat beraneka rupa dan lebih menarik.Jika ingin nastar keju, Anda dapat menggunakan resep ini pula, tinggal kurangi 75 gr tepung terigu, dan tambahkan 100 gr keju cheddar parut. Uleni bersama adonan. Kemudian setelah kue dibulatin dioles kuning telur taburkan serutan keju diatasnya.

Selamat mencoba 🙂

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mukena bermotif

Wa'alaykumussalaam ukh

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, bagaimana hukumnya shalat berjamaah mengenakan pakaian (bagi laki-laki) atau mukena (bagi wanita) yang bermotif, misalnya batik, garis-garis, kotak-kotak, polkadot, atau bunga-bunga. Entah itu sebagian saja (misalnya di bagian bawah) ataupun kainnya memang full motif.

Mengingat saat ini banyak ditemui dalam shalat berjamaah, seperti dalam shalat tarawih atau Ied –terutama di kalangan wanita- yang mengenakan mukena bermotif, demikian juga anak-anak perempuan, baik yang sudah tamyiz maupun balita, mereka juga memakai mukena-mukena seperti itu.

Sekiranya hal itu dilarang, apakah hukum menjual mukena seperti itu juga menjadi terlarang Ustadz?

Jazaakallahu khairan

Dari: Mila

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Kita bisa memastikan, mukena model seperti ini pasti sangat mengundang perhatian orang. Apalagi jika warnanya cerah, atau warna-warni berkilau. Sementara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita untuk menghindari pakaian yang mengundang perhatian orang. Beliau bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat.” (Ahmad, Abu Daud, Nasai dalam Sunan Al-Kubro, dan dihasankan Al-Arnauth).

Apa Itu Pakaian Syuhrah?

As-Sarkhasi mengatakan:

والمراد أن لا يلبس نهاية ما يكون من الحسن والجودة في الثياب على وجه يشار إليه بالأصابع ، أو يلبس نهاية ما يكون من الثياب الخَلِقِ – القديم البالي – على وجه يشار إليه بالأصابع , فإن أحدهما يرجع إلى الإسراف والآخر يرجع إلى التقتير ، وخير الأمور أوسطها

“Maksud hadis, seseorang tidak boleh memakai pakaian yang sangat bagus dan indah, sampai mengundang perhatian banyak orang. Atau memakai pakaian yang sangat jelek –lusuh-, sampai mengundang perhatian banyak orang. Yang pertama, sebabnya karena berlebihan sementara yang kedua karena menunjukkan sikap terlalu pelit. Yang terbaik adalah pertengahan.” (al-Mabsuth, 30:268)

Kita bisa mengambil kesimpulan dari keterangan di atas, bahwa pakaian yang mengundang perhatian banyak orang termasuk jenis pakaian syuhrah. Karena itu, dikhawatirkan mereka yang memakai mukena warna-warni atau semacamnya, termasuk dalam ancaman hadis di atas.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep Cake Dasar

Kue Butter Cake Dasar

Hasil dari Resep Kue Butter Cake Dasar

Share :  

Bahan-bahan dan bumbu-bumbu dalam resep kue Butter Cake Dasar diatas adalah sebagai berikut :

~ 250 gram margarin 
~ 175 gram gula pasir halus 
~ 5 butir telur 
~ 225 gram tepung terigu protein sedang 
~ 1/2 sendok teh baking powder 

Cara membuat :

1.Kocok margarin dan gula pasir        halus sampai lembut.
2.Tambahkan telur satu per satu  bergantian dengan sebagian tepung terigu sambil diayak dan dikocok perlahan.
3.Masukkan sisa tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan dikocok perlahan.
4.Tuang di loyang 18x18x7 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
5.Oven 15 menit dengan suhu 190 derajat Celsius.
6.Turunkan suhunya 180 derajat Celsius. Oven lagi 25 menit sampai matang.

Untuk 12 potong

Resep Butter cake dasar, dapat anda kembangkan jika anda mau berkreasi dengan butter cake yang akan anda gunakan. Karena resep ini dapat dikembangkan sesuai dengan selera anda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tadabur ayat

🌼Tadabbur Ayat🌼

Allah SWT berfirman:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا   ۚ  هُوَ مَوْلٰٮنَا   ۚ  وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.""
(QS. At-Taubah: Ayat 51)

Faidah :

Yakinlah bahwa tidak akan menimpa diri mereka sesuatu melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi mereka. Mereka punya keyakinan bahwa Allah penolong dan pelindung mereka akan melindungi mereka dari berbagai marabahaya dan mereka bertawakkal dan berserah diri sepenuhnya pada Allah.

Mereka terbebas dari rasa takut, cemas, kecewa, dan  stress berkepanjangan,karena  mereka ridho dan ikhlas dengan semua ketetapan Allah, mereka berserah diri sepenuhnya pada Allah.

Bahir_id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Istri romantis Dalam islam

🍃💟 *Jadilah Istri Yang Romantis, Wahai Putriku*

(Sebuah pesan dari seorang ibu)

Wahai putriku, bacalah pesan-pesanku ini :

Putriku …
Jangan engkau kira, bahwa pernikahan itu hanya cinta dan kehidupan yang penuh dengan perasaan yang menyenangkan hati,  kata-kata lembut yang engkau dengar siang malam…

Putriku …
Janganlah heran jika engkau telah mempersiapkan malam yang romantis dengan segenap kemampuanmu, tiba-tiba suamimu menemuimu seolah-olah engkau tidak ada …
Walaupun engkau berupaya untuk merayunya, namun suamimu berkata dengan tenang: “Saya tidak punya waktu untuk hal ini.”
Atau berkata: “Saya sedang sibuk.”

Putriku …
Janganlah heran jika suamimu tahu engkau sedang sakit, tapi dia lupa menanyakan keadaanmu…
Jangan heran jika suamimu kurang memperhatikan untuk mengagumi kecantikanmu dan rumahmu yang rapi…
Jangan heran jika engkau tidak mendengar darinya ucapan cinta dan rayuan…

Putriku …
Janganlah engkau menunggu bahwa perahu bisa berlabuh diatas daratan yang kering…
Segeralah engkau yang mendahului  sebelum suamimu, janganlah engkau menanti darinya…

Ingatlah putriku…
Sesungguhnya lingkungan suamimu berbeda dengan lingkunganmu, kadang suamimu berada di lingkungan yang keras, atau ibu-bapaknya sibuk, sehingga dalam kehidupannya tidak mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang, dsb…

Ingatlah …
Bahwa seorang suami masuk kedalam kehidupan rumah tangga dalam keadaan khawatir tidak mampu memikul tanggung jawabnya, karena tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada tanggung jawab perempuan, sehingga ada perbedaan yang jelas sekali …
Karena mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya…
Maka pikirannya sibuk dengan hal-hal seperti itu, dan dia tidak berpikir seperti yang engkau pikirkan putriku …

Ingatlah  …
Bahwa tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat wanita…
Ini merupakan fithrah masing-masing dari keduannya…
Janganlah engkau berharap untuk  dapat mengubah tabiat dan fithrah dalam waktu singkat…

Ingatlah …
Bahwa pekerjaan laki-laki itu  penuh dengan problem yang amat berat… yang akan memberikan pengaruh kepada urat syarafnya setiap saat…

Ingatlah …
Bahwa laki-laki itu berbeda-beda dalam cara mengungkapkan perasaan mereka:

Ada laki-laki yang pandai dalam seni mengungkapkan perasaannya,Ada yang mengungkapkan dengan perbuatannya,Ada yang kehabisan kata-kata sehingga tidak sanggup berbicara…

Maka terimalah suamimu dengan keadaan apapun, ucapkan pujian kepada Allah, dan jangan minta hal yang lebih yang tidak ada pada suamimu…

Ingatlah …
Bahwa suamipun butuh cinta dan kasih sayang,
Sungguh Allah ta’ala menjelaskan, bahwa wanita yang penyayang itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya

(ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Ruum:21)

Maka segeralah -wahai putriku- engkau mengungkapakan rasa cinta dan tutur kata yang baik, sehingga telinga suami biasa mendengarnya…
Jika engkau tidak membiasakannya, maka jangan engkau harapkan akan ada imbalan berupa kata-kata manis darinya …
Penuhilah telinga & hati suamimu olehmu -duhai putriku- dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang baik…

Ingatlah putriku …
Bahwa kehidupan tidak akan menjadi lurus jika berdiri hanya di atas perasaan saja, karena perasaan saja tidak mungkin direalisasikan di alam nyata …
Maka jadikah engkau seorang wanita yang berada di alam nyata , bukan di alam khayalan…

Demikian, semoga bermanfa’at.

Sumber: “Az-Zawaaj  wa  Al-Ahlaam Al-Wardiyyah“,  Marwah Yusuf  ‘Aasyuur.

————-

Makkah 27/3/1436 H

By: Nuruddin Abu Faynan
Editor: Arfah Ummu Faynan

Artikel Muslimah.Or.Id

Muslimah.Or.Id
Repost : Ummu Izga_Bahir Indonesia
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~**

(Sebuah pesan dari seorang ibu)

Wahai putriku, bacalah pesan-pesanku ini :

Putriku …
Jangan engkau kira, bahwa pernikahan itu hanya cinta dan kehidupan yang penuh dengan perasaan yang menyenangkan hati,  kata-kata lembut yang engkau dengar siang malam…

Putriku …
Janganlah heran jika engkau telah mempersiapkan malam yang romantis dengan segenap kemampuanmu, tiba-tiba suamimu menemuimu seolah-olah engkau tidak ada …
Walaupun engkau berupaya untuk merayunya, namun suamimu berkata dengan tenang: “Saya tidak punya waktu untuk hal ini.”
Atau berkata: “Saya sedang sibuk.”

Putriku …
Janganlah heran jika suamimu tahu engkau sedang sakit, tapi dia lupa menanyakan keadaanmu…
Jangan heran jika suamimu kurang memperhatikan untuk mengagumi kecantikanmu dan rumahmu yang rapi…
Jangan heran jika engkau tidak mendengar darinya ucapan cinta dan rayuan…

Putriku …
Janganlah engkau menunggu bahwa perahu bisa berlabuh diatas daratan yang kering…
Segeralah engkau yang mendahului  sebelum suamimu, janganlah engkau menanti darinya…

Ingatlah putriku…
Sesungguhnya lingkungan suamimu berbeda dengan lingkunganmu, kadang suamimu berada di lingkungan yang keras, atau ibu-bapaknya sibuk, sehingga dalam kehidupannya tidak mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang, dsb…

Ingatlah …
Bahwa seorang suami masuk kedalam kehidupan rumah tangga dalam keadaan khawatir tidak mampu memikul tanggung jawabnya, karena tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada tanggung jawab perempuan, sehingga ada perbedaan yang jelas sekali …
Karena mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya…
Maka pikirannya sibuk dengan hal-hal seperti itu, dan dia tidak berpikir seperti yang engkau pikirkan putriku …

Ingatlah  …
Bahwa tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat wanita…
Ini merupakan fithrah masing-masing dari keduannya…
Janganlah engkau berharap untuk  dapat mengubah tabiat dan fithrah dalam waktu singkat…

Ingatlah …
Bahwa pekerjaan laki-laki itu  penuh dengan problem yang amat berat… yang akan memberikan pengaruh kepada urat syarafnya setiap saat…

Ingatlah …
Bahwa laki-laki itu berbeda-beda dalam cara mengungkapkan perasaan mereka:

Ada laki-laki yang pandai dalam seni mengungkapkan perasaannya,Ada yang mengungkapkan dengan perbuatannya,Ada yang kehabisan kata-kata sehingga tidak sanggup berbicara…

Maka terimalah suamimu dengan keadaan apapun, ucapkan pujian kepada Allah, dan jangan minta hal yang lebih yang tidak ada pada suamimu…

Ingatlah …
Bahwa suamipun butuh cinta dan kasih sayang,
Sungguh Allah ta’ala menjelaskan, bahwa wanita yang penyayang itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya

(ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Ruum:21)

Maka segeralah -wahai putriku- engkau mengungkapakan rasa cinta dan tutur kata yang baik, sehingga telinga suami biasa mendengarnya…
Jika engkau tidak membiasakannya, maka jangan engkau harapkan akan ada imbalan berupa kata-kata manis darinya …
Penuhilah telinga & hati suamimu olehmu -duhai putriku- dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang baik…

Ingatlah putriku …
Bahwa kehidupan tidak akan menjadi lurus jika berdiri hanya di atas perasaan saja, karena perasaan saja tidak mungkin direalisasikan di alam nyata …
Maka jadikah engkau seorang wanita yang berada di alam nyata , bukan di alam khayalan…

Demikian, semoga bermanfa’at.

Sumber: “Az-Zawaaj  wa  Al-Ahlaam Al-Wardiyyah“,  Marwah Yusuf  ‘Aasyuur.

————-

Makkah 27/3/1436 H

By: Nuruddin Abu Faynan
Editor: Arfah Ummu Faynan

Artikel Muslimah.Or.Id

Muslimah.Or.Id
Repost : Ummu Izga_Bahir Indonesia
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
(Sebuah pesan dari seorang ibu)

Wahai putriku, bacalah pesan-pesanku ini :

Putriku …
Jangan engkau kira, bahwa pernikahan itu hanya cinta dan kehidupan yang penuh dengan perasaan yang menyenangkan hati,  kata-kata lembut yang engkau dengar siang malam…

Putriku …
Janganlah heran jika engkau telah mempersiapkan malam yang romantis dengan segenap kemampuanmu, tiba-tiba suamimu menemuimu seolah-olah engkau tidak ada …
Walaupun engkau berupaya untuk merayunya, namun suamimu berkata dengan tenang: “Saya tidak punya waktu untuk hal ini.”
Atau berkata: “Saya sedang sibuk.”

Putriku …
Janganlah heran jika suamimu tahu engkau sedang sakit, tapi dia lupa menanyakan keadaanmu…
Jangan heran jika suamimu kurang memperhatikan untuk mengagumi kecantikanmu dan rumahmu yang rapi…
Jangan heran jika engkau tidak mendengar darinya ucapan cinta dan rayuan…

Putriku …
Janganlah engkau menunggu bahwa perahu bisa berlabuh diatas daratan yang kering…
Segeralah engkau yang mendahului  sebelum suamimu, janganlah engkau menanti darinya…

Ingatlah putriku…
Sesungguhnya lingkungan suamimu berbeda dengan lingkunganmu, kadang suamimu berada di lingkungan yang keras, atau ibu-bapaknya sibuk, sehingga dalam kehidupannya tidak mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang, dsb…

Ingatlah …
Bahwa seorang suami masuk kedalam kehidupan rumah tangga dalam keadaan khawatir tidak mampu memikul tanggung jawabnya, karena tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada tanggung jawab perempuan, sehingga ada perbedaan yang jelas sekali …
Karena mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya…
Maka pikirannya sibuk dengan hal-hal seperti itu, dan dia tidak berpikir seperti yang engkau pikirkan putriku …

Ingatlah  …
Bahwa tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat wanita…
Ini merupakan fithrah masing-masing dari keduannya…
Janganlah engkau berharap untuk  dapat mengubah tabiat dan fithrah dalam waktu singkat…

Ingatlah …
Bahwa pekerjaan laki-laki itu  penuh dengan problem yang amat berat… yang akan memberikan pengaruh kepada urat syarafnya setiap saat…

Ingatlah …
Bahwa laki-laki itu berbeda-beda dalam cara mengungkapkan perasaan mereka:

Ada laki-laki yang pandai dalam seni mengungkapkan perasaannya,Ada yang mengungkapkan dengan perbuatannya,Ada yang kehabisan kata-kata sehingga tidak sanggup berbicara…

Maka terimalah suamimu dengan keadaan apapun, ucapkan pujian kepada Allah, dan jangan minta hal yang lebih yang tidak ada pada suamimu…

Ingatlah …
Bahwa suamipun butuh cinta dan kasih sayang,
Sungguh Allah ta’ala menjelaskan, bahwa wanita yang penyayang itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya

(ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Ruum:21)

Maka segeralah -wahai putriku- engkau mengungkapakan rasa cinta dan tutur kata yang baik, sehingga telinga suami biasa mendengarnya…
Jika engkau tidak membiasakannya, maka jangan engkau harapkan akan ada imbalan berupa kata-kata manis darinya …
Penuhilah telinga & hati suamimu olehmu -duhai putriku- dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang baik…

Ingatlah putriku …
Bahwa kehidupan tidak akan menjadi lurus jika berdiri hanya di atas perasaan saja, karena perasaan saja tidak mungkin direalisasikan di alam nyata …
Maka jadikah engkau seorang wanita yang berada di alam nyata , bukan di alam khayalan…

Demikian, semoga bermanfa’at.

Sumber: “Az-Zawaaj  wa  Al-Ahlaam Al-Wardiyyah“,  Marwah Yusuf  ‘Aasyuur.

————-

Makkah 27/3/1436 H

By: Nuruddin Abu Faynan
Editor: Arfah Ummu Faynan

Artikel Muslimah.Or.Id

Muslimah.Or.Id
Repost : Ummu Izga_Bahir Indonesia
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS