Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

Aqidah dan Manhaj

_Seri : Aqidah, manhaj

🌸 *AQIDAH DAN MANHAJ* 🌸

(KAIDAH KEDUA)

👤 Ustadz Abu Yahya Badrussalam Lc

_______________

2⃣ *KAIDAH YANG KEDUA*

Bahwa landasan persyariatan, demikian pula landasan dalam berdakwah, serta beribadah adalah berdasarkan Alqur'an dan Sunnah yang shohihah.

Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan dalam Alqur'an untuk mentaati Allah dan Rasulnya.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

‎وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Taati Allah dan taati Rasul agar kamu di rahmati." [Al- Imran : 132]

Allah juga berfirman :

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

"Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus." [Az-Zukhruf : 43]

Allah memerintahkan nabinya untuk berpegangan kepada wahyu.
Berarti kalau Rasulullah saja berpegangan kepada wahyu, kewajiban kita adalah untuk berpegang kepada wahyu seluruhnya.

Sedangkan Alqur'an dan hadits adalah wahyu.

Allah juga berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ

"Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu mendahului Allah dan Rasulnya." [Al-Hujurat : 1]

Yaitu mendahului Allah dan Rasulnya dengan akal kita, pemikiran kita, dengan hawa nafsu atau mendahulukan pendapat siapapun diatas Allah dan Rasulnya.

Itu semua dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
"Aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, selama berpegang pada 2 perkara tersebut, yaitu Kitabullah dan Sunnahku."

Kata Beliau (Syaikh Al Ubailaan):
"Ini sebetulnya penyempurnaan dari kaidah yang pertama.
Bahwa tidak akan di terima di sisi Allah kecuali apabila sesuai dengan apa yang di turunkan oleh Allah dalam Alqur'an dan Sunnah.
Kalau tidak sesuai dengan apa yang di turunkan, maka itu tertolak."

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Barang siapa yang beramal setengah suatu amalan yang dengan tidak ada perintah kami, maka itu tertolak."

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah, taatilah Rasul dan Ulil Amri di antara kalian."

Allah tidak mengatakan, dan taati ulil amri. Karena ketaatan kepada ulil amri — dan ulil amri yang dimaksud di sini ulama dan umaro — Ketaatan kepada mereka mengikuti ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.

Para ulama berkata: Allah memerintahkan manaati Allah, manaati Rasulnya dan menaati Ulil Amri dari kalangan ulama dan umaro.

Dan yang di maksud dengan ulil amri adalah ulama dan Umaro

Tapi ketaatan kita kepada ulil amri itu apabila sejalan dengan perintah Allah dan rasulnya.

Bukan dalam perkara yang menyelisihi perintah Allah dan perintah rasulnya.

Karena tidak boleh kita menaati mahluk untuk memaksiati Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Yang ada dalam firman-Nya :

.... وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"..... Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." [Al Ma'idah : 2]

Maka inilah ya akhowati islam dasar kita dalam beragama, di dalam ibadah, dalam berdakwah.

Di dalam persyariatan semuanya harus berdasarkan kepada Alqur'an, yang kedua berdasarkan kepada hadits yang shohih.

Wallahu a'lam

*_Bersambung insyaa Allah_*

➖➖➖

▪ Ringkasan kajian kiriman salah seorang member Bahir Community, _semoga Allah membalas kebaikannya_

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

Reposted by :

💝 Grup WA "Bahir Community"
💝 IG : @bahir_id

✔ Meluruskan Aqidah,  Menghidupkan Sunnah ^^

📲 Join Grup : 083854577370 (ADMIN)

*KHUSUS AKHWAT*

⇨ Bergabunglah dan saling taawun dalam dakwah

📣 Share Yuk ^^

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

🌷 Barokallahufikunna

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tahlilan

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh ukhty

Tidak ada dalil shahih yang menjadi patokan mereka.
Tidak pula pernah dituntunkan oleh Rasulullah shalallahu alayhi wasallam dan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat.

Dan amalan yang tidak memenuhi 2 syarat diterimanya ibadah (ikhlas lillahi ta'ala dan ittiba' yaitu sesuai tuntunan Rasulullah) maka amalan tersebut tertolak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DOA KHUSUS ketika Tahajjud

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

▪doa khusus untuk dibaca ketika tahajud berdasarkan hadis yang shahih, terdapat pada doa iftitah dan doa setelah witir. Berikut rinciannya:

Doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika iftitah:

1. Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf, beliau bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Apa doa yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengawali shalat malam beliau?”

Aisyah menjawab: “Beliau memulai shalat malam beliau dengan membaca doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allah, Tuhannya Jibril, mikail, dan israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.” (HR. Muslim 770, Abu daud 767, Turmudzi 3420 dan yang lainnya)

2. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melakukan shalat di tengah malam, beliau membaca doa iftitah:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.” (HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).

3. Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun malam, beliau bertakbir, kemudian membaca:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

Maha Suci Engkau Ya Allah, aku memuji-Mu, Maha Mulia nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Kemudian membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah (3 kali)

dilanjutkan dengan membaca:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

Allah Maha Besar (3 kali)

(HR. Abu Daud 775, Ad-Darimi 1275, dan dishahihkan al-Albani)

Doa yang Dibaca Setelah Witir

Doa pertama

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

“Mahasuci Dzat yang Merajai lagi Mahasuci.”

Hadis Selengkapnya:

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam shalat witir, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS. (HR. Abu Daud 1430; dishahihkan al-Albani)

Dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiyallahu ‘anhu, terdapat tambahan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» ثَلَاثًا، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat Al-A’la (rakaat pertama), surat Al-Kafirun (rakaat kedua), dan surat Al-ikhlas (rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: subhaanal malikil qudduus, 3 kali. Beliau keraskan yang ketiga. (HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan:

… طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ

“Beliau baca panjang yang ketiga.” (HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan al-Albani)

Tambahan “Rabbil Malaaikati war Ruuh”

Disebutkan dalam riwayat Thabrani adanya tambahan:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH

Tuhan para malaikat dan ar-Ruh

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

فِي الْأَخِيرَةِ يَقُولُ: رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Di bagian akhir beliau membaca: RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH. (HR. Ad-Daruquthni 1660. Dalam Fatwa islam (no. 14093) dinyatakan: sanadnya shahih, dan disebutkan Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma’ad (1/323)).

Keterangan:

Dari beberapa riwayat di atas, dapat kita simpulkan terkait bacaan doa ini:

1. Doa ini dibaca tepat setelah salam shalat witir

2. Doa ini dibaca tiga kali

3. Pada bacaan kali ketiga, dikeraskan dan dipanjangkan “Subhaaanal malikil qudduuuuu … ss”.

4. Disambung dengan membaca “Rabbil malaaikati war ruuh…”

Kalimat: “Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh”

Kalimat tersebut termasuk salah satu doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika rukuk atau sujud.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berenang Bagi wanita muslim

_Seri : Fiqh, Wanita_

🌸 *BOLEHKAH WANITA BERENANG DI KOLAM RENANG?* 🌸

〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📌 *Hukum asal bagi seorang wanita berenang sendirian di kolam renang tanpa dilihat oleh orang lain adalah boleh.* Akan tetapi, jika dia ingin berenang di pemandian umum, dia harus memperhatikan hal-hal berikut agar tidak terjatuh kepada perbuatan dosa

*📚 Redaksi Muslimah.Or.Id*

📌 Terkadang wanita juga membutuhkan sesuatu yang bisa menyegarkan kembali dirinya dari kejenuhannya menjalankan aktivitas sehari-harinya, tidak hanya laki-laki yang bisa dengan mudah mencari aktivitas untuk menghibur dirinya. Cara yang ditempuh wanita pun bermacam-macam, ada yang suka berbelanja, ada yang suka pergi ke gunung, ada yang suka berenang dan ada yang suka melakukan aktivitas lainnya.

📌 Mungkin sebagian pembaca pernah bertanya, apakah boleh seorang wanita pergi ke kolam renang untuk berenang di sana? Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang wanita untuk mandi di hammaam (tempat pemandian umum di zaman Rasulullah)?

📌 Ya, benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang wanita untuk mandi di tempat pemandian umum. *Beliau bersabda:*

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُدْخِلْ حَلِيلَتَهُ الْحَمَّامَ

☄ “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia memasukkan istrinya ke dalan hammaam (tempat pemandian umum).”[1]

👉 *Begitu pula sabda beliau shallallahu ‘alahi wa sallam:*

مَا مِنْ امْرَأَةٍ تَضَعُ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا إِلَّا هَتَكَتْ السِّتْرَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ رَبِّهَا

🚫 “Wanita mana yang melepaskan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka dia telah merusak hubungan antara dirinya dengan Allah.”[2]

📌 Di zaman Nabi shallallahu ‘alahi wa sallambelum dikenal kamar mandi khusus di rumah masing-masing orang. Sehingga sebagian orang lebih mengutamakan mandi di hammaam, karena di sana berdekatan dengan sumur dan mudah untuk mengambil air darinya. Tempat pemandian umum (hammaam) di zaman Nabi, tidak bercampur baur antara laki-laki dan wanita. Akan tetapi, memang masih memungkinkan untuk terlihatnya aurat satu dengan yang lain, sehingga dapat menimbulkan fitnah. Wanita memungkinkan untuk melihat aurat wanita lain, demikian juga dengan laki-laki. *Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.*

👉 Bagaimana dengan kolam renang?

📌 *Hukum asal bagi seorang wanita berenang sendirian di kolam renang tanpa dilihat oleh orang lain adalah boleh.* Akan tetapi, jika dia ingin berenang di pemandian umum, dia harus memperhatikan hal-hal berikut agar tidak terjatuh kepada perbuatan dosa:

✅ *Wanita yang ingin berenang harus menutup auratnya dan berpakaian tidak ketat.* Wanita-wanita yang hadir di kolam renang tersebut juga harus menutup auratnya dan berpakaian tidak ketat, *sehingga tidak saling memungkinkan untuk saling melihat antara satu dengan yang lainnya. Karena Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam melarang seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:*

لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

🚫 “Janganlah seorang laki-laki melihat kepada aurat laki-laki lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita lain.”[3]

✅ Tidak ada campur-baur antara laki-laki dan wanita di tempat tersebut. Tempat tersebut aman dari pandangan lelaki. Laki-laki tidak bisa melihat ke dalamnya. Mendapatkan izin dari suami apabila sudah menikah dan dari wali apabila belum menikah.

✅ Meskipun keempat syarat di atas terpenuhi tetapi suami atau wali tidak mengizinkan, maka tidak boleh seorang wanita memaksakan dirinya untuk pergi ke sana, karena mematuhi suami atau wali hukumnya adalah wajib pada permasalahan-permasalahan yang mubah(boleh).

📌 *Jika telah terpenuhi syarat-syarat di atas, maka tidak mengapa seorang wanita berenang.* Jika tidak terpenuhi maka seorang wanita jangan memaksakan dirinya untuk pergi ke kolam renang.

📌 Untuk saat ini sangat jarang ditemukan kolam renang yang memenuhi kriteria-kriteria di atas. Oleh karena itu, sebagai bentuk ke-wara’-an atau kehati-hatian maka sebaiknya seorang wanita tidak berenang di kolam renang, kecuali di kolam renang pribadi. Ini lebih baik baginya dan lebih menjaga kesucian dirinya.

📌 Adapun hadits kedua yang disebutkan di atas, maka diterapkan pada kolam renang yang tidak memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan. Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka tidak ada bedanya dengan hukum berkumpulnya wanita dengan wanita lainnya di suatu tempat. Allahu a’lam.

📌 Dan saya juga menyarankan kepada orang-orang yang ingin membangun kolam renang dan disewakan kepada orang lain agar memperhatikan hal-hal berikut:

✅ Kolam renang harus benar-benar tertutup sehingga tidak bisa terlihat dari luar.Kolam renang laki-laki khusus untuk laki-laki dan kolam renang wanita khusus wanita. Menyediakan pakaian khusus untuk berenang dan tidak membolehkan orang berenang kecuali dengan pakaian tersebut, jika pakaian yang dipakai oleh orang tersebut belum memenuhi syarat yang telah ditetapkan syariat. Menyediakan ruang ganti baju yang tertutup.

📌 Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan hukum wanita berenang di kolam renang. Mudahan bermanfaat.

👉 Maraji’: Disarikan dari berbagai sumber.

Catatan kaki

[1] HR At-Tirmidi no. 2801

[2] HR Abu Dawud no. 4012 dan At-Tirmidzi no. 2803

[3] HR Muslim no. 338.

📖 Penulis: Ust. Said Yai Ardiansyah, Lc., MA.

➖➖➖

▪Sumber : Muslimah.Or.Id

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

Reposted by :

💝 Grup WA "Bahir Community"
💝 IG : @bahir_id

✔ Meluruskan Aqidah,  Menghidupkan Sunnah ^^

📲 Join Grup : 083854577370 (ADMIN)

*KHUSUS AKHWAT*

⇨ Bergabunglah dan saling taawun dalam dakwah

📣 Share Yuk ^^

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

🌷 Barokallahufikunna

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

adab-.adab hari jumat

*﷽* 
_Seri : Adab_

🌸 *Adab-Adab di hari Jum'at* 🌸

_______________

Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat.

*1. Memperbanyak Sholawat Nabi*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

*2. Mandi Jumat*

Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

*3. Menggunakan Minyak Wangi*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

*4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid*

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

*5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib*

Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

*6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah*

“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

*7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat*

Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

*8. Membaca Surat Al Kahfi*

Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya)

Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di hari Jumat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya.
(Disarikan dari majalah Al Furqon edisi 8 tahun II oleh Abu Abdirrohman Bambang Wahono)

*9. Mandi dan ‘membuat’ istri mandi*

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ وَغَدَا وَابْتَكَرَ فَدَنَا وَأَنْصَتَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ كَأَجْرِ سَنَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

“Barangsiapa yang membuat istrinya mandi junub dan ia pun mandi, lalu ia berangkat ke masjid dan bersegera, kemudian ia mendekat kepada imam dan diam mendengarkan khutbah serta tidak berbuat sia-sia, maka setiap langkahnya seperti pahala puasa dan sholat setahun.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 693]

*10. Berjalan kaki menuju sholat Jum’at*

*11. Mendekat kepada khatib, dengan tidak memisahkan antara dua orang dan tidak melangkahi pundak-pundak manusia*

*12. Sholat sunnah mutlak (umum) atau berdzikir, membaca Al-Qur’an dan ibadah lainnya sebelum khatib datang*

*13. Diam, mendengar khutbah, tidak tidur dan tidak berbuat yang sia-sia seperti memainkan kerikil, jari-jari, HP, jenggot dan lain-lain*

*14. Sholat sunnah setelah Jum’at 2 atau 4 raka’at*

*15. Memperbanyak doa,  setelah sholat Ashar sampai Maghrib.*

Read more http://taawundakwah.com/fiqih/buat-istrimu-mandi-junub-di-hari-jumat-raih-keutamaan-bersegera-menuju-sholat-jumat/

https://muslim.or.id/184-adab-pada-hari-jumat-sesuai-sunnah-nabi.html

➖➖➖

▪Sumber : @dakwahsunnah

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

Reposted by :

💝 Grup WA "Bahir Community"
💝 IG : @bahir_id

✔ Meluruskan Aqidah,  Menghidupkan Sunnah ^^

📲 Join Grup : 083854577370 (ADMIN)

*KHUSUS AKHWAT*

⇨ Bergabunglah dan saling taawun dalam dakwah

📣 Share Yuk ^^

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

🌷 Barokallahufikunna

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

mencicil alkahfi

🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻

Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

*Sahabat semua apa kabar ?* 

Semoga Allaah mudahkan segala urusan kita.

Selamat menikmati jamuan Jum'at.



🍃📖 *Mencicil Al-Kahfi*

Sejatinya, membaca surat al-Kahfi dianjurkan baik di..

A. Malam Jum'ɑt.

Râsulullâh Shâllallahû ’alaihi wâ sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum'ɑt,

ia akan tersinari cahaya antara dia dan Ka’bah..”
[Shahih, HR. Ad-Darimi; Shahihul Jami’ 6471 al-Albani]

Maupun saat..

B. Hari Jum'αt.

Sabda Râsulullâh Shâllallahû ’alaihi wâ sallam,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'αt,

ia akan tersinari cahaya di antara dua Jum'αt..”
[Shahih; HR. an-Nasa’i, al-Baihaqi, Shahihul Jami’ 6470 al-Albani]

Namun karena aktivitas tiada henti (?) terkadang seseorang tak memiliki keluangan waktu membacanya..

Bila benar demikian..

Maka cobalah tuk mencicil membaca al-Kahfi..

Sebagian di malam ini..

Bagian lainnya diselesaikan esok hari..

Batas waktu hingga Maghrib menjelang..

Bisa khan?

@sahabatilmu

*:::::::* 🍃📖🍃 *:::::::*

🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Allah maha mengetahui

_Seri : Tauhid, Aqidah_

💞 *ALLAH MAHA MENGETAHUI SEDANGKAN KITA TIDAK MENGETAHUI* 💞

🍃 Do'a yang dipanjatkan seorang hamba tidak keluar dari tiga kemungkinan :

1. Allah mengabulkan doa yang dipanjatkan hambaNya.

2. Allah akan memalingkan dari seorang hamba keburukan/musibah semisal (setara dengan doa yang dipanjatkan)

3. Allah menyimpan doa yang dipanjatkan seorang hamba di hari kiamat.

🍀 Bisa jadi kita memohon kepada Allah suatu hal, apabila permohonan itu dikabulkan, akan berdampak buruk bagi kita dalam agama, kehidupan akherat ataupun dunianya. Karena Allah maha mengetahui dan kita tidak mengetahui. Allah yang menciptakan kita dan Dia yang maha mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Dan Allah maha mengetahui dan kalian tidak mengetahui" [QS. Al Baqarah : 216]

[Faedah dari ceramah yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Muhammad Al mukhtar asy syinqity - semoga Allah menjaga beliau -]

💖 Sahabatku, apabila doa yang kita panjatkan belum terkabulkan, maka hendaknya tetaplah bersabar dan berbaik sangka kepada Allah, karena Allah maha mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

✏Ustadz Budi Santoso, Lc حفظه الله تعالى

•••

▪Sumber : Suara Al Iman

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

Reposted by :

💝 Grup WA "Bahir Community"
💝 IG : @bahir_id

✔ Meluruskan Aqidah,  Menghidupkan Sunnah ^^

📲 Join Grup : 083854577370 (ADMIN)

​KHUSUS AKHWAT​

⇨ Bergabunglah dan saling taawun dalam dakwah

📣 Share Yuk ^^

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

🌷 Barokallahufikunna

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS