Akun save. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

keamanan negara

*RESUME KAJIAN*
🗒Tema    : Nikmat Keamanan pada Suatu Negara
🎓Pemateri: Dr. Firanda Andirja, Lc, MA. Hafizhahullaah
🕌Tempat : Masjid Al-Muchtar, Galuh Mas, Karawang
📅Tanggal : 4 Dzulhijjah 1438 H/ 26 Agustus 2017

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، الهادي إلى إحسانه، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وأعوانه وسلم تسليما كثيرا. أما بعد
Nikmat keamanan merupakan nikmat yang sering kita lupakan, maka sudah sepatutnya bagi kita untuk membuka mata dan melihat negara-negara lain. Saksikan bagaimana Palestina, Suriah, Mesir dan negara islam lainnya.
Syukuri di Indonesia kita dapat beribadah atau bahkan berdakwah dengan mudahnya.

Ketahuilah bahwa memeliki kemerdekaan adalah nikmat yang luar biasa. Jangan lupakan pula bahwa mayoritas pejuang bangsa ini adalah kaum muslimin.

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), (An Nisa : 66)
Lihat bagaimana Allaah menghubungkan keamanan bernegara dengan beragama.

Begitupun salah satu hal terberat yang nabi alami adalah diusir dari negaranya sebagaimana hadits berikut:
Nabi ketakutan setelah menerima wahyu pertamanya dan datang kepada khadidjah dan memintanya untuk menyelimuti tubuh rasul.
Istri Nabi Muhammad ﷺ, Khadijah radhiallahu ‘anha berangkat menemui Waraqah untuk kali kedua. Ia hendak bertanya padanya tentang perihal wahyu yang baru saja diterima suaminya. Kali ini ia tidak sendiri, ia mengajak sang suami turut serta bersamanya. Mendengar langsung dari ulama ahli kitab ini. Dan Khadijah pun ingin agar Waraqah mendengar langsung kabar dari suaminya.

Waraqah bertanya, “Saudaraku, apa yang kau lihat?” Kemudian Rasulullah ﷺ mengabarkan padanya apa yang ia lihat.

Tanpa ragu, Waraqah langsung berucap, “Itu adalah an-Namus yang dulu datang kepada Musa. Duhai sekiranya saat itu aku masih kuat. Sekiranya waktu itu tiba aku masih hidup. Waktu ketika kaummu mengusirmu”.

“Apakah aku akan diusir?” tanya Rasulullah ﷺ menyambar penjelasan Waraqah.

“Iya. Tidak seorang pun yang datang dengan apa yang datang kepadamu kecuali dimusuhi. Jika aku mendapati hari itu, aku akan menolongmu sekuat tenaga”, jawab Waraqah (HR. al-Bukhari Kitab Bad’ul Wahyi No.3 dan Muslim Kitabul Iman, Bab Bad’ul Wahyi, No. 160).

Suhaimi mengatakan beberapa poin yang bisa dipetik dari hadits ini di antaranya, ketika nabi diancam dengan ancaman fisik maka nabi tidak sedkitpun khawatir tetapi silahkan perhatikan perkataan nabi setelah diancam untuk diusir.

Itu pula yang menyebabkan kaum muhajirin lebih utama daripada anshar karena muhajirin diuji dengan sempat dicabutnya nikmat keamanan dari mereka.

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshâr) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). (Al hasyr : 9)


Allaah bahkan juga mengajarkan bagaimana kita dapat mensyukuri nikmat ini dengan bertoleransi dengan orang kafir sekalipun. Sebagaimana firman Allah:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.(Mumtahanah : 8)

Keamanan juga merupakan salah satu nikmat yang terbesar setelah nikmat keimanan.
Ar razi mengatakan bahwa aman merupakan nikmat yang utama dibandingkan kesehatan, kecantikan, kekenyangan dan lain sebagainya.

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ ﴿١﴾ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ ﴿٢﴾ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَـٰذَا الْبَيْتِ ﴿٣﴾ الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ ﴿﴾٤ 

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,  (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas . Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan 106 : 1-4)
Lihat bagaimana Allaah sangat memuliakan keamanan dalam firmannya.

Nikmat aman juga lebih utama daripada nikmat rezeki, sebagaimana doa nabi ibrahim kepada Allaah yang diabadikan dalam al quran:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim bedo’a : Wahai, Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri aman sentausa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”.[al-Baqarah/2 : 126]

Atau dalam ayat lain Allaah pun menunjukkan bahwa aman lebih diutamakan daripada makanan, sebagaimana  firman Allah
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (2 : 155)

Bahkan dicabutnya nilai keamanan merupakan salah satu tantangan terberat pagi para nabi.

Dan rasa aman adalah salah satu nikmat terbesar yang akan didapatkan oleh orang orang yang masuk surga kelak.

Dan nabi pun melarang seorang muslim menganggu keamanan manusia lainnya.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى دِمَائِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Laits dari Ibnu Ajlan dari Al-Qa’qa bin Hakim dari Abi Shalih dari Abi Hurairah radhiyallah ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim (yang sejati) adalah orang yg mana orang muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan & tangannya, & seorang mukmin (yang sejati) adalah orang yg mana manusia lainnya selamat dari (bahayanya) pada darah & harta mereka. Abu Isa berkata; ‘Ini hadits hasan shahih.” [HR. Tirmidzi (no.2551)].

Bahkan kepada orang kafir pun kita dilarang untuk menganggunya kecuali mereka menganggu kita (harbi).

*4 jenis Kafir*
Merujuk kepada makna bahasa dan beragam makna kafir dalam ayat al-Quran, Kafir terbagi menjadi
beberapa golongan, berikut ini adalah kenis-jenis kafir :

1. KAFIR HARBI

Yaitu orang kafir yang memerangi Allah danRasulullah dengan berbuat makar diatas muka bumi.
(QS. Muhammad : 4)

2. KAFIR DZIMMI

Yaitu orang kafir yang tunduk pada penguasa islam dan membayar jizyah/upeti
(QS. At Taubah :29)

3. KAFIR MUAHAD

Yaitu orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan Negara islam.
(QS. Al Anfal : 58)

Sabda Rasulullah saw, Barangsiapa yang membunuh seorang muahid maka tidak akan mencium bau surga…” (HR. Bukhori)”

4. KAFIR MUSTA’MAN

Yaitu orang kafir yang masuk ke Negara islam,dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah.
(QS. At-Taubah : 6)

Dari 4 jenis itu, hanya satu jenis yang  halal darah dan hartanya yaitu kafir yang memerangi kita.

Bahkan nabi memberikan proteksi tersendiri terhadap orang kafir yang muahad dan dzimmi.
مَنْ قَتَلَ قَتِيلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

“Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

“Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari no. 3166)

Nabi melarang kita mengannggu keamanan siapapun sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya.

*Sarana untuk menjaga nikmat Aman*

1. Bersyukur
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Ibrahim : 7)

2. Tauhid kepada Allaah

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan dengan kezhaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” [al-An’am/6 : 82]

3. Beramal Shalih
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka yang diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan mengganti (keadaan) mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”. [an-Nur/24 : 55]

4. Menegakkan hudud
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan dalam (pelaksanaan) qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa”.[al-Baqarah/2 : 179]
Contoh jelas hudud bisa menegakkan keamanan adalah kondisi arab saudi saat ini sebagai negara yang tenang.

5. Menyebarkan pemahaman salaf
Salah satu penyebab kerusakan keamanan di bumi timur tengah adalah disebabkan oleh pemahaman pemahaman menyimpang dan ekstrim seperti khawarij yang senantiasa memprovokasi untuk memberontak pada pemerintah.
يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».

“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia.“ Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?” Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka” (HR. Muslim no. 1847).

Semoga Allaah memberikan kita keamanan dalam hidup kita bahkan hingga di surga kelak.
*Tanya Jawab*
1. Apakah kita berdosa ketika negara kita tidak berhukum dengan hukum Allaah?
Jawab : Perlu diingat negeri kita juga telah memberlakukan hukum Allaah walaupun tidak sempurna. Maka tugas kita adalah menasihati pemerintah bukan mencercanya. Adapun masalah dosa atau tidak,maka karena ini bukan kewajiban kita sebagai rakyat biasa, maka ini tidak mengapa bagi kita. Hal ini merupakan kewajiban pemerintah. Kewajiban kita adalah menasihatinya.

2. Apakah syiah bahaya bagi keamanan negara?
Jawab : iya, karena kalibernya internasional. Betapa banyak negeri islam hancur karena campur tangan syiah.

3. Negara kita banyak hutang hingga timbul bagi kami ketakutan, apa yang harus saya lakukan?
Jawab : Doakan, bahkan nabi sering berdoa agar dibebaskan dari hutang.

4. Teman saya mengaku berhijrah tetapi selalu enggan diajak kajian dengan alasan yg berbelit?
Jawab : mungkin hijrahnya pun berbelit belit.

5. Bagaimana dengan sebagian hukum yang berlebihan, misal karena seseorang korupsi kemudian ia dihukum mati atau dibakar hidup hidup?
Jawab : ini merupakan hal yang keliru karena hukum qishash adalah hukum yang penuh keadilan, artinya tidak terlampau ringan dan tidak pula terlampau berat.

6. Bagaimana hukum rokok?
Jawab : Haram

7. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa hukum negeri kita adalah thaghut?
Jawab : thaghut itu adalah ketika seseorang menganggap hukum selain hukum islam lebih baik dari hukum islam. Adapun jika dia masih menganggap hukum islam adalah yang terbaik tetapi memang karena belum adanya kemampuan untuk melaksanakannya, maka hal ini tidak mengapa.

8. Bagaimana hukum meminta cerai pada suami yang merupakan pecandu narkoba?
Jawab : boleh

Resume by : *Akhukum Gufran*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar