📖 *Adab dan akhlak penuntut ilmu*
✍🏼 *Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas*
📎 _Pustaka at-Taqwa_
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Bab 1 : Keutamaan Mempelajari Adab-Adab Dalam Menuntut Ilmu*
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Beliau Shalallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan adab dan segala sesuatu dengan jelas hingga adab buang air pun beliau Shalallahu alaihi wa sallam jelaskan.
Di antara adab yang beliau ajarkan adalah ikhlas dalam menuntut ilmu, ikhlas dalam mengamalkan ilmu dan ikhlas dalam mengajarkan dan mendakwahkan ilmu.
Begitu pula para Shahabat dan tabi'in, mereka menasihati agar Setiap Muslim dan Muslimah memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu, agar ilmu yang dikaji dan dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat.
Adab dan akhlak yang baik adalah bagian dari amal shalih yang dapat menambah keimanan dan memiliki bobot yang berat dalam timbangan. Pemiliknya sangat dicintai oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam dan akhlak yang baik adalah salah satu penyebab seseorang untuk dapat masuk surga.
Allah Subhanahu wa ta'ala memuji Rasul-Nya Shalallahu alaihi wa sallam dengan akhlaknya yang mulia. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
_"Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur." (QS. al-Qalam: 4)_
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, _"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (Shahih: HR. Al-Bukhari, Ahmad dan al-Hakim)_
Beliau Shalallahu alaihi wa sallam juga bersabda:
_"Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor." (Shahih: HR. At-aTirmidzi dan Ibnu Hibban)_
Beliau Shalallahu alaihi wa sallam bersabda pula:
_"Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya..." (Shahih:HR. At-Tirmidzi)_
Para ulama terdahulu selalu mengajarkan anak-anak mereka mempelajari adab terlebih dahulu sebelum mereka menuntut ilmu.
Telah berkata Imam Sufyan ats-Tsauri rahimaullahu, _"Mereka tidak menyuruh/mengirimkan anak-anak mereka untuk menuntut ilmu, hingga mereka mempelajari adab dan beribadah selama 20 tahun."_
Imam'Abdullah Ibnul Mubarak rahimaullahu mengatakan, _"Aku mempelajari adab 30 tahun kemudian aku menuntut ilmu selama 20 tahun. Mereka mempelajari adab sebelum belajar ilmu."_
Beliau juga mengatakan, _"Adab itu 2/3 ilmu."_
Imam Muhammad bin Sirin rahimaullahu berkata, *_"Mereka (Salafush Shahih) mempelajari petunjuk Nabi (tentang adab) sebagaimana mereka belajar ilmu."_*
Imam 'Abdullah Ibnul Mubarak rahimaullahu berkata, _"Telah berkata kepadaku Makhlad bin al-Huasain, 'Kami lebih sangat membutuhkan adab daripada banyaknya hadist,' "_
Al-Khathib Al-Baghdadi rahimaullahu berkata dalam kitabnya, _"Selayaknya seorang penuntut ilmu dan hadist berbeda dalam semua urusannya (amal dan akhlaknya) dari cara perbuatan orang-orang awam. Seorang penuntut ilmu dan hadist harus berusaha melaksanakan Sunnah atas dirinya, karena Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: " Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak menginggat Allah. " (QS. Al-Ahzab: 21_
Seorang penuntut ilmu wajib mengetahui dan mempelajari adab-adab menuntut ilmu yang harus ia kuasai. *Ia harus mengikuti jejak para Salafush Shalih dalam mencari ilmu dan beradab dengan ilmu yang telah diraih. Ia juga perlu mengetahui bagaimana para salaf begadang dan meninggalkan enaknya tidur demi mencari ilmu.*
Seorang penuntut ilmu wajib beradab dan berakhlak yang mulia, dia wajib mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain.







0 komentar:
Posting Komentar